Kulit Kayu Manis, Jadi Pahit bagi Petani

WARNA merah dedaunan muda pohon kayu manis (Cassiavera) menambah keindahan alam Kabupaten Kerinci yang memang sudah menawan. Di sebagian kawasan sepanjang perjalanan dari Batang Merangin hingga menjelang Kota Sungai Penuh, ibu kota Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, daun-daun warna merah dari pohon tersebut memayungi jalanan.

Perpaduan keindahan pohon kayu manis tersebut semakin membuat alam Kerinci seakan bak “surga” saat kita memasuki kawasan perkebunan teh Kayu Aro. Warna hijau kebun teh dipadu dengan warna merah daun kayu manis menampakkan pemandangan yang elok di mata.

Kemolekan alam itu makin nyata karena di latar belakang perpaduan keindahan dua tanaman itu menjulang tinggi Gunung Kerinci. Gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia (3.805 meter di atas permukaan laut) itu seakan menjadi latar keindahan kebun teh dan kayu manis. Apalagi pada Sabtu (24/4) siang itu, langit bersih membiru.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kerinci Zubir Muchtar, kebun kayu manis tersebar di hampir semua kecamatan di kabupaten itu. Total luas areal kebun kayu manis di Kerinci tercatat sekitar 50.000 hektar. Produksi kulit kayu manis Kerinci menjadi pemasok terbesar produksi kayu manis Indonesia yakni memenuhi sekitar 85 persen dari total produksi nasional.

Areal terluas kebun kayu manis terdapat di Kecamatan Gunung Raya (14.170 hektar), disusul Kecamatan Gunung Kerinci (6.465 hektar), dan Kecamatan Kayu Aro (5.594 hektar).

DI Kerinci, kabupaten paling barat Provinsi Jambi, Cassiavera ditanam di sembarang tempat. Di pekarangan rumah, di tengah sawah, di tepi jalan, di perbukitan, bahkan di kaki Gunung Kerinci, pohon kayu manis tumbuh subur. Tanah Kerinci seakan semuanya cocok untuk tanaman yang tidak tumbuh bagus di daerah lain.

Akan tetapi, suburnya tanaman kayu manis di Kerinci, ternyata tidak dibarengi dengan manisnya harga kulit pohon rempah-rempah tersebut. Selama beberapa tahun ini, kulit kayu manis kering dengan kualitas paling bagus hanya Rp 2.500 per kilogram. Adapun untuk kualitas di bawahnya, kulit kayu manis kering hanya berharga Rp 1.500-Rp 1.700 per kilogram.

Bagi petani yang tidak mau susah-susah menjemur, bisa menjual kulit kayu manis basah dengan harga paling bagus Rp 1.300 per kilogram.

Rendahnya harga jual itu tentu saja tidak sebanding dengan kerja keras petani untuk merawatnya. Apalagi mereka telah menggantungkan harapan sedikitnya selama 10 tahun untuk bisa memanennya.

Kulit kayu manis, yang merupakan salah satu jenis rempah-rempah itu, biasa digunakan untuk penambah rasa masakan, bahan pembuat kue, minuman, serta bahan baku jamu dan kecantikan. Kulit kayu manis juga bisa untuk bahan baku obat.

“Harga kayu manis paling tinggi Rp 2.500 per kilogram, tidak sebanding dengan biaya perawatan dan tenaga yang kami keluarkan. Tetapi, mau bagaimana lagi, kami hanya bisa menjual kepada pedagang yang pengumpul yang datang,” tutur Chairul, petani di Desa Baru, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci.

Afrizon, petani di Desa Tamiai, Kecamatan Batang Mernagin, menyebutkan, harga kayu manis paling tinggi terjadi pada tahun 1998. Ketika itu harga kulit kayu manis melambung hingga Rp 6.000 per kilogram.

Menurut Afrizon, dari satu pohon berusia 18-20 tahun yang dipanen dapat diperoleh hasil sebanyak dua kuintal kulit kayu manis kering. Sebelum kulit kayu manis diambil, batang pohon yang telah bertahun-tahun tumbuh itu ditebang terlebih dahulu.

Chairul menyebutkan, dari satu pohon berusia 10 tahun miliknya, kulit kayu manis kering yang didapat tidak lebih dari 10 kilogram. Ia mengatakan, sebelum menebang pohon itu petani biasanya memotong ranting pohon selama bertahun-tahun, juga untuk diambil kulitnya. “Dari kulit cabang tersebut kami memperoleh penghasilan harian atau bulanan,” tuturnya.

Petani kayu manis menyebutkan, kulit pohon itu bisa kering setelah dijemur dua hari. Kulit kayu manis biasanya dibeli pedagang pengumpul yang datang ke rumah-rumah petani, atau mereka menjualnya langsung kepada pedagang di pasar.

