| Thursday, 26 June 2008 | |||||
|
Pendaftaran Dijaga Ketat Aparat
Dari keenam pasangan tersebut, yang pertama kali mendaftarkan diri ke KPUD adalah pasangan Herman Muchtar dan Mulyadi Raf yang diusung oleh koalisi Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keduanya datang ke KPUD Kerinci sekitar pukul 09.00 WIB dengan diarak oleh ribuan massa yang melakukan konvoi kendaraan roda dua dan roda empat. Usia mendaftar kemarin, Herman Muchtar mengatakan bahwa dirinya bersama Mulyadi Raf mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati Kerinci dikarenakan panggilan hati nurani untuk membangun Kerinci, yang diusung oleh PKPB dan PDIP. ”Keinginan untuk maju sebagai calon bupati dan wakil butapi Kerinci tidak terlepas karena dorongan dari hati nurani untuk membangun Kerinci kedepan yang lebih baik,”jelasnya di KPU kemarin. Sementara, pasangan yang kedua mendaftar yakni Ami Taher dan Dianda Putera yang mencalonkan diri dari calon perseorangan atau calon independen. Diperkirakan Ami- Dianda bersama para pendukungnya termasuk dari kader PKS ke KPUD Kerinci sekitar pukul 10 .00 WIB, sama seperti kedatangan pasangan kandidat terdahulu kedatangan Ami-Dianda juga diarak oleh ribuan pendukungnya hingga memasuki pekerangan KPU Kerinci yang terletak di jalan depati parbo searah perumahan dinas Bupati Kerindi di Sungaipenuh. Ami Taher sendiri menjelaskan bahwa dirinya bersama Dianda Putera secara resmi telah mendaftarkan diri ke KPUD sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci dari perseorangan, dan pendaftaran berjalan dengan lancar dan sukses. ”Proses pendaftaran berjalan sukses dan lancar, terima kasih kepada masyarakat Kerinci yang telah memberikan dukungan kepada kami sehingga bisa mendaftarkan diri ke KPU sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati dari perseorangan,”ungkap Ami Taher saat jumpa pers dengan wartawan usai mendaftar kemarin. Kemudian Dianda Putera pasangan Ami Taher, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan media untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksaan pilkada Kerinci ini, sehingga pilkada damai tanpa konflik yang dinginkan oleh masyarakat dapat terwujud. Pasangan ketiga yang mendaftar di KPUD yakni H Murasman dan Mhd Rahman yang datang sekitar jam 12.00 WIB siang bersama para pendukung dan partai pengusung yakni Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Awal mulanya pasangan Murasman dan M Rahman bertolak dari kediaman Murasman di Sungaipenuh dengan mengendarai mobil pick up dan disusul dengan ratusan kendaraan lainnya baik roda dua, roda empat maupun Gunung Kerinci milik H Murasman menuju kantor KPUD Kerinci. Murasman dan Rahman saat melakukan jumpa pers kemarin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada partai penggusung yakni PPP dan PBR yang telah sepakat mengusung keduanya untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Kerinci sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci. ”Semoga saja keinginan untuk memperbaki Kerinci kedepan yang lebih baik dapat terwujud,” ujar Murasman. Pasangan yang selanjutnya datang ke KPUD mendaftar yakni pasangan H Hasani Hamid dan H Afrizal HS. Keduanya tiba di KPUD Kerinci sekitar pukul 14.00 WIB atau pukul 02.00 siang. Sebelum sampai di KPUD terlebih dahulu kedua pasangan cabup dan cawabup ini diarak keliling kota Sungaipenuh oleh ribuan massa pendukung berserta partai pengusung yakni PAN, PBB dan PKB Kerinci. Berawal dari posko Hasani Hamid Center (H2C) di jalan Yos Sudarso Desa Gedang Sungaipenuh, pasangan Hasani (Wakil Bupati) dan Afrizal (Kadis Pariwisata) diarak keliling menuju desa Sumur Anyir, Dusun baru, pasar Sungaipenuh dan diteruskan ke KPU Kerinci. Setiba di KPUD kedua pasangan ini bersama perwakilan partai pengusung langsung menuju ruangan tempat pendaftaran yang telah dipersiapkan oleh KPU Kerinci. Kepada wartawan kemarin, Hasani menjelaskan sesuai dengan visi dan misi keduanya akan mewujudkan Kerinci yang maju, aman dan damai menuju masyarakat madani. ”Kita akan berupaya melakukan pembaruan signifikan yang semuanya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kerinci, termasuk memberikan pendidikan dan kesehatan gratis,” terang Hasani. Selanjutnya Afrizal HS menambahkan bahwa, dirinya bersama cabup Hasani Hamid juga akan berupaya untuk mengembangkan pariwisata yang lebih baik apalagi Kerinci merupakan satu-satunya tujuan wisata di Provinsi Jambi. ”Untuk diketahui bahwa pariwisata itulah merupakan devisa yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Kerinci,” urainya. Sekitar dua jam setelahnya yakni pukul 16.00 WIB atau puluk 04.00 WIB sore giliran H Nuzran Joher dan Yulizarman yang mendaftarkan ke KPUD. Rupanya H Nuzran juga tak mau kalah dari kandidat yang mendaftar sebelumnya justru masa anggota DPD RI itu yang paling banyak diantara massa lainya yang ikut mendampingi ke KPUD kemarin. Menurut Nuzran, mendaftarnya bersama Yulizarman di KPUD tidak lain untuk memenuhi keinginan masyarakat Kerinci yang sejak lama menginginkan pembaharuan. “Kehadiran kami ini merupakan wujud nyata dari keinginan masyarakat Kerinci yang menginginkan pembaharuan,” katanya. Kemudian dijelaskan lagi, adapun yang menjadi prioritas pembangunan yang akan dilaksanakannya jika terpilih untuk memimpin Kerinci tidak lain mewujudkan Kerinci yang sehat, efisien dan memiliki gagasan yang baru (SEGAR), kemudian memberikan pendidikan gratis, kesehatan gratis, memperbaiki infrastruktur jalan dan revitalisasi irigasi. “Kita menargetkan selama kurun waktu 2 tahun sarana prasarana jalan sudah selesai dilaksanakan, dan pada tahun 3-4 akan mengembangkan ekonomi