MA Vonis Fauzi Siin (mantan Bupati Kerinci) 4 Tahun Penjara (denda Rp 2,8 Miliar)

Sumber Jambi Independent
Ditulis oleh fyo
Kamis, 23 Februari 2012 09:29

SUNGAIPENUH – Mahkamah Agung (MA) akhirnya memvonis mantan Bupati Kerinci Fauzi Si’in empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara. Selain itu, Fauzi Si’in juga harus mengembalikan uang hasil korupsi uang makan minum, alat kendaraan bermotor dan pengadaan alat tulis kantor sebesar Rp 2,8 miliar. Putusan Mahkamah Agung (MA) ini jauh lebih berat dibandingkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Sungai Penuh dan Pengadilan Tinggi (PN) Jambi sebelumnya.

Jatuhnya vonis untuk Bupati kerinci dua periode ini, berdasarkan petikan putusan sidang kasasi MA nomor 257 K/Pid.sus/2011 tertanggal 26 Januari 2012, yang diketuai majelis hakim MA, Artidjo Alkostar. Dalam amar putusannya, MA memutuskan bahwa terdakwa Fauzi Si’in terbukti melakukan tindak pidana korupsi seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam tuntutannya, JPU menuntut Fauzi Si’in empat tahun penjara dan mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 2,8 miliar.

Andi William, Humas PN Sungaipenuh mengatakan, pihaknya sudah menerima hasil putusan kasasi MA. Dalam putusan itu, kata dia, MA menolak kasasi Fauzi Si’in dan putusan dari PN Sungaipenuh serta PT Jambi.

Semula Fauzi Si’in diputuskan selama satu tahun penjara, dengan uang pengganti sebesar Rp 260 juta dan denda Rp 200 juta. Namun, dalam MA hukumannya menjadi naik, selama empat tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dengan membayar uang pengganti Rp 2,8 miliar. “Dalam waktu dekat akan dilakukan eksekusi,” ujarnya. Menurut dia, Fauzi Si’in akan menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Sungaipenuh.

Upaya hukum apa yang bisa dilakukan Fauzi Si’in untuk membatalkan putusan MA? Menurut dia, upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah upaya hukum luar biasa atau mengajukan peninjauan kembali (PK). Menurut dia, jika terdakwa tidak mengajukan PK, maka terdakwa harus menerima dan menjalani putusan dari MK dan harus mendekam dalam penjara.

Pendapatan kab. kerinci dari pariwisata tahun 2011 cuma 100 juta, festifal danau kerinci percuma

Laporan wartawan Tribun Jambi Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI-Pendapatan Kabupaten Kerinci kembali mengalami peningkatan. Namun sektor pariwisata belum maksimal memberikan kontribusi ke kas daerah. Berdasar data Bappeda Kerinci, pendapatan 2012 naik menjadi Rp 627.648.953 dari sebelumnya Rp 609.705.834 (2011).

Kepala Bappeda Kabupaten Kerinci, Erwan mengatakan, dari 5 item pendapatan, hanya dua poin mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Yakni pendapatan dari bagi hasil pajak dan atau bukan pajak, serta pendapatan lain-lain daerah yang sah.

“Untuk PAD naik sebanyak 1,4 M dari 31,5 M, pedapatan dari dana Perimbangan bagi hasil pajak / bukan pajak turun 2,7 M dari 67,5 M, Dana Alokasi Umum naik 73,5 M dari 369 M, Dana Alokasi Khusus naik 7,6 M dari 48,9 M, serta pendapatan lain-lain daerah yang sah mengalami penurunan drastis yaitu turun 61,9 M dari 92,6 M,” jelas Erwan.

Ia mengatakan, turun drastisnya pendapata lain-lain daerah yang sah dikarenakan pada tahun 2012 pendatan lain-lain daerah yang sah tersebut tidak termasuk dana BOS, sementara tahun sebelumnya masih termasuk dana BOS. Di sisi lain, Kerinci yang terkenal dengan objek wisata yang indah dan memukau, ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, buktinya dari sektor pariwisata, Kerinci hanya bisa menargetkan PAD sebesar 100 juta.

Angka ini tidak sebanding dengan jumlah objek wisata di Kerinci. Informasi dari sumber Tribun, pada tahun 2011 lalu target PAD dari sektor pariwisata hanya Rp 150 juta. Namun, yang tercapai hanya 50 persen saja, yakni sebanyak Rp 75 juta. “Hal tersebut karena tidak profesionalnya pengelolaan pariwisata,” terang Sumber Tribun.

Kondisi itu mengundang perhatian tokoh Kerinci di rantau. Herman Mukhtar, putra daerah Kerinci yang memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Kota Bandung, menyayangkan kondisi itu.

“Sayang sekali jika PAD dari pariwisata cuma 100 juta, padahal wisata di Kerinci sangat diandalkan, bahkan Gubernur Jambi dimana-mana selalu mengatakan bahwa objek wisata di Jambi itu paling banyak di Kerinci. Ini perlu perhatian kita bersama- sama,” ujar Ketua Tim Pengembangan Ekonomi Kota Bandung.

Ia menambahkan, kurangnya minat wisatawan ke Kerinci, disebabkan kondisi infrastruktur jalan di Kerinci yang masih tergolong parah, selain itu masih minimnya promosi wisata yang dilakukan oleh Pemkab Kerinci. “Infrastruktur jalan harus kita perhatikan terlebih dahulu, karena jalanlah sebagai kendala utama. Kemudian sistem promosi pariwisata perlu digenjot.

