beberapa waktu yang lalu, saat dendi liburan di kerinci, dendi membaco koran kerinci pos (kalau tidak salah). dalam koran tersebut sedang hangat-hangatnya pemberitaan atas disyahkannya pembentukan kota sungai penuh oleh DPR RI. Namun bukan itu yang menarik perhatian dendi, tapi yang manarik perhatian dendi adalah komentar salah seorang masyarakat kerinci (katanya “tokoh”). Sang ‘tokoh” tadi seperti di kutip Kerinci Pos, menyatakan atas jasa-jasa pak nek dalam memajukan pembangunan di kerinci selama masa jabatannya, dan juga telah berhasil menggolkan rencana pembentukan kota sungai penuh, maka atas jasa-jasa tersebut, maka sepantasnyalah agar Plt (pelaksana tugas) walikota sungai penuh diberikan pada nek. entah serius atau bagarah, pernyataan tokoh (dari hongkong…) tadi nampaknya mendapat respon positif dari nek. Malah dari analisa nya, nek menggolkan pembentukan kota sungai penuh agar nantinya dapat maju berlaga di Pemilihan walikota sungai penuh. Minimal ibu ketua partai hanura kabupaten kerinci yang akan maju. yah itulah tipikal pejabat. lah taraso lamak duduk/ berada di lingkaran kekuasaan, tidak mau lari dari lingkaran/orbital kekuasaan tersebut. kalau terdepak dari kekuasaan yang telah lama dimilikinya, dia terkena penyakit post power sindrome sindrome pasca kekuasaan. satu yang pasti nek, istirahat lah kayo. Lah cukup “keberhasilan” kayo selamo 10 tahun ini “membangun” kerinci. sehingga kondisi kerinci 10 tahun belakangan “SEMAJU” yang kito rasokan saat ini. istirahat lah nek. Cukup kabupaten kerinci bae yang kayo “Permak” . Jangan kota sungai penuh nak kayo permak ugo. istirahat lah nek…..
Banyak Proyek Tak Pakai Papan Merek ?
Agustus 23, 2008Saturday, 16 August 2008
Kimpraswil : Bila Terbukti Kontraktor Akan Ditegur
SUNGAIPENUH – Saat ini diduga banyak proyek tanpa papan nama di Kabupaten Kerinci. Meski demikian ternyata tidak membuat Kimpraswil Kabupaten Kerinci bertindak cepat, justru sebaliknya terkesan diam. Bisa dihitung di Kerinci hampir semua proyek fisik oleh pihak kontraktor pelaksana enggan memasang papan nama. Bisa jadi, ini dikarenakan adanya ketakutan sejumlah rekanan atau kontraktor terkait dana proyek dan besarnya proyek diketahui masyarakat Kerinci.
Seharusnya, papan merek untuk setiap pekerjaan itu harus dipasangkan sehingga masyarakat juga bisa melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut. Tidak adanya papan nama di proyek setidaknya menandakan lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak Kimpraswil Kerinci.
Zulfikar, Pelaksana Tugas Kimparswil Kabupaten Kerinci dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, pihaknya belum mengetahjui hal itu. Ia menegaskan, papan nama sebuah proyek itu memang harus dipasang di setiap pengerjaan proyek.
Malah, kata Zulfikar, pihaknya akan memberi teguran kepada rekanan yang tidak memasang papan nama proyek tersebut. ‘’Papan nama itu wajib dan masyarakat berhak juga mengetahuinya. Kami akan memberikan teguran kepada kontraktor yang tidak memasang papan nama proyek nantinya,’’ terang Zulfikar.
Pengakuan PLH Kadis Kimpraswil kemarin, dirinya juga akan mengecek secara langsung sejumlah proyek yang ada di Kabupaten Kerinci. ‘’Hasil pengecekan tersebut akan dicatat dan diberikan teguran,’’ tukasnya. (wdo)
sumber jambi ekspres
pengirim dendi setiawan
Bandara Depati Parbo
Agustus 23, 2008Monday, August 2008
SUNGAIPENUH – Penyelesaian pengerjaan Lapangan Terbang (Lapter) Depati Parbo yang terletak di Desa Hiang Kecamatan Sitinjau Laut hingga kini terus dipercepat. Kerja kontraktor mega proyek yang menelan dana puluhan miliar rupiah itu, terus diawasi. Seperti yang terjadi pada Minggu (3/8) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB, Rizal Jalil, anggota DPR RI bersama Bupati Kerinci, Fauzi Siin dan Peltu Kadis Kimpraswil Kerinci, Zulfikar meninjau langsung ke lapangan.