kerakyatan,” tutur Nuzran yang berpasangan dengan Julizarman dan diusung partai Golkar itu.. Sementara itupula, sekitar pukul 19.30 WIB giliran Zubir Muchtar mantan sekda Kerinci bersama pasangannya Daniel Miftah yang mendaftar di KPUD Kerinci. Tercatat bahwa Zubir dan Daniel adalah pendaftar terakhir sebagai bakal calon Bupati dan wakil Bupati di Kerinci yang diusung koalisi partai gurem ini. Sama seperti kandidat lainnya Zubir dan Daniel juga datang ke KPUD bersama ribuan massa pendukungnya, sehingga suana di KPUD Kerinci terlihat sesak lantaran banyaknya masa yang mengerumuni kantor itu untuk menyaksikan calon pemimpinnya yang mendaftar itu. Usai mendaftar kemarin malam, Zubir Muchtar bersama Danil Miftah juga mengungkapkan hal yang sama bahwa dirinya merasa terpangil untuk menjadi pemimpin Kerinci lantaran untuk memajukan daerah Kerinci, dimana titik fokus yang akan dibenahi adalah sektor pertanian lantaran 85 persen masyarakat Kerinci mengandalkan hidupnya dari sektor pertanian itu. Apa yang dilakukan nanti terang Zubir tidak akan keluar dari pada jalur atau data base yang ada yakni membangun sektor pertanian yang akan didukung oleh sektor lainnya, termasuk memperbaiki sarana dan prasarana. ”Harapan kita nantinya dengan perbaikan sektor pertanian akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kerinci,” ungkapnya. Terakhir, menurut Ivan Fauzani Raharja anggota KPUD Kerinci berdasarkan pendaftaran yang ada maka bakal calon Bupati dan wakil Bupati yang mendaftar berjumlah 6 pasang dan terakhir yang mendaftar adalah pasangan bakal calon H Zubir Muchtar dan Daniel Miftah. Usai pendaftaran ini maka terhitung 26 Juni hingga 2 Juli nantinya, maka semua pasangan cabup dan cawabup itu akan melakukan pemeriksaan kesehatan atau general chek-up di RS Mayjen HA Thalib Sungaipenuh. ”Kita belum memastikan apakah ke-6 pasangan bakal calon ini bisa lulus semuanya atau tidak, sebab KPUD akan melakukan penelitian administrasi dan ditargetkan sesuai jadwal 27 Juli hingga 2 Agustus diumumkan pasangan calon yang berhak maju dipilkada Kerinci,” tandas Ivan, lagi.
Dijaga Ketat Pendaftaran pasangan bakal calon Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup) Kerinci yang berlangsung Rabu (25/6) kemarin dijaga ketat aparat. Tidak kurang dari 200 lebih aparat disiagakan di KPUD Kerinci untuk mengawal jalannya pendaftaran tersebut. Dari keterangan yang didapatkan di KPU Kerinci kemarin, sedikitnya ada sekitar 197 personel polisi ditambah 35 orang satpol PP yang berjaga-jaga diseputaran kantor KPU Kerinci. Banyaknya personel yang diterjunkan ke KPUD tersebut tidak lain dikarenakan semua pasangan kandidat cabup dan cawabup mengerahkan ribuan masa pendukung pada saat pendaftaran itu berlangsung. Tak jarang pula, disetiap persimpangan menuju kantor KPUD di Sungaipenuh terlihat pula aparat kepolisian dari sat lantas mengatur arus lalu lintas, bahkan jalan depati Parbo dari arah sungaipenuh menuju perumahan Dinas Bupati Kerinci ataupun sebaliknya dari arah Rumah dinas Bupati di Kumun ke Sungaipenuh ditutup dan dialihkan serta hanya diperbolehkan untuk kendaraan pendukung para pasangan yang mendaftar di KPU. Kapolres Kerinci AKBP Drs Sunarwan Sumirat yang turun langsung mengawasi jalannya pendaftaran di KPUD ketika dikonfirmasikan menjelaskan bahwa, pihaknya dalam menurunkan rastusan personel itu tidak hanya terfokus di KPU saja bahkan pengawalan juga dilakukan hingga ke posko masing-masing kandidat sampai menuju kantor KPUD. ”Khusus personel kepolisian kita mengerahkan sebanyak 197 orang dan pengawalan dilakukan mulai dari posko kandidat hingga ke tempat pendaftaran di KPUD,” ungkap Kapolres. Ia menambahkan, banyaknya personel yang diturunkan tidak lain untuk memperlancar arus lalu lintas termasuk jalannya pendaftaran karena banyaknya masa pendukung masing-masing kandidat yang ikut serta ke KPUD. “Kita menurunkan personel dalam jumlah yang cukup besar, bukan sebagai pertanda bahwa situasi memanas tapi memperlancar proses pendaftaran para kandidat, demikian juga halnya kita menempatkan personel di setiap posko para kandidat,” sebut Kapolres. Selanjutnya, Kapela Kantor Satpol PP Kerinci Martias Muchtar, mengakui juga mengerahkan personelnya sebanyak 35 orang dalam rangka ikut mengamankan jalnnya pendaftaran kemarin. “Kita menurunkan personel sekitar 35 orang, untuk membantu melakukan pengawalan pendaftaran pasangan kandidat ini,” cetusnya. Sementara itu pula, meskipun pendaftaran cabup dan cawabup kemarin berjalan hingga kemarin malam dengan mengerahkan massa dalam jumlah ribuan oleh semua kandidat, akan tetapi semuanya berjalan lancar dan sukses, hanya saja pemakaian jalan saja yang sempat ditutup untuk umum dan dialihkan ke jalan yang berada dilingkaran bukit, sedangkan proses pendaftarannya tetap berjalan dengan lancar. Masih dari pantaun dari enam pasangan calon yang mendaftar tercatat yang paling banyak massanya adalah Nuzran Joher, dimana massa yang ikut mengantar pasangan dari Golkar itu mencapai lima ribuan bahkan antrean kendaraan sudah mencapai tiga kilo bahkan aparat juga terlihat kesulitan mengatatur kendaraan tersebut. “Kami mohon maaf banyaknya massa yang datang itu murni kehendak mereka yang ingin menyaksikan dan mengantar kami untuk pendaftar ke KPU,” urai H Nuzran Joher. (wdo)
SUMBER jambi ekspres url http://202.152.33.84/index.php?option=com_content&task=view&id=13088&Itemid=2 pengirim dendi setiawan |
|||||
6 CALON BUPATI BERTARUNG DI PILKADA KERINCI
Juni 26, 2008Firmansyah Aleg DPRD Kerinci yg Sederhana dan Bersahaja
Juni 22, 2008Dua periode jadi Anggota DPRD Kerinci, juga seorang apoteker, WAH BERAPA TUH KEKAYAANNYA???.