Menurut saya Festifal Danau Kerinci sudah tidak perlu lagi dilaksanakan, lebih kita melakukan Kerinci Travel and Tour, dengan mengundang wisatawan dari luar dan dalam negeri, serta menampilkan atraksi kebudayaan dari luar dan dalam negeri. Biayanya tidak terlalu banyak, namun hasilnya sangat memuaskan, wisata Kerinci akan semakin dikenal,” pungkasnya.

Dinas kependudukan Kerinci Tunggu Kiriman Alat e-KTP

Minggu, 1 Januari 2012 22:59 WIB
Laporan wartawan Tribun Jambi Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI-Pemkab Kerinci akan membuka pelayanan pembuatan e- KTP di setiap kecamatan yang ada. Tujuannya memudahkan warga mengakses kartu tanda penduduk elektrik itu. Namun Pemkab masih menunggu kiriman alat dari Jakarta. Kendati demikian, setiap kecamatan diminta sudah mempersiapkan pelayanannya.

Bupati Kerinci, H Murasman mengatakan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sedang mempersiapkan lokasi pembuatan e-KTP di setiap kecamatan yang ada. “Ya, mulai tahun 2012 ini, ada beberapa kebijakan yang kita serahkan kepada kecamatan, termasuk pembuatan kartu tanda penduduk, yang saat ini sedang dipersiapkan oleh dinas terkait,” jelasnya.

Kepala Disduk Syafril Hayadi mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan tempatnya, dan pelaksanaan tinggal menunggu datangnya perlatanan dari Jakarta. Untuk melaksanakan program itu tambahnya, pemerintah pusat sudah menyiapkan dana sebesar enam triliun, untuk pengadaan perangkat pembuatan e-KTP tersebut.

“Pemerintah daerah hanya bertanggungjawab untuk pemeliharaan dan operasionalnya saja,” tegas Syafril. Bupati dan Ketua DPRD Kerinci juga sudah menyatakan kesediaan mereka untuk menanggung dana operasional, dan dana perawatan perangkat e-KTP tersebut. “Saat ini kita hanya tinggal menunggu perangkatnya sampai di Kerinci,” sebutnya.

Ada beberapa keuntungan menggunakan e-KTP, diantaranya untuk menghindari terjadinya KTP ganda dan KTP palsu, yang saat ini banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab melakukan aksi kejahatan.

“Dengan adanya e-KTP, ikut mendukung data base yang akurat, serta peningkatan keamanan negara. Selain itu, syarat pembuatan E-KTP juga sangat mudah, karena hanya membutuhkan Kartu Keluarga dan NIK,” pungkasnya.

Penulis : edijanuar
Editor : ridwan
Sumber : Tribun Jambi

Aktivitas Gunung Kerinci Belum Turun

Tribun Jambi – Senin, 2 Januari 2012 09:30 WIB
Aktivitas Gunung Kerinci yang mengalami peningkatan sejak beberapa pekan lalu, hingga kemarin masih belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.
Bahkan, dari hasil pengamatan pos pemantau Gunung Kerinci di Kayu Aro, masih sering terjadi gempa embusan secara terus menerus. Begitu juga dengan gempa vulkanik.
Kapala Pos Pemantau Gunung Kerinci Herry Prasetyo, ketika ditanya informasi aktivitas Gunung Kerinci, mengakui hal tersebut. Ya, hingga saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan aktivitas. Status Gunung Kerinci saat ini masih waspada level dua,” ujarnya.
Menurutnya hingga kemarin aktivitas Gunung Kerinci masih sama seperti hari sebelumnya. Bahkan, sejak dua hari ini gunung tersebut tidak mengeluarkan asap sama sekali, sementara kegempaannya masih terus terjadi. Asapnya tiba-tiba menghilang,” katanya.
Ditanya apakah tidak keluarnya asap tersebut menunjukkan adanya tanda-tanda bahaya? Herry mengaku tidak selalu begitu. Gunung masih aman kok. Sejak siang tadi sudah kembali mengeluarkan asap,” jelasnya lagi.
Untuk informasi, sejak beberapa minggu terakhir, aktivitas Gunung Kerinci, yang merupakan gunung berapi tertinggi di Sumatera, mengalami peningkatan yang cukup besar. Dalam satu hari saja terjadi hingga 300 kali gempa embusan.
Selain memperlihatkan adanya peningkatan kegempaan, Gunung Kerinci juga menyemburkan asap putih tebal setinggi 400 meter, bahkan pada tanggal 15 Desember lalu terjadi letusan asap, selain itu juga sering terjadi gempa vulkanik.
Kepala Seksi Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Junadi, mengatakan 220 orang pendaki yang merayakan tahun baru di Gunung Kerinci belum ada yang turun.

Pendaki yang naik belum ada yang turun. Kemungkinan besar mereka baru turun sore nanti (minggu.red),” kata Junaidi, yang mengaku belum menerima laporan dari Kepala Resort Gunung Kerinci.
Meskipun demikian, dia memastikan bahwa para pendaki tersebut dalam kondisi selamat, tanpa ada yang mengalami cidera. Sejauh ini tidak ada laporan yang cidera. Kita juga berharap hal tersebut tidak terjadi,” pungkasnya.
Sejak tahun 1990 lalu, tercatat sudah ada tujuh orang pendaki Gunung Kerinci yang dinyatakan tewas. Sebagian besar di antara mereka, jenazahnya tidak berhasil ditemukan oleh tim SAR. (eja)

Penulis : edijanuar
Editor : deddy
sumber Tribun jambi

rindu

pikiranku kini ada disana
di kaki gunung kerinci
pada hamparan perkebunan teh yang terhampar sejauh mata memandang
pada sibuah hati dan kekasih hati yang sedang dikampung halaman
pada panen kentang yang akan dilakukan minggu depan..
rindu… pada kampung halaman…