Kulit kayu manis ini oleh pedagang dikirim ke Padang, Sumatera Barat, melalui Sungai Penuh. Dari sana dikirim ke Padang melalui Muara Labuh, Kabupaten Solok, atau Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, keduanya di Sumatera Barat.

Di kawasan Batang Merangin, tempat transaksi kulit kayu manis, biasa dilakukan pula di Pasar Desa Bedeng V. Di tempat inilah dihimpun kulit kayu manis kering dari berbagai desa di kawasan itu. Sementara itu, di kawasan Kecamatan Gunung Kerinci, pusat jual beli kayu manis berlangsung di Pasar Bedeng VIII. Tiga lokasi lain tempat transaksi di Sungai Penuh, ibu kota Kabupaten Kerinci, Gunung Raya, dan beberapa desa di Kecamatan Kayu Aro.

Seorang pedagang di Kayu Aro, Herman, menyatakan, pihaknya tidak mengambil keuntungan besar dari kulit kayu manis yang dibeli dari petani. “Saya menjualnya ke Padang dengan harga Rp 2.700 untuk kulit kayu manis kering kualitas terbaik,” ujarnya.

Padahal, dia masih harus membayar ongkos angkut ke Padang yang jumlahnya tidak sedikit. “Kalau dihitung, keuntungan bersih dari tiap kilogram kulit kayu manis kering cuma Rp 100,” kata Hendra.

RENDAHNYA harga kulit kayu manis di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, diduga disebabkan ulah pedagang besar yang mengekspor hasil Bumi khas Kerinci itu. Hasil alam yang sebagian besar diekspor itu, harganya di pasar luar negeri sekarang sekitar tiga empat dollar Amerika Serikat (AS) per kilogram, atau sekitar Rp 25.500 hingga Rp 34.000 per kilogram dengan kurs Rp 8.500 per dollar AS.

“Seharusnya, harga jual kulit kayu manis di tingkat petani sedikitnya seharga satu dollar Amerika. Harga kulit kayu manis sekarang tetap rendah karena jalur perdaganganya dikuasai sejumlah pedagang lama,” ujar Zubir Muchtar, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kerinci.

Zubir menyebutkan, sebenarnya sudah ada beberapa pedagang dari luar negeri yang hendak membeli langsung kulit kayu manis langsung dari petani. Pembelian langsung itu dilakukan agar petani mendapatkan harga jual yang lebih tinggi daripada sekarang. Namun, hingga saat ini pembelian langsung tersebut belum terwujud.

Untuk membantu petani kulit kayu manis, Zubir juga telah melakukan pembicaraan dengan Atase Perdagangan dari salah satu kedutaan besar negara sahabat di Jakarta.

Subur Budiman, Direktur Eksekutif Yayasan Jangki, salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sungai Penuh, mengemukakan pula, seorang pedagang dari AS telah merencanakan membeli langsung kulit kayu manis dari petani di Kerinci. Pembelian langsung dilakukan agar harga jual di tingkat petani bisa meningkat, dan mereka tidak lagi selalu bergantung kepada pedagang pengumpul atau eksportir di Padang.

“Kami akan membantu pembelian langsung tersebut, tapi sudah tiga bulan ini belum ada kabar dari pedagang luar negeri tersebut,” kata Subur.

Zubir Muchtar menduga, belum terwujudnya pembelian langsung kulit kayu manis oleh pembeli asal luar negeri dari petani adalah akibat permainan para pedagang besar yang selama ini menguasai jalur perdagangannya. Pedagang baru tidak bisa menembus jaringan kuat pedagang lama, yang sejak lama telah menguasai jalur perdagangan kulit kayu manis.

Padahal, seandainya harga jual kulit kayu manis kering kualitas terbaik bisa menembus angka satu dollar AS (Rp 8.500) per kilogram, petani akan bisa tersenyum. Kerja keras mereka dihargai dengan imbalan cukup memadai.

Pedagang besar yang mengekspor kulit kayu manis juga seharusnya tidak serakah. Dengan harga jual di luar negeri tiga dollar AS hingga empat dollar AS per kilogram, mereka masih mendapatkan keuntungan tidak sedikit.