Tapi rumah masih MENGONTRAK, awalnya ke kantor di DPRD Kerinci Naik ojek, baru beberapa tahun belakanangan beli motor, sebagian besar hidupnya untuk berdakwah. mengajak orang kejalan kebaikan. BELIAU JUGA ORANG YANG PALING VOKAL DI DPRD KERINC, DALAM MENENTANG KEBIJAKAN-KEBIJAKAN YANG TIDAK BERPIHAK PADA MASYARAKAT.
Siapakah dia? dialah, Drs Firmansyah,apt. pejabat publik yang sanGAT bersahaja. ditengah berlimpahnya kekayaan yang diterima anggota DPRD Kerinci, beliau setelah dua periode menjadi anggota DPRD Kerinci, belum memiliki rumah yang permanen. Beliau masih mengontrak dirumah kayu sederhana disebelah rumah sakit DKT Kerinci. Padahal beliau juga adalah seorang apoteker, bayangkan berapa ‘gundukan” harta yang beliau peroleh jika memang ingin menumpuk kekayaan. Tapi bukan rumah dunia yang beliau inginkan, tapi “rumah akhirat”. Tanyalah masyarakat disekitar rumah beliau bagaimana pribadi ust Firmansyah? beliau sangat jauh dari tuduhan yang selama ini dialamatkan. Beliau hanya mengambil secukupnya saja dari gaji yang seharusnya diterima anggota DPRD Kerinci, selebihnya beliau infakkan untuk “membangun rumah di akhirat”
Ada keteduhan yang dirasakan setiap kali betemu dengan beliau. Yang keluar dari untaan kata beliau merupakan nasehat yang sangat menyejukkan hati. melihat wajah beliau membangkitkan semangat keislaman yang ada didalam dada. Apalagi jika ditambah untaian nasehat yang keluar dari pribadi yang bertaqwa.
Komitmen beliau untuk membangun Kerinci sangat lah luar biasa, melebihi orang Kerinci asli yang ada di DPRD Kerinci. Beliau ditugaskan untuk merintis dakwah dikerinci. Padahal kalau ingin enak, mungkin beliau akan memilih tinggal di Kota, di Pekanbaru sebagai tanah kelahiran. Tetapi komitmen yang besar untuk melakukan perubahan memantapkan langkah beliau untuk berjuang di Kerinci.
Harapan kita, kedepan
JANGAN ada TEBANG PILIHdalam penegakan hukum
TEGAKKAN KEADILAN
Karena kalau hukum sudah tebang pilih, kemana lagi keadilan itu di cari
Kalau memang semua anggota DPRD Kerinci Bersalah, mengapa hanya 8 orang saja yang dieksekusi. Kasus ini sarat dengan nuansa politis. Bagaimana kita tahu, bahwa, menjelang PILKADA segala cara digunakan untuk mencapai kekuasaan. Feri Siswandi kalau tidak terjerat kasus tersebut mungkin akan maju di pilkada krinci. Nasrul Madin, Zainal Arifin Adnan, Mat Ramawai, saya kira adalah orang yang akan meramaikan bursa pencalonan jika tidak terkena kasusu tersbut, tapi itulah politik.
Haruskah kita diam, atas semua ini. tidak, tidak…
kita tidak akan diam
jika tiba masanya nanti
kita akan buktikan
yang hak dan yang bathil
yang benar dengan yang salah
Sabar ust,
membuncah gemuruh didalam dada
membaca berita di kala senja
semoga sabar tetap di dalam dada
melewati ujian Allah Sang Pencipta.
KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezholiman yang akan kami hadapi
KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini, sepenuh ridho di hati
KAMMI adalah panah-panah terbujur yang siap dilepaskan dari busur
Tujuh sasaran siapapun pemanahnya
KAMMI adalah pedang-pedang terhunus yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Ilahi, Rabbi
KAMMI adalah tombak-tombak berjajar yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan
KAMMI adalah butir-butir peluru yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak menumbang kezholiman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi, Rabbi
KAMMI adalah mata pena yang tajam yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
KAMMI pisau belati yang selalu tajam bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi dakwah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati tuk raih jannah Ilahi, Rabbi
(izzatul islam: Tekad)
Hendri:Dia (Firmansyah) bersih,rumah saja dia masih ngontrak
Juni 22, 2008Saturday, 21 June 2008
Siapkan Pengacara, Kembali Ajukan PK
JAMBI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak tinggal diam terhadap masalah hukum yang tengah membelit salah seorang kader terbaik, Firmansyah yang duduk sebagai anggota DPRD Kerinci.
