| Monday, 11 August 2008 | |||
|
15 Orang Harus Perbaiki Sampel
KPU juga memutuskan 15 orang tidak lolos alias diharuskan untuk memperbaiki sampel dukungan dalam tempo paling lambat tiga terhitung mulai Senin. “Ya, rapat pleno kemarin malam memutuskan 43 bakal calon DPD lolos verifikasi faktual tahap pertama, sedangkan 15 orang tidak lolos dan harus mengikuti verifikasi tahap II,” ujar anggota KPU Provinsi Jambi, Pahmi Sy saat dihubungi, kemarin. 43 bakal calon DPD yang dinyatakan lolos verifikasi pertama tersebut, sudah dapat dipastikan bakal menjadi calon DPD pada pemilu 2009. Pahmi mengatakan, pihak KPU Provinsi Jambi akan mengusulkan 43 orang bakal calon tersebut kepada pihak KPU pusat. ” 43 bakal calon DPD itu Insya Allah otomatis lolos. Kita akan mengusulkan nama-nama tersebut pada KPU pusat, nanti akan ada pemeriksaan oleh pihak KPU pusat, setelah itu ditetapkan daftar calon sementara. Sebelum ditetapkan sebagai calon tetap, akan ada masa tanggapan masyarakat,” papar Pahmi. Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Provinsi, 43 orang calon DPD yang dinyatakan lolos verifikasi antara lain, M Nasir, Nyimas Ena, Kemas Farid Alfarelly, Megawati, Zainab Kasmijan, Hasbi Ansyori, Mustafa Lutfi, Juniwati Maschun (selengkapnya baca grafis) Menariknya, sejumlah nama-nama beken seperti anggota DPR RI, Elviana, Jamek Hasan yang sebelumnya diperkirakan bakal lolos verifikasi pertama, ternyata harus menerima kenyataan pahit, gagal lolos dan harus mengikuti verifikasi tahap kedua sebagai syarat untuk bisa lolos. Selain Elviana dan Jamek Hasan, bakal calon DPD lainnya yang gagal lolos antara lain, Tursiman, Lusia L Parabak, Iwan Faisal, Dedek Kusnadi, Ahmad Sulhan, Yeni Sinaga, Tiopan Purba, M Syukur, M. Sobri Assegaf, Adi Putra Siaga, Syarif Usman Assegaff, M Azhar dan M.Ikhsan. Sementara itu, anggota KPU Provinsi lainnya, Kasrianto, mengungkapkan, dalam menentukan lolos tidaknya bakal calon DPD dalam verifikasi sampel tahap I, pihak KPU Provinsi Jambi menggunakan formula, total dukungan dikurang jumlah sampel penalti (fiktif) dikali 50. Apabila hasilnya sama atau lebih dari dua ribu dan sampel yang faktual lebih dari 200 maka bakal calon DPD dinyatakan lolos verifikasi tahap pertama. Ditempat terpisah, Iwan Faisal yang dihubungi kemarin mengatakan kekurangan persyaratan dukungan akan dilengkapinya dalam waktu dekat. ‘’Secepatnya kekurangan dukungan itu akan saya lengkapi,’’katanya. Iwan mengaku tidak mengetahui berapa jumlah dukungan yang dianggap kurang dan tidak memenuhi syarat oleh KPU Provinsi Jambi. Dia mengaku, belum dihubungi oleh pihak KPU Provinsi. ‘”Sampai saat ini (kemarin) saya belum berkomunikasi dengan pihak KPU Provinsi. Besok (hari ini) saya akan bertemu dengan pihak KPU Provinsi,’’katanya. Sementara Elviana belum berhasil dimintai tanggapannya. Ketika dihubungi ponselnya, bukan Elviana yang menjawab melainkan anaknya. ‘’Ibu lagi di Mesir. Ini bukan nomor HP ibu, nomor HP ibu dialihkan,’’ungkapnya yang bernada wanita. Proses Seleksi Transparan Proses seleksi bakal calon DPD yang saat ini telah memasuki tahap akhir, diakui pihak KPU Provinsi Jambi telah berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Anggota KPU Provinsi Jambi, Kasrianto, menegaskan, dalam melaksanakan proses seleksi calon DPD, pihaknya tetap berpegang teguh pada aturan main yang telah ditetapkan. Jika dalam proses verifikasi faktual sampel dukungan calon DPD, ada pihak-pihak yang dicurigai bermain ditingkat KPU kabupaten/kota atau ada anggota PPK (panitia pemilihan kecamatan) yang bertindak tidak benar, masyarakat dipersilahkan untuk menyampaikan laporan kepada pihak KPU Provinsi. “Ya, masyarakat silakan melapor biar kita proses, tapi laporan tersebut harus disertai bukti yang kuat. Nanti bisa saja kita lakukan ralat atau perbaikan,” pungkasnya. (tev/mil) sumber jambi ekspres pengirim dendi setiawan |
|||
Komentar

Semoga tidak ada dukungan palsu.
manknya mas dendy milih siapa ntar
yah semoga masyarakayt jambi bisa berpikiran panjang tidak hanya teriming-imingi hadiah motor langsung bisa memilih,,lihat lah person nya jgn hanya sekedar hadiah lebih bgs calon DPD diminta membangun sekolah, puskemas, madrasah, masjid, mengadakan bakti sosial untuk manula, membersihkan sampah, menghijaukan kembali hutan yg telah dirusak agar tidak terjadi banjir dan tanah longsor,dll,,,selain berguna unt memajukan masyarakat Jambi kedepan, demi mencerdaskan kehidupan Bangsa dan Negara, Mencapai cita2 kemakmuran Indonesia kembali ke norma2 agama dan pancasila…salam NKRI
selamat berjuang saja, kalau sudah dapat posisi jangan korupsi, kualat keluarga besar saudara. berjalanlah dikoridor yang amanah, jujur dan iklas. semoga selamat.
orang-orang jambi harus cerdas dalam memilih wakil-wakil kita di pusat. jangn sampai kita hanya memberikan suara yang sia-sia.
Ingatlah saudara semuanya, jaman sudah berubah, jangan lagi piara feodal, jgn lg pilih caleg dari kerajaan, jangan lg biarkan politik dinasti berkembang, saatnya kito merubah, jangan lagi tunggu perubahan yang datang, tetapi kita yg harus merubah.
Ingat !!! Saatnya kedaulatan rakyat ditegakkan, kita sedang sortir/seleksi wakil rakyat, yang pegang jabatan RAKYAT kito2, mereka cuma wakil yang akan kita gaji selama 5 tahun, bukan datuk atau buyut mereka yang bayar gaji, tapi kita semua yg pegang jabatan RAKYAT, duit kita. Jadi mereka harus bikin lamaran lengkap disertai riwayat hidup, harus bersedia kita wawancarai, harus bersedia teken kontrak. Jangan beli kucing dalam karung, jgn pilih yang hanya kita kenal karena kesombongan, kekayaan, atau karena banyak saudara sanak famili mereka yang jadi pejabat. INGAT!!!!!!! Kita sedang memilih orang yang akan mewakili kita.