Laporan wartawan Tribun Jambi Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI-Pendapatan Kabupaten Kerinci kembali mengalami peningkatan. Namun sektor pariwisata belum maksimal memberikan kontribusi ke kas daerah. Berdasar data Bappeda Kerinci, pendapatan 2012 naik menjadi Rp 627.648.953 dari sebelumnya Rp 609.705.834 (2011).

Kepala Bappeda Kabupaten Kerinci, Erwan mengatakan, dari 5 item pendapatan, hanya dua poin mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Yakni pendapatan dari bagi hasil pajak dan atau bukan pajak, serta pendapatan lain-lain daerah yang sah.

“Untuk PAD naik sebanyak 1,4 M dari 31,5 M, pedapatan dari dana Perimbangan bagi hasil pajak / bukan pajak turun 2,7 M dari 67,5 M, Dana Alokasi Umum naik 73,5 M dari 369 M, Dana Alokasi Khusus naik 7,6 M dari 48,9 M, serta pendapatan lain-lain daerah yang sah mengalami penurunan drastis yaitu turun 61,9 M dari 92,6 M,” jelas Erwan.

Ia mengatakan, turun drastisnya pendapata lain-lain daerah yang sah dikarenakan pada tahun 2012 pendatan lain-lain daerah yang sah tersebut tidak termasuk dana BOS, sementara tahun sebelumnya masih termasuk dana BOS. Di sisi lain, Kerinci yang terkenal dengan objek wisata yang indah dan memukau, ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, buktinya dari sektor pariwisata, Kerinci hanya bisa menargetkan PAD sebesar 100 juta.

Angka ini tidak sebanding dengan jumlah objek wisata di Kerinci. Informasi dari sumber Tribun, pada tahun 2011 lalu target PAD dari sektor pariwisata hanya Rp 150 juta. Namun, yang tercapai hanya 50 persen saja, yakni sebanyak Rp 75 juta. “Hal tersebut karena tidak profesionalnya pengelolaan pariwisata,” terang Sumber Tribun.

Kondisi itu mengundang perhatian tokoh Kerinci di rantau. Herman Mukhtar, putra daerah Kerinci yang memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Kota Bandung, menyayangkan kondisi itu.

“Sayang sekali jika PAD dari pariwisata cuma 100 juta, padahal wisata di Kerinci sangat diandalkan, bahkan Gubernur Jambi dimana-mana selalu mengatakan bahwa objek wisata di Jambi itu paling banyak di Kerinci. Ini perlu perhatian kita bersama- sama,” ujar Ketua Tim Pengembangan Ekonomi Kota Bandung.

Ia menambahkan, kurangnya minat wisatawan ke Kerinci, disebabkan kondisi infrastruktur jalan di Kerinci yang masih tergolong parah, selain itu masih minimnya promosi wisata yang dilakukan oleh Pemkab Kerinci. “Infrastruktur jalan harus kita perhatikan terlebih dahulu, karena jalanlah sebagai kendala utama. Kemudian sistem promosi pariwisata perlu digenjot.

Menurut saya Festifal Danau Kerinci sudah tidak perlu lagi dilaksanakan, lebih kita melakukan Kerinci Travel and Tour, dengan mengundang wisatawan dari luar dan dalam negeri, serta menampilkan atraksi kebudayaan dari luar dan dalam negeri. Biayanya tidak terlalu banyak, namun hasilnya sangat memuaskan, wisata Kerinci akan semakin dikenal,” pungkasnya.

Minggu, 1 Januari 2012 22:59 WIB
Laporan wartawan Tribun Jambi Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI-Pemkab Kerinci akan membuka pelayanan pembuatan e- KTP di setiap kecamatan yang ada. Tujuannya memudahkan warga mengakses kartu tanda penduduk elektrik itu. Namun Pemkab masih menunggu kiriman alat dari Jakarta. Kendati demikian, setiap kecamatan diminta sudah mempersiapkan pelayanannya.

Bupati Kerinci, H Murasman mengatakan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sedang mempersiapkan lokasi pembuatan e-KTP di setiap kecamatan yang ada. “Ya, mulai tahun 2012 ini, ada beberapa kebijakan yang kita serahkan kepada kecamatan, termasuk pembuatan kartu tanda penduduk, yang saat ini sedang dipersiapkan oleh dinas terkait,” jelasnya.

Kepala Disduk Syafril Hayadi mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan tempatnya, dan pelaksanaan tinggal menunggu datangnya perlatanan dari Jakarta. Untuk melaksanakan program itu tambahnya, pemerintah pusat sudah menyiapkan dana sebesar enam triliun, untuk pengadaan perangkat pembuatan e-KTP tersebut.