Seperti diketahui, Firmansyah bersama beberapa anggota dan mantan anggota DPRD Kerinci lainnya, divonis bersalah melakukan tindakan korupsi berjamaah dana APBD Kerinci 2003 lalu.
Pihak PKS berkeyakinan, Firmansyah berada pada posisi yang benar,
Karena itu, menurut ketua DPW PKS Henri Masyhur, pihaknya telah dan akan terus melakukan berbagai upaya dalam rangka membantu penyelesaian kasus hukum yang menimpa Firmansyah tersebut.
Langkah-langkah dan upaya yang telah ditempuh pihak PKS, sebut Henri, diantaranya, menyiapkan penasehat hukum bagi Firmansyah yakni direktur lembaga bantuan hukum Paham Jakarta, Zainudin Paru SH. Disamping itu, PKS juga akan mengajukan peninjauan kembali (PK) vonis hukum Firmansyah.
“Dia (Firmansyah) tetap pada posisi yang benar. Pada waktu itu (tahun 2003) lalu, Firmansyah adalah anggota Panmus DPRD Kerinci, bukan anggota panggar yang bertugas mengesahkan anggaran, dia penerima dana kesejahteraan dewan terkecil hanya Rp 24 Juta dan itupun sudah dia kembalikan tahun lalu,” katanya.
“Dia (Firmansyah) bersih, semua pemasukannya diketahui partai, malahan rumah saja dia masih ngontrak,” ujar Henri menambahkan.
Henri menegaskan, pihaknya tidak melihat Firmansyah melakukan tindakan-tindakan yang termasuk kategori korupsi. “Dia tidak merugikan negara, karena dia telah mengembalikan dana yang diterimanya, dia juga tidak memperkaya diri sendiri. Selain itu, dia juga tidak melanggar peraturan. Dana kesejahteraan yang diterimanya itu, merupakan dana yang sah dan telah diperdakan,” papar Henri.
Henri menengarai, ada tebang pilih dalam penyelesaian kasus hukum para anggota dewan dan mantan anggota dewan kerinci. “Ya, kita lihat ada rekayasa politik. Kenapa justru penolakan PK anggota panmus DPRD yang duluan turun, kenapa bukan penolakan PK pimpinan dewan dan anggota panggar,” sebutnya.
Selain itu, ungkap Henri, indikasi adanya tebang pilih kasus hukum DPRD Kerinci adalah, ada salah seorang dari enam anggota panmus DPRD Kerinci tahun 2003 yang kasasinya diterima dan orang itu adalah kerabat dekat kepala daerah.
Dan yang tak kalah penting, terang Henri, jika memang para anggota dewan dinilai menerima sogokan, pihak yang menyediakan atau pemberi sogokan dalam hal ini pihak eksekutif juga harus ikut di proses. “Bupati juga harus diperiksa,” tandas Henri.
Kendati meyakini Firmansyah berada pada posisi yang benar, pihak PKS sebut Henri, tetap menghormati hukum.
Kemarin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, menurut Henri, dengan diantar empat orang pengurus DPW PKS, Firmansyah mendatangi kejaksaan negeri Sungai Penuh. “Sekarang dia sudah di rutan (rumah tahanan) Sungai penuh. Partai menginstruksikan agar dia datang ke Kejaksaan dan dia mematuhinya,” tandas Henri. (tev/adv)
sumber jambi ekspres
url http://202.152.33.84/index.php?option=com_content&task=view&id=12887&Itemid=2
pengirim dendi s
Buya Firmansyah tidak melarikan diri tapi mengurus orang tuanya sakit
Juni 22, 2008|
Saturday, 21 June 2008 |
|
Bakal Menyusul 6 Anggota Dewan Lainnya SUNGAIPENUH – Firmansyah, anggota DPRD Kerinci dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Aminuddin, mantan dewan periode 1999-2004 kemarin menyerahkan ke Kejaksaan Kerinci. Dua mantan anggota ini tersandung kasus dugaan korupsi tunjangan kesejahteraan dewan 2003 sebesar Rp 1,4 miliar. Firmansyah yang tercatat masih aktif sebagai anggota DPRD Kerinci dari PKS menyerahkan diri ke Kejaksaan sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung diantar ke Lapas sekitar setengah jam berikutnya atau sekitar pukul 09.30 WIB. Sedangkan, Aminuddin menyerahkan diri dan diantar langsung ke Lapas sekitar pukul 10.30 WIB dan diantar langsung oleh pengacaranya Ramli Taha bersama dua orang anaknya ke kejaksaan dan dilanjutka ke Lapas Sungaipenuh. Langkah yang dilakukan Firmansyah dan Aminuddin ini menyusul empat rekannnya yang terlebih dahulu sudah mendekam di Lapas Sungaipenuh dalam kasus yang serupa yakni, Feri Siswadhi, Mat Ramawi, Mat Sadri dan Zainal Arifin. Sementara enam lainnya yang masih buron atau DPO yakni Baharudin By (65) dengan alamat Siulak Kecil Kecamatan Siulak, Rusli Daud (67) Semurup Kecamatan Air Hangat, Yusuf Sagoro (47) Tanjung Tanah Kecamatan Danau Danau Kerinci, Mansyurdin Sani (64) Siulak Gedang dan Khadijah (55) Mukai Tengah Siulak serta Sawir Samad (53) yang beralamatkan di desa Koto Renah Kecamatan Pesisir Bukit yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kerinci. Sebagaimana diketahui bahwa kedua anggota dewan periode lalu itu baru menyerahkan diri Jumat kemarin. Padahal, keduanya bersama enam rekannya sesama anggota dewan periode yang sama dalam satu berkas sudah ditolak kasasinya oleh Mahkamah Agung sekitar tiga minggu yang lalu. Bahkan