Nasirwan Ramaikan Pilkada Kerinci

Maret 25, 2008

Tuesday, 25 March 2008

SUNGAIPENUH – Mendekati hari pelaksanaan Pilkada, suhu politik di Kerinci kian memanas. Beberapa putera terbaik Kerinci yang berada di Kerinci maupun berkiprah di luar daerah, mulai menampakkan geliatnya untuk ikut memperebutkan posisi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci mendatang. Salah satunya dilakukan H Nasirwan Hamid, putera Kerinci yang berkiprah di Kanwil Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau.

Tidak seperti kandidat lainnya, keinginan Nasirwan Hamid untuk maju di Pilkada Kerinci bukanlah untuk menjadi Bupati Kerinci melainkan hanya sebagai pendamping atau mengincar posisi Wakil Bupati saja. Paling tidak keinginan putera kelahiran Desa Koto Majidin yang lama mengabdikan hidup di negeri yang kaya akan hasil minyak yakni Riau itu, sudah mulai kelihatan ketika dirinya gencar melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Kerinci.

Momen liburan selama empat hari belakangan ini terhitung sejak Rabu hingga Minggu lalu, tidak disia-siakannya. Nasirwan membangun kominikasi dengan tokoh partai dan tokoh masyarakat yang ada di Kerinci. Seperti yang terjadi pada Minggu (23/3) lalu bertempat di rumahnya di Desa Koto Majidin, H Nasirwan Hamid kedatangan para tokoh masyarakat dari tiga Kecamatan meliputi H Muradi Arif dan Fakhrudin serta H Tengku Yusuf, tomas dari Kecamatan Air Hangat Timur. Kemudian dari Kecamatan Air Hangat ada Kamal Muchtar, Helmi Is Rio serta dari Kecamatan Depati Tujuh Mas’ud, Amir Syarifudin, H Sulaiman Dpt, H Nurhan serta beberapa orang diantaranya dari tomas Semurup Kecamatan Air Hangat.

Pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam itu, diisi dengan dialog seputar keseriusan H Nasirwan untuk maju di Pilkada Kerinci nantinya. Bahkan dari perwakilan tomas yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan kebulatan tekadnya untuk mendukung serta menyukseskan langkah Nasirwan untuk mengincar posisi orang kedua.

Hal itu tergambar pula dari ucapan yang disampaikan oleh H Muradi Arif perwakilan masyarakat Kecamatan Air Hangat Timur sekaligus juga Ketua Veteran Kerinci, Kamal Muchtar dari Kecamatan Air Hangat serta H Nurhan perwakilan tomas DepatiTujuh. Intinya, mereka mendukung upaya dari H Nasirwan pulang ke kampung halamannya untuk membangun Kerinci kedepan.

Disisi lain H Nasirwan Hamid ketika dikonfirmasikan juga tidak menepis jika dirinya kedatangan para tokoh masyarakat ke rumahnya dan mendukung upaya dirinya maju di Pilkada Kerinci. Partai Golkar dan PKB dikabarkan telah didekatinya untuk bisa maju. (wdo)


Kamal Muchtar Mulai Lirik Pilkada Kerinci

Maret 24, 2008

Monday, 24 March 2008

JAMBI – Lama tak terdengar sepak terjangnya, salah satu tokoh Kerinci, Kamal Mukhtar, mulai bersuara menyikapi Pilkada Kerinci yang kian dekat. Mantan Peltu Sekda Kerinci ini mengingatkan parpol-parpol pemilik perahu agar benar-benar bisa berpikir jernih dalam mencari figur calon pemimpin Kerinci ke depan. Mengingat, calon pemimpin yang akan diusung parpol dan dipilih oleh masyarakat nantinya akan menjadi penentu merah hitam Kabupaten Kerinci lima tahun ke depan.

‘’Kami berharap parpol-parpol bisa mencari calon pemimpin yang benar-benar diinginkan masyarakat. Parpol harus mengakomodir apa yang sebenarnya diinginkan masyarakat,’’ terang mantan Asisten I Setda Kerinci ini. Kamal mengakui sejauh ini rata-rata kandidat calon Bupati Kerinci yang telah muncul cukup menjanjikan dan cukup kapabel untuk memimpin Kabupaten paling barat itu. Namun dari sekian banyak kandidat tersebut, tetap saja harus dipilih kandidat yang paling terbaik.