Kedatangan rombongan ke lokasi proyek itu, tidak lain untuk mengetahui sejauhmana proses pengerjaan Lapter mengingat ada dua sumber dana yang dikerjakan. Dimana, satu sisi overlay menggunakan dana dari APBD Kerinci sebesar Rp 4,5 miliar, sedangkan untuk perpanjangan landasan sepanjang 400 meter dan pekerjaan lainnya mengunakan dana dari APBN sebesar Rp 35 miliar. Di lapangan kemarin terlihat pekerjaan masih terus berlangsung terutama perpanjangan landasan. Sementara untuk overlay landasan sepanjang 1.400 meter baru saja selesai dikerjakan.
Bupati H Fauzi Siin di lokasi proyek kemarin mengatakan, diakhir masa jabatan sebagai Bupati untuk kedua kalinya itu masih menyisakan pekerjaan yakni Lapter Depati Parbo. Sebelum berakhirnya masa jabatan tersebut maka lapter ini juga harus selesai dikerjakan dan hampir setiap saat dirinya menghabiskan waktu untuk mengawasi pekerjaan bandara. Malah kata Bupati, dirinya tidak mau mendengarkan lagi keluhan dari rekanan terkait pengerjaan Lapter ini dan harus rampung dalam tahun ini dan minimal November harus selesai dikerjakan. ‘’Kami tidak mau lagi dengar keluhaan dari rekanan, makanya untuk mengerjakan Lapter sekarang ini kami gunakan kontraktor Nasional, sebab pekerjaan ini membutuhkan teknologi tinggi dan tidak bisa dilaksanakan kontraktor local,’’ jelas Bupati.
Bagaimana pun, jelas Bupati, Lapter ini harus diselesaikan jika Kerinci ingin lebih maju. Sebab bagaimana pun selama ini kendala para invenstor untuk menanamkan modal di Kerinci dikarenakan terkendala jarak tempuh. ‘’Kami targetkan November sudah harus selesai. Dari sekarang terus dipacu pengerjaannya seiring padatnya kegiatan November mendatang yakni ulang tahun emas Kerinci, Festival Danau dan peresmian kota. Dengan beroperasinya bandara maka akan mempermudahkan akses menuju Kerinci nantinya,’’ terang Fauzi.
Di lokasi kemarin, kepada pihak pelaksana Bupati juga telah menyampaikan untuk segera didatangkan tambahan armada guna mempercepat pekerjaan Lapter. Dari sisi pekerjaan yang dilakukan rekanan sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya. Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI, Rizal Jalil yang terjun langsung ke lokasi memaklumi jika pekerjaan atau realisasi proyek perpanjangan landasan bandara yang mengunakan dana APBN baru mencapai 20 persen lantaran memang baru dimulai. ’’Kal au saya bisa memahami pencapaian fisik pekerjaan 20 persen karena baru dimulai, sedangkan APBD sudah hampir rampung,’’ katanya.
Sejalan dengan apa yang disampaikan Bupati, Rizal Jalil juga berharap agar perpanjangan landasan bandara Depati Parbo ini selesai November mendatang menginggat ada banyak agenda besar di Kerinci. Dirinya malah menjamin, jika Lapter Depati Parbo rampung dikerjakan November maka dirinya akan mengupayakan Menteri Perhubungan dan Komisi V DPR RI untuk menghadiri peresmian pemakaian bandara ini. ’’Harapan kami jika ini selesai maka 2009 nantinya akan diajukan kembali untuk mendapatkan alokasi dana tambahan untuk perpanjangan berikutnya dan Bupati sendiri sudah menyanggupi untuk pembebesan tanah dengan masyarakat,’’ terangnya.
Hal itu juga diakui Zulfikar, Peltu Kadis Kimpraswil Kerinci yang menyebutkan untuk pengerjaan bandara ini banyak digunakan kendaran atau armada dari Kerinci termasuk tenaga kerja. ’’Terkadang malah kendaraan itu dikontrakkan per tripnya,’’ terang Zulfikar. Dari keterangan Zulfikar kemarin terungkap, dirinya sejak awal sudah membatasi item pekerjaan dengan menggunakan dan APBD dan APBN. Untuk APBD katanya, senilai Rp 4,5 miliar sudah hampir selesai overlay-nya sedangkan dana APBN sedang dikerjakan sekarang ini. ’’Sesuai dengan permintaan Bupati maka November ini harus selesai dikerjakan,’’ urainya.