surat keterangan Penangkapan atau DPO telah dikeluarkan oleh pihak Kejaksaan Kerinci dua hari yang lalu. Kajari Kerinci melalui Muhtadi, JPU ketika dikonfirmasikan di LP kemarin mengatakan bahwa pihaknya sekitar Senin (16/6) lalu sebenarnya sudah mendapatkan sinyal dari DPD PKS Kerinci bahwa Firmansyah anggota DPRD Kerinci aktif akan menyerahkan diri. Hanya saja, lantaran sang ayahnya masih sakit, penyerahan diri itu ditunda, lantaran yang bersangkutan masih menyelesaikan persoalan keluarga tersebut. Bahkan pada hari yang sama lanjut JPU Muhtadi, istri dari Firmansyah juga pernah kontak dengan dirinya sambil menceritakan persoalan yang menghantui suaminya itu sehingga belum siap untuk menjalani masa hukuman selama 18 bulan atau 1,5 tahun itu. “Buya Firmansyah tidak melarikan diri tapi mengurus orang tuanya sakit,” katanya. Akhirnya berlanjut pada Kamis (19/6) kemarin sekitar pukul 21.00 WIB atau sekitar pukul 09.00 malam Jumat dari DPD PKS kembali memberitahukan kepada dirinya untuk menyampaikan bahwa Firmansyah akan menyerahkan diri dan diantar oleh rekan-rekannya dari PKS itu. Ternyata apa yang disampaikan itu tambah Muhtadi, memang benar adanya dan sekitar pukul 07.30 WIB Jumat pagi Nopantri rekan Firmansyah di DPRD Kerinci datang ke Kejaksaan guna mengurus segala keperluan terkait penyerahan diri Firmansyah tersebut, setelah semuanya selesai barulah sekitar pukul 09.30 WIB langsung diantar ke Lapas. Demikian pula sebaliknya untuk terpidana Aminudin warga Tanjung Mudo Penawar mantan anggota DPRD Kerinci itu kata JPU Muhtadi, sekitar Rabu sebelumnya salah seorang puteranya datang ke Kejaksaan dan memberitahukan soal ayahnya akan menyerahkan diri. Salah satu alasan dirinya menyerahkan diri lantaran salah seorang puterinya akan menikah. “Kedua terpidana ini memang sempat dikabarkan melarikan diri ke Jakarta, ke Padang dan juga ke Jambi. Tapi kita tidak mengetahui keberadaannya sehingga dikeluarkannlah DPO. Kita berharap dengan penyerahan dua anggota dewan periode ini akan disusul oleh enam rekannya yang lain yang masih ditetapkan sebagai DPO dan mudah-mudahan akan ada yang menyusul dalam beberapa hari belakangan ini,” terangnya. Pada kesempatan yang sama pengacara 8 mantan dan anggota dewan tersebut Rahmi Taha SH MH, usai mengantar Aminudin ke Lapas kemarin menjelaskan bahwa apa yang ditudingkan selama ini bahwa kliennya melarikan diri atau menghindari jeratan hukum termasuk yang enam orang belum menyerahkan diri itu sama sekali tidak benar. “Mereka ini hanya minta ditegakkan keadilan di Kerinci kenapa dari sekian banyak mantan dan anggota dewan itu justru berkas mereka yang lebih dahulu dikeluarkan. Mungkin kalau ada yang menyerahkan diri sejak dulu mereka juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan seperti hari ini,” ungkap Ramli Taha yang mengakui bahwa dirinya sudah dipercayakan oleh ke 8 mantan dan anggota dewan itu untuk melakukan upaya Peninjauan Kembali (PK). Selama ini kata Ramli Taha, kedelapan mantan dan anggota dewan tersebut belum siap menerima kenyataan tersebut sehingga mereka memilih untuk menghindar dan setelah semuanya dilalui maka diputuskan bahwa mereka harus menjalani masa tahanan ini. “Semua kedelapan mantan dan anggota dewan ini pernah kontak dengan saya, termasuk Yusuf Sagoro yang masih berada di Malaysia dan saya juga sudah sarankan untuk pulang ke Kerinci, mereka menghindar sepenuhnya hanya untuk mendapatkan keadilan,” sebutnya. Dari keterangan pengacara terpidana Ramli Taha bahwa Sabtu (21/6) ini, dua terpidana lainnya yakni Rusli Dau dan Mansyurdin Sani, dimana keduanya telah mengontak dirinya untuk mendampingi mereka ke Lapas. “Mungkin besok pak Rusli Daud dan Mansyurdin Sani yang akan menyerahkan diri,” tuturnya. Sementara itu, sekitar pukul 11.00 WIB menjelang salat Jum’at kemarin Bupati Kerinci H Fauzi Siin, Hasani Hamid, Ketua DPRD H Masrul dan anggota DPRD berserta pejabat dilingkup Pemkab Kerinci dan unsur Muspida tiba di Lapas Sungaipenuh. Kedatangan bupati dan rombongan Ketua DPRD ke Lapas sama seperti sebelumnya tidak lain untuk membesuk dua mantan dan anggota dewan yakni Firmansyah (anggota dewan aktif) dan Aminudin (Ttidak aktif) yang sudah menyerahkan diri ke pihak Kejaksaan dan ditahan di LP Sungaipenuh. (wdo) |
Sepi, Hari Pertama Pendaftaran Cabup
Juni 20, 2008Sepi, Hari Pertama Pendaftaran Cabup
Friday, 20 June 2008
SUNGAIPENUH – Hari pertama pembukaan pendaftaran pasangan cabup cawabup Kerinci di Komisi Pemilihan Umum (KPU)Kerinci Kamis (19/6) kemarin, terlihat masih sepi pendaftar.
Padahal sebelumnya diketahui sudah ada beberapa partai politik termasuk calon perseorangan yang mengambil formulir cabup dan cawabup, namun tidak satupun partai yang melakukan pendaftaran kemarin.