“Pemerintah daerah hanya bertanggungjawab untuk pemeliharaan dan operasionalnya saja,” tegas Syafril. Bupati dan Ketua DPRD Kerinci juga sudah menyatakan kesediaan mereka untuk menanggung dana operasional, dan dana perawatan perangkat e-KTP tersebut. “Saat ini kita hanya tinggal menunggu perangkatnya sampai di Kerinci,” sebutnya.

Ada beberapa keuntungan menggunakan e-KTP, diantaranya untuk menghindari terjadinya KTP ganda dan KTP palsu, yang saat ini banyak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab melakukan aksi kejahatan.

“Dengan adanya e-KTP, ikut mendukung data base yang akurat, serta peningkatan keamanan negara. Selain itu, syarat pembuatan E-KTP juga sangat mudah, karena hanya membutuhkan Kartu Keluarga dan NIK,” pungkasnya.

Penulis : edijanuar
Editor : ridwan
Sumber : Tribun Jambi

Tribun Jambi – Senin, 2 Januari 2012 09:30 WIB
Aktivitas Gunung Kerinci yang mengalami peningkatan sejak beberapa pekan lalu, hingga kemarin masih belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.
Bahkan, dari hasil pengamatan pos pemantau Gunung Kerinci di Kayu Aro, masih sering terjadi gempa embusan secara terus menerus. Begitu juga dengan gempa vulkanik.
Kapala Pos Pemantau Gunung Kerinci Herry Prasetyo, ketika ditanya informasi aktivitas Gunung Kerinci, mengakui hal tersebut. Ya, hingga saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan aktivitas. Status Gunung Kerinci saat ini masih waspada level dua,” ujarnya.
Menurutnya hingga kemarin aktivitas Gunung Kerinci masih sama seperti hari sebelumnya. Bahkan, sejak dua hari ini gunung tersebut tidak mengeluarkan asap sama sekali, sementara kegempaannya masih terus terjadi. Asapnya tiba-tiba menghilang,” katanya.
Ditanya apakah tidak keluarnya asap tersebut menunjukkan adanya tanda-tanda bahaya? Herry mengaku tidak selalu begitu. Gunung masih aman kok. Sejak siang tadi sudah kembali mengeluarkan asap,” jelasnya lagi.
Untuk informasi, sejak beberapa minggu terakhir, aktivitas Gunung Kerinci, yang merupakan gunung berapi tertinggi di Sumatera, mengalami peningkatan yang cukup besar. Dalam satu hari saja terjadi hingga 300 kali gempa embusan.
Selain memperlihatkan adanya peningkatan kegempaan, Gunung Kerinci juga menyemburkan asap putih tebal setinggi 400 meter, bahkan pada tanggal 15 Desember lalu terjadi letusan asap, selain itu juga sering terjadi gempa vulkanik.
Kepala Seksi Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Junadi, mengatakan 220 orang pendaki yang merayakan tahun baru di Gunung Kerinci belum ada yang turun.

Pendaki yang naik belum ada yang turun. Kemungkinan besar mereka baru turun sore nanti (minggu.red),” kata Junaidi, yang mengaku belum menerima laporan dari Kepala Resort Gunung Kerinci.
Meskipun demikian, dia memastikan bahwa para pendaki tersebut dalam kondisi selamat, tanpa ada yang mengalami cidera. Sejauh ini tidak ada laporan yang cidera. Kita juga berharap hal tersebut tidak terjadi,” pungkasnya.
Sejak tahun 1990 lalu, tercatat sudah ada tujuh orang pendaki Gunung Kerinci yang dinyatakan tewas. Sebagian besar di antara mereka, jenazahnya tidak berhasil ditemukan oleh tim SAR. (eja)

Penulis : edijanuar
Editor : deddy
sumber Tribun jambi

rindu

Posted: Januari 1, 2012 in Uncategorized

pikiranku kini ada disana
di kaki gunung kerinci
pada hamparan perkebunan teh yang terhampar sejauh mata memandang
pada sibuah hati dan kekasih hati yang sedang dikampung halaman
pada panen kentang yang akan dilakukan minggu depan..
rindu… pada kampung halaman…

GUNUNG KERINCI

Posted: Januari 1, 2012 in Uncategorized

beberapa tahun lalu…tanggal ini… biasanya aku sedang menuruni lembah gunung kerinci setelah sebelumnya kutakklukkan puncaknya pada malam sebelumnya… tapi kini… beberapa tahun terakhir…tak lagi sempat aku menapakkan kaki di “ATAP SUMATERA” tersebut…
(rindu dengan suasana badai dan angin gunung…)

1 Januari 20..12

Posted: Januari 1, 2012 in Uncategorized

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
20…12

hari ini.. mengedit angka 11 menjadi 12 di cover draft skripsi… tetap semangat menyelesaikan amanah… karena pelaut yang ulung lahir dari terjangan ombak dan badai yang menderu deram…karena sesungguhnya bersama kesulita ada kemudahan…

APA KABAR UHANG KITO?