Terakhir, Guntoro Pelkasan Harian Lapangan PT Wijaya Perdana mengatakan dana dari APBN itu selain dipergunakan untuk perpanjangan landasan sepanjang 400 meter juga untuk membuat saluran kiri kanan, pagar dan termasuk saluran pembuangan air di bandara. ’’Kalau tidak terkendala cuaca maka kami optimis bisa selesai November, sebab kalau hujan kami tidak bisa bekerja lantaran tergenang,’’ tandasnya. (wdo/adv)
sumber jambi ekspres
pengirim dendi setiawan
Aktifitas Gunung Kerinci Meningkat, Statusnya Waspada level 2
Agustus 23, 2008| Saturday, 23 August 2008 | |
|
Berstatus Level 2, Pendakian Dilarang
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Koran ini, status gunung tertinggi di Sumatera itu menjadi waspada level dua. Dampaknya, segala bentuk aktifitas pendakian untuk sementara waktu dihentikan. Pelarangan pendakian Gunung Kerinci, tertuang dalam surat yang disampaikan kantor Balai Besar TNKS yang kebetulan berkedudukan di Kerinci. Yakni surat dengan Nomor : PG.752/IV-10/BTK-2/2008, yang ditindak lanjuti oleh pos pematau Gunung Api Kerinci melalui surat edarannya dengan nomor : 171/PGA.K/DVDMBG/2008 tertanggal 13 Agustus 2008 lalu. Seperti isi surat tersebut dijelaskan alasan tentang larangan pendakian, lantaran Gunung Kerinci itu, beberapa waktu lalu telah mengeluarkan semburan asap tebal pada pagi hari. Dimana asap tebal kehitaman itu menyembur dari puncaknya ke atas mencapai 100-500 meter. Bahkan, dalam surat edaran tersebut juga dibunyikan tentang terjadinya peningkatan tekanan gas dengan arah timur laut dan ke arah timur, disertai hujan abu yang juga terjadi di kaki Gunung Kerinci yang menerpa desa-desa di sekitar kaki gunung serta gempa vulkanik. Atas dasar dan pertimbangan itulah, pihak Balai Besar TNKS terpaksa menutup pintu masuk ke pendakian guna menghindari kemungkinan buruk jika pendakian dilakukan. Umar Usman, warga yang tinggal di kaki Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro menjelaskan, dirinya Senin (11/08) sekitar pukul 05.30 WIB melihat terjadinya semburan atau gumpalan asap tebal. ‘’Setiap hari saya biasanya bangun pagi, tidak tahunya Senin pagi itu kami melihat adanya gumpalan asap dan warga lainnya juga keluar dari rumah sambil melihat peristiwa itu,’’ katanya. Hanya saja, kata Umar, asap itu tidak mengarah kepada tempat tinggalnya melainkan ke arah timur. Sebab warga juga khawatir kalau sempat mengarah ke tempat tinggalnya maka tanaman yang ada akan menjadi rusak atau hangus terbakar. Sementara itu, Kepala Pemantau Aktifitas Gunung Kerinci, Heri Prasetyo yang beralamat di Lindung Jaya atau M 10 Kecamatan Kayu Aro, belum berhasil dihubungi. Teleponnya tidak diangkat. (wdo)
sumber jambi ekspres pengirim dendi setiawan |
Apa jadinya kalau Sang Murabbi dibajak?
Agustus 23, 2008Apa jadinya kalau Sang Murabbi dibajak?
August 2, 2008 at 4:30 am (Islam, religion) (film, Rahmat Abdullah, sang murabbi, sang murobbi, ust Rahmat)
Terkadang aku memang harus diingatkan tentang sesuatu yang sudah sangat jelas, bahwa membajak film Sang Murabbi itu bukan cuma mencuri hasil keringat para kru pembuatnya, tapi juga memakan harta anak yatim tanpa hak, anak-anaknya almarhum ustadz Rahmat sendiri.
Aku cuma bisa lakukan ini.
Bacalah yang kukutip dari blognya Zul Ardhia (sutradaranya Sang Murabbi) di bawah ini
Pada malam tadi juga, di daerah Pancoran-Tebet, saya bertemu dengan beberapa saudara-saudara saya. Ada Akh Yulius (KetUm MBR), Akh Tyo dan Ridwan (Iqro) serta Pak Ami Taher (CaBup Kerinci). Setelah selesai membahas urusan Pak Ami, kami pun berbincang soal Film Sang Murabbi. Satu hal yang membuat saya tertegun agak lama adalah saat akh Tyo bertanya, “Bang Zul, antum sudah siap belum kalau Sang Murabbi dibajak?”