Ketua KPU Kerinci Puadi, membenarkan hingga Kamis siang kemarin sekitar pukul 13.55 wib belum satupun partai politik yang telah mendaftarkan pasangan calon yang diusungnya ke KPU. ”Kita tetap akan menunggu sampai jadwal yang telah ditetapkan yakni pukul 16.00 wib atau hari kerja setiap harinya, hingga 25 Juni mendatang,” tambah Fuadi.
Melihat kondisi dan perkembangan politik yang ada di Kerinci sekarang, boleh jadi pilkada yang akan dilaksanakan Oktober mendatang cukup semarak, karena jumlah calon yang muncul saat ini sudah cukup banyak dibandingkan daerah lain dalam provinsi Jambi.
Apalagi dengan diakomodirnya calon perseorangan, Ami Taher dan Dianda Putera sebagai Calon Perseorangan yang berhak mendaftar dan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci.
Ketua KPU Kerinci Puadi BA ikut membenarkan hal tersebut. Malahan menurut dia, dari hitungan KPU berdasarkan persentase yang ada, diperkirakan akan ada 7 pasangan calon yang akan bertarung di pilkada Kerinci. “Ya, melihat dari persentase yang ada maka diperkirakan 7 pasang paling banyak untuk calon Bupati Kerinci,” terang Puadi.
Persentase yang dimaksudkan Puadi, didasarkan atas perhitungan suara atau kursi yang diperoleh ketika pelaksanaan Pemilu Legeslatif 2004 lalu. “Kalau berpedoman pada pemilu 2004 lalu bisa jadi ada 7 pasangan calon,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, sejauh ini sudah ada empat calon bupati dari partai yakni, Hasani Hamid yang diusung oleh PAN, Nuzran Joher diusung oleh Partai Golkar, Zubir Muchtar diusung oleh partai non parlemen dan Herman Muchtar yang diusung oleh koalisi PKPB dan PDIP. Dan satu pasangan dari jalur perseorangan yakni Ami Taher dan Dianda Putera.
Pasangan calon lainnya berkemungkinan muncul dari gabungan partai seperti PPP, PBR, PBB, PKB dan termasuk Demokrat yang saat ini belum diketahui akan berkolisi dengan partai poltik lainnya. (wdo)
Ami Taher-Dianda Putra Lolos Verifikasi
Juni 20, 2008Thursday, 19 June 2008
Adi Rozal-Sjofyan Terdepak dari Caden
SUNGAIPENUH – Langkah Ami Taher dan Dianda Putera untuk maju dan ikut bertarung dalam pilkada Kerinci melalui jalur calon independen (Caden)terwujud. Berdasarkan pleno yang digelar oleh KPUD dan dipimpin langsung ketua KPUD Kerinci Puadi, yang dimulai pukul 14.00 WIB atau pukul 21.00 WIB kemarin malam berhasil menetapkan pasangan Ami-Dianda berhak untuk mendaftar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci 2009-2014.
Dengan kata lain verifikasi yang dilaksanakan oleh jajaran KPUD Kerinci mulai dari PPS di tinglat desa, dilanjutkan PPK dan terakhir pleno di KPU malam kemarin malam berhasil mulus dilalui oleh pasangan Ami-Dianda tersebut.
Dari hasil pleno KPU malam kemarin yang berakhir sekitar pukul 20.55 WIB pasangan Ami-Dianda berhasil mendapatkan dukungan melebihi dari dukungan minimal yang ditetapkan oleh KPU Kerinci berdasarkan Peraturan KPU No 27 sebanyak 5 persen dari jumlah penduduk atau kuota yang ditetapkan untuk Kabupaten Kerinci sebanyak 15.825 dukungan suara. Sedangkan setelah dilakukan verifikasi malah dukungan Ami-Dianda melebihi kuota tersebut yakni 15.963 dukungan suara atau selisih 138 suara diatas kuota tersebut.
Sementara itu pasangan calon perseorangan lainnya yakni Adi Rozal-Sjofyan Hasyim harus terdepak dari keinginan untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci dari perseorangan itu, lantaran dukungan yang didapatkan setelah dilakukan verifikasi oleh KPU Kerinci kurang dari angka minimal yang ditetapkan. Dimana dukungan Adi Rozal-Sjofyan Hasyim hanya berjumlah 14.349 suara, dengan kata kurang dari kuota yang ditetapkan 15.825 suara.
Dari hasil pleno KPU Kerinci malam tadi juga diketahui bahwa total dukungan yang diserahkan oleh pasangan Ami-Dianda untuk 17 Kecamatan Kerinci berjumlah 19.589 dukungan suara, sementara dari hasil verifikasi yang dilaksanakan dukungan yang Memenuhi Syarat (MS) atau tersisa berjumlah 15.963 suara sedangkan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berjumlah 3.626 suara.
Disisi lain untuk pasangan Adi Rozal-Sjofyan Hasyim, jumlah dukungan keseluruhan berjumlah 17.473 suara, yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) setelah diverifikasi tersisa 14.349 dan tidak memenuhi syarat sebanyak 3.124 suara.
Memang dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh KPUD terbukti bahwa dukungan yang diberikan oleh masyarakat untuk pasangan Ami-Dianda hampir merata disetiap kecamatan dan yang menonjol sekali terdapat di Kecamatan Air Hangat sebanyak 7.072 dan Kecamatan Sungaipenuh 2.206 suara, terkecuali di Kecamatan Tanah Kampung sama sekali pasangan ini tidak menarik dukungan dari masyarakat setempat.
Semula memang terlihat jalannya pleno di KPU berlangsung tegang terlebih dari tim pasangan Ami-Dianda yang mendominasi hadir di KPUD Kerinci, satu persatu setiap kecamatan dukungan tersebut dibacakan oleh Sekretaris KPU Rusydi Marsam, mulai dari dukungan yang diserahkan untuk setiap kecamatanya hingga kepada suara yang dinyatakan Memenuhi Syarat dan Tidak Memenuhi Syarat untuk kedua pasangan calon perseorangan tersebut.