Menyinggung sikap dirinya dalam Pilkada Kerinci, mantan Kepala BKD Kerinci ini memilih tidak berkomentar panjang. ‘’Pilkada kan masih cukup lama, saya akan lihat perkembangan. Untuk menentukan sikap itu saya harus mengkaji, menelaah dan kemudian baru membuat keputusan,’’ sebutnya. Meski Kamal enggan buka kartu, namun dari salah satu orang dekatnya, Sapta, diperoleh informasi jika mantan birokrat yang pernah menduduki berbagai jabatan pemerintahan di Kabupaten Kerinci ini, cukup tertarik untuk ikut mengadu untung diajang Pilkada Kerinci. Kamal disebut sudah mulai pasang kuda-kuda dengan mulai melaksanakan sosialisasi ke berbagai Desa terutama di kawasan Tengah dan Mudik. ‘’Bapak (Kamal) sebenarnya sudah sejak lama berkeliling dalam rangka sosialisasi, namun tidak terekspos di media. Beliau lebih suka bergerak di bawah tanah menemui tokoh-tokoh masyarakat di setiap Desa,’’ tukasnya.

Dia juga mengakui, jika Kamal lebih cenderung melirik posisi orang kedua (calon Wakil Bupati) ketimbang maju sebagai kandidat Bupati. ‘’Ya, beliau lebih cenderung ingin maju sebagai orang kedua tetapi orang kedua yang bisa mendongkrak perolehan suara secara signifikan,’’ pungkas Sapta. (tev)


Dua Jalur ke Kerinci Longsor, Aktivitas Jalur Kerinci-Tapan Mulai Normal

Maret 21, 2008

Wednesday, 19 March 2008

SUNGAIPENUH – Dua pintu atau jalur masuk menuju Kabupaten Kerinci saat sekarang ini mengalami longsor. Masing-masing adalah jalur Kerinci-Tapan yang sebelumnya sudah longsor sejak Minggu dini hari, dan jalur Kerinci-Jambi tepatnya di daerah Muara Imat yang longsor kemarin malam.

Khusus longsor di Sungai Kunyit kilometer 25 itu, setelah sempat tertunda arus lalu lintas selama dua hari, akhirnya Pemerintah Kabupaten Kerinci bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jambi sudah meurunkan alat berat ke lokasi. Guna membantu mengeluarkan tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan.

Menurut informasi yang didapatkan koran ini, alat berat sudah dikirimkan ke lokasi longsor di kilometer 25 puncak atau daerah Sungai Kunyit, Selasa (18/3) kemarin. Alat berat tersebut sudah langsung bekerja sehingga pada Selasa dini hari aktivitas kendaraan sudah mulai lancar kembali.

Meskipun sudah normal kembali, namun demikian alat berat yang dikerahkan ke kilometer 25 itu, juga masih tetap bertahan lantaran banyaknya titik longsor di sepanjang jalur Kerinci tapan. Tercatat kemarin, jumlahnya ada sekitar 65 titik. Hanya saja yang terparah berada di kilometer 25 tersebut.

Seperti pantauan koran ini Senin kemarin, khususnya dari arah Sungaipenuh menuju kilometer 25, sedikitnya ada sekitar 16 titik longsor yang umumnya sudah mulai longsor kecil-kecilan. Dikhawatirkan jika terjadi hujan lebat maka titik-titik longsor tersebut bisa bertambah parah dan menimbun badan jalan sehingga memacetkan arus lalu lintas.

Sedangkan dari arah Tapan, Sumatera Barat, sedikitnya ada sekitar 50 titik longsor yang juga bisa sewaktu-waktu mengancam keselamatan para pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat yang melintasi jalan itu. Sementara itu, informasi yang didapatkan koran ini menyebutkan bahwa di jalur Kerinci-Jambi tepatnya di Muara Emat, pada Senin malam juga mengalami longsor. Hanya saja longsor yang terjadi tidak separah yang terjadi sebelumnya dan melumpuhkan arus lalu lintas. Longsor yang terjadi di Muara Emat tepatnya terjadi hanya berjarak sekitar 1 KM dari jembatan besi di daerah tersebut.

Alat berat juga sudah dikerahkan ke Muara Emat untuk mengatasi longsor dan dikabarkan aktivitas di jalan tersebut juga sudah normal kembali seperri biasanya. Arus lalu lintas hanya terhenti bebera jam saja dan normal kembali.

Bupati Kerinci H Fauzi Siin, ketika dikonfirmasikan mengenai dua kejadian longsor yakni di jalur Kerinci-Tapan dan juga Kerinci-Jambi membenarkan hal tersebut. Menurut Bupati, untuk mengatasi longsor maka dua alat berat telah dikerahkan ke dua lokasi itu masing-maing ke Mura Emat dan ke jalur Kerinci-Tapan.