Posted: September 1, 2009 in Uncategorized

INSYAALLAH KEDEPAN, UHANG KITO AKAN KEMBALI MENAMPILKAN INFO2 TERBARU SEPUTAR KERINCI DAN JAMBI. MEMANG DISADARI DG ADANYA FB, AGAK SEDIKIT MENGAKIBATKAN BLOG INI “TERLUPAKAN” TAPI INSYAALLAH KEDEPAN AKAN DIAKTIFKAN LAGI. MUDAH2AN SETELAH LEBARAN BISA INTENS KEMBALI MENYAJIKAN INFO2 TERBARU SAKTI  ALAM KERINCI DAN JAMBI KITA

Saturday, 07 March 2009 02:25

Asal Api Belum Diketahui

SUNGAIPENUH – Dua unit rumah di Desa Koto Keras, Kecamatan Pesisir Bukit, Kerinci, milik M Rawi (75) dan Samaudin (60), Jumat (06/03) pagi sekitar pukul 05.30 WIB terbakar.

Tidak jelas dari mana sumber api berasal. Pasalnya, api baru diketahui oleh warga setelah api sudah membesar. Akibatnya, dua rumah berkonstruksi kayu itu ludes dilalap si jago merah.

Selain membakar habis kedua bangunan itu, api juga menghanguskan seluruh isi rumah, termasuk satu unit motor Suzuki A 100 yang berada di dalam rumah M Rawi.

Informasi yang berhasil diperoleh koran ini di TKP pun masih simpang siur, ada yang menyebutkan kebakaran disebabkan oleh tumpahan bensin dan ada juga yang menyebutkan adanya konsleting arus pendek listrik.

Kapolres Kerinci, AKPB Drs Sunarwan Sumirat ketika dikonfirmasikan, membenarkan adanya kejadian ini.

“Kita sudah kerahkan personil ke lokasi dan sejauh ini penyebab kebakaran masih diselidiki,“ tegas orang nomor satu di Mapolres Kerinci tersebut.

Tokoh Masyarakat (Tomas) Kota Keras, Zulman Anwar, di lokasi kejadian, kemarin mengatakan, dirinya yang tinggal hanya sekitar 10 meter dari lokasi kejadian di Dusun Cempaka Koto Keras itu juga tidak mengetahui persis awal mula terjadi kebakaran tersebut.

“Waktu kami ke luar dan menuju lokasi, memang sudah tidak bisa ditolong lagi, apinya sudah membesar dan membakar habis dua unit rumah itu dan kami hanya bisa mencegah agar apinya tidak menjalar ke rumah sekitarnya,” terangnya.

Zulman pun tidak menepis jika di dalam rumah Samaudin, terdapat bensin dan besar kemungkinan memang dari sanalah awal mulainya api membesar.

“Memang ada bensin lantaran di rumah pak Samaudin menjual bensin, tapi apakah benar api itu berawal dari sana sejuah ini kita belum tahu,” jelasnya.

Dari keterangan Zuman, salah satu penghuni rumah yakni Nopriadi alias Ujang juga sempat mengalami luka bakar di tangannya lantaran berupaya menyematkan barang-barang miliknya. Sedangkan Elidarwati, isterinya sempat shock.

“Yang luka bakar ada dan sekarang sudah dibawa ke rumah sakit yakni Nopriadi,” katanya.

Mobil pemadam kebakaran sebenarnya sudah dikerahkan ke TKP, namun api sudah terlanjur melahap dua rumah tersebut. Kendati demikian, berkat pertolongan petugas bersama warga setempat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai meluas ke rumah lainnya.

Beberapa saat setelah kejadian, Bupati Kerinci H Murasman yang baru saja dilantik juga langsung turun ke lokasi bersama Kadis Diknas Kerinci, Armidis dan juga Kakan Sat Pol PP, Zamzami yang nota bene adalah warga setempat.

Di lokasi kemarin, bupati masih sempat menyaksikan  warga bersama petugas yang masih berupaya memadamkan api lantaran masih terlihat kobaran asap.

(wdo)