Pertanyaan ini memang bukan untuk pertama kalinya saya dengar. Dulu pun saat hendak mencari investor, Ust. Triwisaksana pernah bertanya soal ini. Ketika itu saya menjawab akan berkhusnudzon saja. Yang terpenting produksi jalan saja dulu. Tapi, kali ini di saat film Sang Murabbi siap untuk dirilis, pertanyaan yang sama itu terasa lain. Ada sesuatu yang menggiris hati saya. Benarkah ada saudara-saudara saya, ikhwan wal akhwat fillah yang berniat membajak? Ini kan film dakwah? Film umat? Filim tentang Usrt Rahmat Abdullah Allahuyarham yang kita hormati dan cintai? Adakah yang tega untuk membajaknya?
Saya coba ungkapkan fikiran itu kepada teman-teman. Akh Tyo sambil tersenyum menasehati saya, “Akhi, antum jangan terlalu naif. Tidak semua ikhwah mempunyai fikiran yang sama dengan kita bahwa dalam berdakwah kita harus mau berkorban dan berkontribusi untuk dakwah. Akan ada saja ikhwah yang entah dengan niat dan alasan apa, tega membajak Sang Murabbi.”
Astaghfirullah! Ya, Allah benarkah begitu? Sungguh saya tidak mampu membayangkannya. Saya teringat pada saudara-saudara saya; para crew, para pemain, para ustadz yang mendanai film ini, juga para senior seperti Mas Embie dan Mas El Badrun (Penata Artistik). Semuamya telah bekerja keras dan bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita, melakukan perluasan dakwah melalui film. Apakah ini akan berakhir sia-sia?
Ya Allah, ya Rabb yang Maha Benar. Berilah kami petunjuk dan penerang akan kegundahan hati ini.
Saya juga teringat akan keluarga Ust. Rahmat Abdullah Allahuyarham, akankah saudara-saudara saya yang berniat membajak (tentu saja saya berharap ini tidak terjadi) akan tetap melaksanakan niatnya jika mereka tahu bahwa dalam setiap keping VCD/DVD yang dipasarkan, ada hak royalti bagi keluarga Ust. Rahmat Abdullah? Akankah mereka tega melakukan pembajakan?
dikutip dari http://rezaprima.wordpress.com/2008/08/02/apa-jadinya-kalau-sang-murabbi-dibajak/
Sang Murabbi
Agustus 22, 2008Subhanallah…Itulah kata yang pantas keluar setelah menyaksikan FILM SANG MURABBI. Setelah sekian lama menunggu diluncurkannya Film tersebut, yang katanya akan dirilis bulan Juli. Namun Baru hari ini, dipenghujung Agustus 2008 (tanggal 22 malam) dendi bisa menonton secara lengkap film tersebut. Setelah sebelumnya dibuat berdecak kagum dengan thriler film tersebut.
Luar biasa perjalanan hidup ust Rahmat Abdullah. Sekiranya perjalanan beliau tidak hanya dijadikan sebagai “dongeng sebelum tidur” tetapi memang harus dihayati dan sangat sesuai umtuk memompa semangat pejuang dakwah yang sedang berada “dipersimpangan jalan”
Istirahat lah “nek”
Agustus 21, 2008dalam kerinci pos, saat dendi libur di kerinci. dendi baco ado uhang kito kerinci yang mengusulkan nek jadi plt (pelaksana tugas) walikota sungai penuh. pertimbangannya karena “jasa-jasa” nek dalam menggolkan rencana pemekaran tersebut. ditambah “jasa-jasa” nek dalam “membangun” kerinci selam 10 tahun masa jabatannyo….
oei…..ADO URANG…???
ADO TANGGAPAN…????
081363967857
Agustus 21, 2008mungkin ada yang bertanya,siapasih dendi? sok mau jadi pengamat pilkada kerinci pula….kuliah se alun tamat. yo dak salah. padahal untuk milih enam pasang bupati bae.. masyarakat kerinci lah pusing tujuh keliling. mano biodatanya dak nyado lagi.
he..he..he..sory wo. bukannyo bermaksud mna kening kayo yang lah mulai tinggi tu berkerut. tapi kito mungkin tipe uhang yang idak suko dipublikasikan. kalu kayo nak kenal lebih jauh bisa hubungi nomor 081363967857. SMS dan telpon dari anda akan langsung dibalas dendi. yaaaaa iyyyaaa lhaaahhh. dendi kan masih mahasiswa. mana punya kipen untuk membayar tukang jawab telpon.
atau juga bisa melalui email:dendi_setiawanan05@yahoo.com
MAJU Kerinciku
kaki gunung sago
kamis 20 Agustus 2008 23:26 WIB
Ditulis oleh dendi setiawan
Ditulis oleh dendi setiawan
Ditulis oleh dendi setiawan
SUNGAIPENUH – Aktifitas Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 dpl, kembali meningkat.