“Memang benar ada dua kejadian longsor yakni di jalur Tapan dan jalur Muara Emat. Semuanya sudah kita tangani bersama Pemerintah Provinsi Jambi dengan menurunkan alat berat untuk membuang longsor tanah yang menimbun badan jalan,” urai Bupati.

Bupati juga mengatakan sekiranya Pemerintah Provinsi Jambi nantinya dapat membuat kembali pos di Kerinci mengingat daerah ini sangat rawan terhadap bahaya tanah longsor . Jika pos sudah ada di Kerinci secara otomatis bisa lebih cepat dalam menangani setiap musibah tanah longsor atau bencana lain yang terjadi di Kerinci.

Bupati juga menyinggung soal dana untuk program multi years perbaikan jalan di tiga jalur masuk ke Kerinci sebesar Rp 75 miliar rupiah yakni jalur Kerinci-Jambi, Kerinci-Tapan dan Kerinci-Muara Labuh. “Kita berharap juga program multi years ini bisa dikerjakan secepat mungkin. Sehingga keluhan terhadap jalan bisa segera teratasi serta menghindari terjadinya longsor lagi seperti sekarang ini. Tapi semua longsor yang terjadi di dua tempat sudah ditangani seluruhnya,” ucap Bupati H Fauzi Siin.

Disisi lain Dedi Masyuni Yusuf Diektu PT Prima Pembangunan Kerinci, kepada koran ini juga mengakui bahwa alat berat milik perusahaannya sudah dikerahkan ke puncak atau ke Sungai Kunyit guna membantu mengeluarkan tanah longsor yang menimbun badan jalan.

Begitu juga dengan jalur Muara Emat juga telah dikerahkan alat berat milik PT Hendra Putra yang membtu mengatasi longsor di jalur Kerinci-Jambi itu. “Pagi tadi alat berat milik kita sudah diterjunkan ke lokasi untuk membuang tumpukan tanah di badan jalan di Kilometer 25, serta membersihkan longsor kecil-kecilan yang ada sepanjang jalan tersebut,” urai Dedi Masyuni Yusuf. (wdo)


5 Cabup Kerinci Sampaikan Visi Misidi koalisi PPP dan PKB Kerinci

Maret 21, 2008

Thursday, 13 March 2008

SUNGAIPENUH - Sebanyak delapan orang calon Bupati (Cabup) yang telah mendaftarkan diri di koalisi PPP dan PKB Kerinci, Rabu (12/3) kemarin menyampaikan visi misinya. Diawal penyampaian visi misi, para Cabup tersebut diuji dengan membaca ayat suci Al Qur’an. Dari delapan kandidat yang dijadwalkan bakal menyampaikan visi dan misinya, ternyata hanya ada lima orang yang memenuhi undangan.

Lima kandidat yang menyampaikan visi dan misinya itu adalah Hasani Hamid, Mohammad Rahman, Syofyan, Zubir Muchtar dan Maridin Jamil. Sedangkan yang batal menyampaikan visi dan misinya yakni Syaiful Amri, Mairizal Meirad dan Amran Karim. Penyampaian visi misi ini akan dilanjutkan hingga Kamis (hari ini), sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hasil penyampain visi misi ini akan dijadikan bahan dan acuan bagi PPP Kerinci dalam melaksanakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) nantinya. Seperti yang dijelaskan Ketua panitian, Mat Ramawi MM, hasil dari penyampain visi dan misi ini akan dijadikan bahan dalam Rapimcab. Ia mengatakan Rapimcab sendiri bakal dilaksanakan Sabtu dan Minggu (15-16) ini. ‘’Ya kami sudah sepakat hasil penyampaian visi misi ini akan dijadikan bahan atau acuan dalam Rapimcab nanti,’’ ungkap Mat Ramawi.

Dijelaskan, kelima kandidat tersebut sudah berhasil dan sukses menyampaikan visi dan misinya sesuai dengan jadwal dan waktu yang diberikan. Dimana, katanya, masing-masing bakal calon diberikan waktu selama 20 menit untuk menyampaikn visi dan misinya. ‘’Sedangkan tiga kandidat yang berhalangan hadir, seperti Syaiful Amri (Camat Kayu Aro) mengaku tengah rapat dan minta ditunda Kamis (hari ini),’’ sebutnya.

