Tuesday, 29 July 2008
SUANGAIPENUH – Setelah mendapatkan kabar tentang mewabahnya virus Avian Influensa (AI) di Kerinci, membuat masyarakat menjadi cemas. Bukan hanya warga Desa Tanjung Mudo Penawar Kecamatan Keliling Danau saja yang mencemaskan akan keselatan jiwa dan ternaknya, malah warga lain di Kerinci terutama yang memiliki ternak unggas juga mulai mengkhawatirkan flu burung ini. Sebut saja Abdul Wahab, Sekretaris Dewan (Sekwan), dirinya yang kebetulan memiliki ternak ayam Arab kurang lebih 200 ekor mulai cemas, begitu mendegarkan di desa Tanjung Mudo Penawar sudah positif terserang virus AI atau virus flu burung.
Ia mengatakan akan segera menghubungi Dinas Peternakkan untuk mendapatkan langkah untuk mengatasi agar tidak terserang virus yang mematikan itu. Terlebih lagi desanya juga bersebelahan dengan Desa Penawar Keliling Danau. ‘’Kebetulan saya juga mimiliki ternak ayam Arab dan sekarang ini baru mulai bertelur sebanyak 200 ekor. Kalau memang benar positif flu burung saya akan minta petunjuk untuk mengatasi agar tidak tertular,’’ sebut Abdul Wahab yang juga warga Tanah Kampung itu.
Sementara itu, Ir Hasani, Kadis Peternakan mengaku pihaknya sedikit kewalahan mengatasi penyebaran virus ini dimana sebelumnya hal serupa sekitar 2 bulan lalu juga sempat terjadi di salah satu desa di Semurup Kecamatan Air Hangat dan sekarang ini malah terjadi lagi di Desa Tanjung Mudo Kecamatan Sitinjau Laut. Akan tetapi, sebut Hasani, masyarakat tidak usah terlalu risau karena khusus untuk kejadian di Tanjung Mudo, petugas telah melakukan penyemprotan dengan Protoc Disinfektan yang mendapat lisensi dari Departemen sehingga dijamin tidak akan menjalar ke daerah lain. ‘’Ya, masyarakat tidak perlu khawatir kami sudah semprot dengan Protoc Disinfektan yang sangat bagus dibandingkan Disinpektan lainnya. Dijamin tidak akan menyebar setelah disemprotkan dengan bahan tersebut di sekitar kandang milik warga Tanjung Mudo,’’ kata Ir Hasani.
Kadis Nakkan itu juga mengaku sejauh ini dirinya belum mendapatkan kabar dari stafnya apakah suda dikirimkan sampelnya ke Bukit Tinggi atau belum untuk memastikan positif atau tidaknya. ‘’Pengalaman yang sudah-sudah kalau hasil tes kitnya positif biasanya hasil labor Bukit Tinggi juga positif,’’ terangnya. Hasani juga menghimbau kepada masyarakat Kerinci, jika ditemukan kasus serupa dan ternaknya mati mendadak maka diharapkan segera melaporkan hal tersebut ke Dinas dan segera tim akan turun ke lokasi. ‘’Jangan tunggu lama-lama jika ditemukan kejadian serupa segera laporkan dan tim akan turun langsung,’’ katanya.
Ditambahkan Drh Dwi Sakti Nusantara, Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Kerinci yang membidangi masalah kesehatan, pihaknya sudah menanggulangi hal tersebut dengan melakukan penyemprotan di semua kandang ayam Desa Tanjung Mudo terutama di lokasi positifnya flu burung. ‘’Kami berharap dengan penanggulangan itu, virus AI tidak akan menyebar kemana-mana,’’ ungkap Drh Dwi. (wdo)
Ditulis oleh dendi setiawan
Ditulis oleh dendi setiawan
Ditulis oleh dendi setiawan