Terakhir berujung pada penjumlahan semua dukungan yang ditetapkan bahwa hanya pasangan Ami-Dianda yang berhak untuk mendaftarkan diri ke KPUD Kerinci dimana pendafataran untuk calon Bupati dan wakil Bupati dimulai Kamis (19/6) hingga 25 Juni mendatang setiap jam kerja yakni pukul 08.00-16.00 WIB.
Ketua KPU Kerinci Puadi BA, sebelum menyebutkan hasil pleno KPU Kerinci kemarin malam juga sempat menanyakan kepada peserta pleno dan juga sekretaris KPU Kerinci apakah pihak sekretariat mendapatkan laporan tentang adanya manipulasi data dukungan dan sebagainya secara resmi disampaikan ke KPUD, dan ternyata hal tersebut sama sekali tidak ada.
Hingga akhir pleno dilaksanakan KPUD tidak menerima dalam bentuk apapun manipulasi data dukungan suara, sehingga memutuskan hanya untuk pasangan Ami-Dianda yang berhak untuk mendaftar di KPUD Kerinci sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kerici. “Malam ini juga kita akan serahkan berita acara pleno ke pasangan masing-masing baik kepada pasangan Ami-Dianda maupun pasangan Adi Rozal-Sjofyan Hasyim,” terang Ketua KPUD Puadi.
Selanjutnya ditambahkan pula oleh Ivan Fauzani Raharja didampingi Mohd Iksan anggota KPU Kerinci bahwa segala proses atau tahapan pendaftaran atau penjaringan calon perseorangan, hingga ditetapkan seperti hasil pleno ini maka semuanya berjalan aman dan lancar termasuk berita acara dari seluruh PPK diterima KPUD Kerinci pada pukul 16.00 WIB atau pukul 04.00 sore kemarin
Dijelaskan Ivan, berdasarkan pasal 26 ayat 1 dan 2 Peraturan KPU No 15 tahun 2008 menyatakan bahwa bagi bakal calon perseorangan yang telah memenuhi persyaratan yang dibuktikan dengan berita acara verifikasi maka waji untuk mendaftar, sebaliknya bagi yang tidak memenuhi tidak berhak untuk mendaftarkan diri.
“Dari hasil pleno jelas bahwa yang berhak mendaftar adalah pasangan Ami dan Dianda Putera,” tambah Ivan yang juga merupakan ketua Pokja itu.
Sementara itu pula, Ami Taher calon Bupati dari perseorangan itu ketika dimintai keterangannya mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT, serta kepada semua pihak baik masyarakat yang telah memberikan dukungan maupun kepada tim yang bekerja setiap harinya tanpa mengenal waktu siang dan malam.
“Kami merasa bahwa hasil yang didapatkan ini berkat pertolongan Allah SWT, bagiamana banyaknya rintangan yang kita hadapi tapi itu semua bisa dilalui,” kata Ami Taher dengan wajah terharunya.
Ucapan terima kasih lainnya kata Ami, disampaikan kepada masyarakat Kerinci yang ada diluar daerah yang telah memberikan dukungan moril dan lolosnya dalam verifikasi juga merupakan keinginan dari masyarakat Kerinci yang ada diluar.
“Mungkin dalam satu atau dua hari kedepan kita akan mendaftar di KPU Kerinci sambil mempersiapkan berkas dan persyaratan lainnya,” ucap anggota DPR RI dari PKS itu.
Terakhir Ami mengakui, lulusnya dicalon perseorangan ini tentu saja menambah jumlah kandidat calon bupati ddan wakil Bupati dan ini menandakan bahaw suasana demokrasi akan berjalan lebih baik lagi dimana masyarakat akan mempunyai banyak pilihan di Kerinci. “Harapan kita pilkada berjalan lancar dan damai tanpa keributan dan tekanan apapun juga,” sebutnya.
Kemudian lagi pasangan Ami yakni Dianda Putera menambahkan bahwa pejuangan belumlah berakhir melainkan dirinya terus berjuang untuk memenangkan pilkada Kerinci guna mewujudkan perubahan sebagaimana yang diinginkan oleh masyarakat Kerinci. “Hari ini adalah sejarah baru bagi pilkada Kerinci yang telah mengeluarkan calon perseoarangan untuk maju di pilkada Kerinci, saya dan pak Ami tetap akan menjaga kemurnian ini dan malam ini adalah malam kemulyaan bagi kami,” ucap Dianda Putera sambil mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada semua pihak yan telah menyukseskan sehingga dirinya dan Ami Taher bisa lolos dalam pencalonan ini.
Dirinya juga mengatakan tetap akan terus berjuang sampai memenangkan pilkada Kerinci sambil mengajak masyarakat Kerinci untuk menciptakan pilkada yang damai tanpa keributan. “Perlu kita ketahui bahwa pilkada kali ini merupakan sejarah baru bagi masyarakat Kerinci guna mewujudkan perubahan,” sebutnya.
Sementara itu pula pantauan koran ini, mulai dari KPU Kerinci hingga ke DPD PKS terlihat suana haru masih menyelimuti dimana Ami dan Dianda itu berada dan ucapan selamat kepada keduanya juga bertubi datang, malah di KPU sendiri begitu usai dilaksanakan Pleno juga terlihat Dianda Putera melaksanakan sujud syukur. (wdo)
sumber jambi ekspres
url http://202.152.33.84/index.php?option=com_content&task=view&id=12763&Itemid=2
pengirim dendi s
PBR Pilih Murasman
Juni 20, 200820-06-2008 |
Koalisi Partai Islam Retak
SUNGAIPENUH- Menjelang pendaftaran cabup ke KPUD Kerinci sejumlah koalisi parpol mulai retak. Salah satu koalisi parpol yang sudah retak adalah koalisi Partai Bulan Bintang (PBB)-Partai Bintang Reformasi (PBR). Keretakan disebabkan kedua parpol tidak sepaham dalam mengusung kandidat. Padahal dua partai ini telah menjalin koalisi sejak Januari lalu. Keretakan kedua parpol terlihat setelah kedua parpol berbeda arah dan tujuan dalam menetapkan cabup.