Untuk dua kandidat lain, seperti Mairizal Meirad setelah dihubungi tenyata masih berda di Makasar, sedangkan yang tidak ada kejelasan sama sekali yakni Amran Karim. ‘’Kami berharap mereka besok (hari ini) sudah bisa menyampaikan visi dan misinya,’’ tutur anggota DPRD Kerinci dua periode itu.

Seperti yang terlihat di kantor PPP Kerinci yang berada di jalan Depati Parbo Sungaipenuh, Rabu kemarin, selain dipenuhi oleh pengurus PPP sendiri, kantor tersebut juga diramaikan dengan masyarakat yang ingin mendengarkan penyampaian visi misi dari para calon pemimpinnya mendatang. Kesempatan pertama diberikan kepada H Hasani Hamid. Pada intinya, visi misi semua kandidat sepenuhnya untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kerinci. (wdo)


Hasil Try Out SMA Tidak Memuaskan

Maret 21, 2008

14-03-2008 |

SUNGAIPENUH– Try out yang diselenggarakan musyawarah kerja kepala sekolah SMA bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Gama Padang, ternyata tidak memuaskan. Kegiatan itu berlangsung 25-26 Februari 2008. Dalam try out itu, 2.405 jumlah peserta dibagi dalam tiga bagian. Sebanyak 1.080 matapelajaran IPA dan 1.262 IPS serta Bahasa Indonesia 60 orang. Hasil try out yang dikeluarkan Lembaga Pendidikan Gama, kemarin (13/3), tidak ada peserta siswa SMA yang memenuhi nilai standar 5,25.

Dari informasi yang dihimpun Jambi Independent, SMAN 1Sungaipenuhmengirim 236 peserta. Dari jumlah itu hanya satu orang memenuhi standar nilai rata-rata tertinggi, yakni 5,29, dan terendah 2,02. Dari nilai tertinggi yang diperoleh tersebut, walaupun telah memenuhi standar nasional, tetapi belum bisa dikatakan lulus, karena dari empat matapelajaran yang diuji ada salah satu mata pelajaran yang tidak memenuhi standar. “Ya, di SMA 1 belum ada yang memenuhi nilai standar rata-rata ujian,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang SDM Amhar.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kerinci Harpendi mengatakan, salah satu penyebab siswa tidak bisa mengejar target nilai ujian nasional karena soal tidak menyentuh kurikulum. “Soal mengarah pada perguruan tinggi. Hal ini menyebabkan siswa kewalahan dalam setiap mengerjakan soal itu,” katanya.

Di samping itu hasil uji coba ini akan dievaluasi, untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan siswa, terutama di empatbidang studi yang diuji. “Kekurangan dan kelemahan akan dibenahi masing-masing sekolah. Selain itu akan diberikan materi-materi tambahan berkaitan dengan pelaksanaan Unas,” ujarnya.

Kesulitan mengerjakan soal try out juga katakan Hengki, siswa SMAN 1 Sungaipenuh. Menurutnya, dari soal yang dipelajari di sekolah tidak ada yang masuk, sehingga menghabiskan waktu dalam mengisi lembaran jawaban. “Dari soal yang diberikan tidak ada yang dipelajari di sekolah,” katanya. (eep)


Pemkab Kerinci Minta Bantuan Pemprov

Maret 21, 2008

| 18-03-2008 |
Keluarkan Dana Tanggap Darurat untuk Atasi Banjir

SUNGAIPENUH- Untuk mengatasi banjir dan membantu korban yang rumah dan sawahnya terendam, Pemkab Kerinci mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi segera mengeluarkan dana tanggap darurat. Sementara ini Pemkab sudah mengeluarkan dana tersebut, namun jumlahnya terbatas. Wakil Bupati Kerinci Hasani Hamid mengatakan, untuk mengatasi bencana ini Pemkab Kerinci minta dukungan Pemprov dan pemerintah pusat. Menurut dia, pada APBD 2008 Pemkab Kerinci menganggarkan dana tanggap darurat Rp 2 Miliar. Dana tersebut tidak cukup untuk mengantisipasi bencana yang terjadi di Kerinci. “Kita butuhkan Rp 4,5 milyar. Jumlah ini termasuk kerugian sawah yang terendam. Jadi tidak cukup dana dari APBD (Kabupaten)_saja,” kata Hasani kepada wartawan dalam jumpa pers di ruangannya, kemarin (17/3).

 

Hadir dalam acara tersebut Asisten 1 Damhar Dahlan, Kepala KSPM Zulpahmi, Kadis Pertanian Eri firmansyah, dan Kadis Kimpraswil Kerinci Asep Supriyatna. Menurut Hasani, hingga kemarin belum ada bantuan dari Pemprov untuk korban banjir di Kerinci.

Selain dana tanggap darurat, Pemkab Kerinci juga berharap Pemprov Jambi segera menormalisasi Sungai Batang Merao. “Kita minta tidak hanya fokus kepada pengerukan, tapi juga ditindaklanjuti ke outletnya Danau Kerinci,” kata Hasani. “Muara Danau Kerinci sudah dangkal. Makanya kita mengharapakan Pemprov melakukan pengerukan agar air lancer.”

Seperti diberitakan, akibat hujan berkepanjangan dalam sepekan terakhir sejumlah daerah di Kabupaten Kerinci terendam banjir. Menurut Hasani, sawah yang terendam tersebut pada umumnya berada di sekitar anak Sungai Batang Merao, di antaranya di Kecamatan Hamparan Rawang dan Tanah kampung.

“Untuk padi masyarakat yang terendam,kita akan memberikan bantuan bibit. Sekarang sedang kita data berapa hektare sawah yang terendam, kemudian tanggul yang terbawa arus akan segara diperbaiki setelah air surut,” katanya.

Hasani meminta Dinas Pertanian segera membuat surat untuk memberikan bantuan bibit padi. “Tapi jangan bibit asa-asalan, carilah bibit yang berkualitas. Biarlah mahal, yang penting berkualitas,” kata Hasani kepada Kepala Dinas Pertanian Eri Firmansyah yang hadir dalam jumpa pers tersebut.

Kepala Kantor KSPM Kabupaten Kerinci Zulpahmi mengatakan, kemarin pihaknya sudah meberikan bantuan kepada korban banjir berupa beras 1,5 ton, sarden 11 dus, kecap 11 dus, dan supermi 50 dus. Berdasarkan pantauan Jambi Independent, kondisi air yang meluap dari Sungai Batang Merao dan anaknya terus naik. Ketinggian air diperkirakan terus meningkat, karena hujan juga masih terus mengguyur Kabupaten Kerinci. (


Siswi SMP 8 Bangko Dilarang Berjilbab

Maret 21, 2008

Wednesday, 19 March 2008

Juga Dilarang Yasinan di Sekolah

BANGKO – Aturan mengejutkan diperlakukan di SMPN 8 Bangko. Siswi sekolah yang terletak di lokasi PT Kresna Duta Agorindo (KDA) Langling Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin ini dilarang memakai jilbab yang dikabarkan tidak diperbolehkan oleh kepala sekolahnya Saidina Ali SPd. Alasan pelarangan memakai jilbab ini menurut para siswi dan guru karena kepala sekolah (Kepsek) berdalih belum adanya ketentuan yang jelas yang membolehkan siswinya memakai pakaian yang menutup aurat itu.

Tak hanya itu, sang Kepsek dikabarkan juga melarang siswa-siswinya untuk mengadakan yasinan setiap Jumat pagi.

“Katanya tak ada aturan dari Dinas Pendidikan pakai jilbab. Nanti boleh pakai lagi kalau sudah aturan dari Dinas pendidikan,” ujar seorang siswi yang enggan menyebutkan namanya pada Koran ini kemarin.

Menyusul sikap Kepsek yang mengundang keprihatinan itu, sejumlah gurunya juga merasa terancam. Karena dituding memprovokasi siswa untuk melawan kebijakan yang dilakukannya.

Informasi yang dihimpun Koran ini menyebutkan, mencuatnya pelarang memaikai jilbab itu, setelah sang guru agama Mardona dihadapan siswanya menyebutkan sebagai muslimah wajib menutup aurat. Karena itu akan melindungi diri dari perbuatan jahat serta bisa melindungi diri dari sengatan matahari.

Materi itu disampaikan kepada siswa kelas I, II dan III, saat mengajar pelajaran agama. Penyampaian itu tampaknya diresponi siswinya. Berlanjut kemudian siswi-siswinya dari hari ke hari makin banyak memakai jilbab dengan tetap pakaian sekolah putih biru.

Menurut Mardona, dan Azwar Anas keduanya guru di sekolah yang berada dalam lahan kebun sawit menjelang PKS (Pabrik Kelapa Sawit) PT KDA, Kepsek Saidina Ali, Rabu (13/3) siang hari mengumpulkan siswanya. Itu terjadi sekitar dua minggu setelah banyak siswi di sekolah itu memakai jilbab. Saat itu ia menyebutkan pelarangan pakai jilbab alasannya tidak ada ketentuan dari Dinas Pendidikan.