Dulunya tiga kandidat yang bersaing di partai ini, masing-masing Hasani Hamid, Firwantan, dan Murasman. Di tengah jalan kedua partai tidak seiring. PBB ngotot ingin bersama Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Hasani Hamid, sedangkan PBR telah menetapkan Murasman sebagai cabup yang akan diusung.
Sekretaris DPC PBB Kerinci Junaifo tidak membantah terjadi keretakan. “Kita sudah mendapatkan persetujuan DPW untuk mengusung Hasani Hamid pada Pilkada Kerinci,” ujarnya. Lantas bagaimana dengan PBR? Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Saya tidak tahu, tergantung mereka apakah mau mengusung Hasani atau cabup lain. Yang jelas PBB sudah menentukan cabup yang akan diusung,” tegasnya.
Malah dalam acara sunatan massal gratis Hasani, Junaifo terlihat hadir bersama Ketua DPD PAN Kerinci Bagindo Liberty. Ini menunjukkan PBB telah bergabung dengan PAN mengusung Hasani. Sekretaris DPW PBB Provinsi Jambi Yulius Nur mengatakan, PBB memang telah bergabung dengan PAN mengusung Hasani.
Keputusan itu diambil DPW dalam rapat pleno. Menurut dia, kepastian PBB mengusung Hasani juga didukung DPP PBB. Ini tertuang dalam surat DPP Nomor A-01034/DPP-SEK/6/1429, 18 Juni. Surat itu ditandatangani Eddy Wahyudin dan Sahar L Hasan. “Setiap kader PBB harus mendukung Hasani Hamid dan Ali Idrus untuk maju pada Pilbup Kerinci,” ujarnya.
Hasani di sela acara sunatan masal tidak membantah PBB mengusungnya. Dia malah tersenyum lebar. “Itu kan merupakan keputusan partai, saya harus menerimanya. Saya mengharapkan partai lain untuk bergabung.” Hasani juga tidak menampik Ali Idrus sebagai pasangannya pada Pilbup Kerinci. (eep)
sumber jambi ekspres
url http://www.jambi-independent.co.id/home/modules.php?name=News&file=article&sid=9112
pengirim dendi s
Tim Amy-Dianda Datangi KPU, Adukan Temuan Dilapangan , ada upaya menjegal AMI TAHER
Juni 20, 2008Tim Amy-Dianda Datangi KPU, Adukan Temuan Dilapangan
Wednesday, 18 June 2008
SUNGAIPENUH – Puluhan tim Amy Taher-Dianda Putra, kemarin mendatangi kantor KPU Kerinci yang berada di jalan Depati Parbo Sungai Penuh. Kedatangan tim tersebut bertujuan untuk menyampaikan temuan-temuan lapangan, berkaitan dengan pelaksanaan verifikasi faktual dukungan terhadap pencalonan Amy-Dianda lewat jalur perseorangan.
Adapun temuan lapangan yang disampaikan oleh tim Amy-Dianda yakni, persoalan adanya PPK di daerah Masgo Kecamatan Gunung Raya, yang menurut mereka tidak mau menerima berita acara yang disampaikan oleh PPS, padahal suara atau dukungan untuk pasangan perseoarangan Amy-Dianda di daerah tersebut cukup banyak.
Disamping itu, tim Amy-Dianda juga sekaligus mengingatkan KPU Kerinci dan jajaranya hingga tingkat PPS, agar menerapkan prinsip Jujur dan Adil (Jurdil). Sebab sejauh pengamatan mereka dilapangan, terkesan ada semacam intimidasi yang bertujuan untuk menggagalkan pasangan perorangan ini.
“Kami menyampaikan aspirasi dari tim kami dilapangan menyangkut kuatnya tekanan yang bertujuan untuk menggagalkan calon perseoarangan ini. Makanya kami menyampaikan hal ini ke KPU, sekaligus meminta KPU berlaku Jurdil. Terlebih sampai sekarang tidak ada lembaga resmi seperti Panwas yang mengawasi jalannya verifikasi faktual ini,” kata Rizal salah seorang tim Amy-Dianda, kemarin.
Rizal menambahkan, tekanan yang dimaksudkan itu berasal dari para anggota PPK serta PPS, termasuk adanya penundaan verifikasi yang dilakukan oleh PPK yang terkesan sengaja. “Kami melihat ini dilakukan sengaja, sebab kalau bisa dipercepat kenapa harus diperlambat dan tentunya ini mengindikasikan ada hal-hal tertentu yang akan dilakukan,” terangnya.
Menanggapi pengaduan tersebut, Ivan Fauzani Raharja SH, Anggota KPU Kerinci mengatakan pihaknya telah menyampaikan pada tim Amy-Dianda terkait dengan adanya isu tekanan atau intimidasi tersebut. Ia menjelaskan, sejauh ini KPU Kerinci tetap bekerja sesuai dengan aturan yang ada dan PPK sampai saat ini masih bekerja hingga 18 Juni ini.
“Tidak benar kalau KPU ingin menghambat calon perseoarangn, kalau memang betul ingin menghambat sudah dari awal kami menutup dan tidak mengakomodir calon perseorangan ini,” terang Ivan. (wdo)
sumber jambi ekspres
url http://202.152.33.84/index.php?option=com_content&task=view&id=12727&Itemid=4
pengirim dendi setiawan

Ditulis oleh dendi setiawan
Ditulis oleh dendi setiawan
Ditulis oleh dendi setiawan