Berikutnya, sebagaimana juga disampaikan sejumlah siswi itu pada Koran ini esoknya, Kamis (13/3) kembali sekitar pukul 12.30 WIB siswinya yang memakai jilbab dikumpulkan di kantor. Informasinya siswi, di ruang itu mereka dimarahi karena memakai jilbab hingga membuat para siswi ketakutan.

Sikap ini mengundang keprihatinan Azwar Anas salah seorang guru berinisiatif menemui Kepsek. Karena tak bisa menerima sikap Kepsek yang demikian. Berlanjut kemudian keduanya berangkat ke Bangko menuju Kantor Diknas Merangin untuk minta kejelasan soal jilbab dipakai di sekolah negeri yang bukan sekolah agama. Diterima Mashuri, pejabat Diknas Merangin, Saidina belum bisa menerima soal jilbab itu.

Sementara itu, yasinan yang digelar tiap Jumat juga sudah tidak dilaksanakan di sekolah itu sejak dua minggu lalu jelang pelarangan jilbab. Padahal, Mardona hanya melanjutkan program guru agama sebelumnya, Yusni, guru sebelumnya yang kini sudah pindah ke sekolah lain.

Saidina yang coba dikonfirmasi di sekolah kemarin, yang bersangkutan tak berada di sekolah. Informasi dari guru, ia keluar sekolah. Persoalan itu juga sampai ke pihak PT KDA. Perusahaan yang mendirikan sekolah itu. Dimana Senin (17/3) guru Mardona, Azwar Anas dan Ade dipanggil Manager PT KDA Andi dan Najamuddin, Estate Manager. Mereka minta kejelasan soal permasalahan jilbab di sekolah itu. Menurut kedua guru itu, pihak perusahaan tidak mempersoalkan jilbab itu.

Namun Saidina Ali saat dikonfirmasi malam tadi melalui ponsel membantah kalau dirinya melarang siswi memakai jilbab. Informasi yang ada sebutnya sengaja diberikan oleh orang yang ingin menjatuhkannya yang belum tentu benarnya.

“Solusinya sudah ada dari pihak perusahaan (PT KDA, red) dimana anak tidak dilarang memakai jilbab. Juga tak ada pemaksaaan,” ujarnya malam tadi.

Bagian Dikmen Diknas Merangin Drs H Saman Kani dan Erizal S Pd yang dikonfirmasi siang kemarin menyebutkan kalau soal aturan baru pemakaian jilbab memang tak ada. “Kalau mau pakai jilbab silakan. Juga tidak ketentuan yang melarang memakai jilbab,” ujarnya.

Saman mengakui belum turun ke sekolah itu. Namun ia menyebutkan siang kemarin Kepsek Saidina datang ke Diknas menyampaikan persoalan itu. Isi laporan Saidina, Mardona menyuruh siswa pakai jilbab tanpa memberi tahu dulu dirinya sebagai Kepsek. Pantauan koran ini suasana di sekolah itu anak yang tak menerima pelarangan itu tetap berjilbab.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Provinsi Jambi, H Kadir Husein menyesalkan adanya tindakan pelajaran penggunaan jilbab di sekolah. Mengingat, menutup aurat merupakan perintah agama, yang kebetulan instrumennya adalah jilbab. ”Meski tidak ada dalam aturan Diknas, saya kira tidak boleh ada pelarangan seseorang dalam mengunakan Jilbab. Kecuali jika sekolah yang bersangkutan menganut ideologi lain,” tuturnya.

Oleh karena itu, sebagai pimpinan organisasi keagamaan terbesar di Provinsi Jambi ini, Kadir Husein menghimbau kepada kepala sekolah yang bersangkutan agar menghormati keinginan orang lain untuk menjalankan agamanya. Karena kebebasan menjalankan agama ini merupakan bagian dari hak azasi manusia (HAM). ”Saya harapkan masyarakat dapat menghormati hak orang lain dalam menjalankan agamanya,” tuturnya.

Pendapat yang sama juga dilontarkan oleh Sekretaris I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi, A Haris PhD. Menurut doktor lulusan Universiti McGil Kanada ini, kewajiban menggunakan jilbab merupakan perintah agama. Tidak boleh ada orang yang melarang orang lain dalam menjalankan perintah agama masing-masing. ”Kalau mereka melarang, berarti itu sama saja melanggar HAM,” tandasnya. (nio/arm)