Bagi pedagang besar di Padang yang selama puluhan tahun ini menguasai jalur ekspor kulit kayu manis, hasil alam itu selama ini telah memberi rasa manis bagi usaha mereka. Sebaliknya, petani yang bekerja keras dan harus sabar menunggu panen selama bertahun-tahun hanya bisa merasakan pil pahit. Bagi mereka, harga kulit kayu manis tetap tidak semanis rasanya. (AGUS MULYADI)

Sumber http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0405/05/daerah/1003187.htm
pengirim dendi setiawan

25 thoughts on “Kulit Kayu Manis, Jadi Pahit bagi Petani

  1. jika harga kayu manis murah,bg mn keadaan para petani,dan bg mn pula dgn bantuan dari bank dunia unutuk TNKS dan para petani.Kok bantuan tsb gak muncul2 as dimakan tikus bin mencit,krn kucing sudah tdk bersiung lg.Bgmn harga kayu manis dan hasil tani lainnya akan naik jika INFRASTRUKTUR ITU IDEK ADEO,YG ADO HANYO JALEN KEBO,dgn kata lain KU PIKI-PIKI BANYEAK UHANG PINTA TP,AKAU MIKI MALAEH…….

  2. manen??

    kipen kito lah di korupsi oleh penguasa, (incumben)
    rakyat idak tapikia

    pilih pemimpin baru yg dakek jo rekyat.
    pilihan hati nurani….

  3. pemerintah tolong perhatikan nasip petani kulit manis di kerinci, sudah puluhan tahun(30 th +) orang tua saya menanam kulit manis. tapi belum mendapatkan hasil yang setimpal. tapi saya cuma bisa sekolah sampai perguruaan tinggi. tapi untuk materi hanya pas-pasan dari dahulu sampai sekarang. tindak para monopoli pedagang kulit manis yang tak bermoral.

  4. pemerintah kerinci tolong perhatikan nasib para petani kulit manis dkerinci
    agar ekonomi masyarakat kerinci dapat meningkat
    khususnya untuk dinas yang terkait yaitu dinas perkebunan
    jangan kecewakan masyarakat
    saat inilah anda bisa membantu kesejahteraan masyarakat kerinci
    selagi anda duduk di posisi tersebut

  5. Membantu masyarakat petani penanam kulit manis di Jambi (kab. Kerinci, kab. Bangko khususnya yang mana lahan kulit manis sangat melimpah) haruslah serius. Karena tanaman ini di propinsi Jambi dapat dijumpai dimana saja dan sering disebut sebagai tanaman dewa. Lebih khusus lagi untuk kayu manis yang ditanaman di desa-desa pinggir hutan (kawasan yang dilindungi) yang sangat dekat dengan daerah resapan air, harusnya lebih mendapat perhatian besar dari pemerintnah daerah melalui jajaran terkait tidak saja dalam upaya membantu masyarakat pinggir hutan. Karena banyak akibat yang terjadi jika terabaikan.

    Harusnya tidak saja dengan memperbaiki harga, tetapi juga mengupayakan perbaikan seluruh sistim yang sudah ada secara optimal.
    Seperti memperpendek monopoli perdagangan yang sudah menjadi tradisi di tingkat pengumpul dan pedagang sehingga mata rantai dari petani hingga pasar sangat panjang. Dicari upaya untuk menerobos pasar Internasional dengan mengupayakan produk-produk lanjutan (proses pasca panen) dari produksi kayu manis misalnya minyak atsiri, simplesia buah kayu manis, serbuk kayu manis, produk obat lainnya, hingga kayu manis organik ataupun development produk lainnya dari komoditi ini.

    KKI Warsi – sebuah lembaga nirba Jambi yang salah satunya berupaya memfokuskan masalah ini, mencatat upaya mereka bersama-sama dengan petani Kayu Manis di Kec. Jangkat, kab. Bangko – Jambi untuk melakukan export kayu manis dilakukan di akhir th 1996 melalui program rempah organik. Sehingga petani pun sudah pernah punya pengalaman dalam mengupayakan penjulan kayu manis di pasar internasional, dan mereka sendiri sudah merasakan manfaatnya. Hanya saja karena infrastruktur dari desa mereka ke luar sudah tidak mendapat perhatian serius sehingga pasar tidak lagi memperpanjang kontrak mereka.

    Kerjasama semua jajaran mulai dari petani, kelompok pengumpul, pedagang dan pihak pemerintah hingga sektor lainnya yang terkait harus secara serius menangganinya dalam kejujuran konsep yang benar.
    Dalam mempersiapkan petani kayu manis menghadapi pasar global seperti sekarang ini, peningkatan kapasitas petanipun harusnya dibantu.

    Alangkah senangnya jika wakil rakyat yang terpilih dapat mengupayakan nasib petani kayu manis di daerah Jambi yang sudah tidak semanis dan seharum rasanya saat ini.

  6. bagaimanapun petani harus bersabar, ada awal ada akhir, dalam beberapa tahun terakhir harga kayu manis merosot, tapi sekarang telah menunjukakkan perbaikan harga. awal tahun 2009 ini, harga kayu manis telah menunjukan kenaaikan hampir 50 % dari harga yang lalu. kita lihat saja perkembangan harganya. apakah masih melaju naik, tetap, atau merosot lagi.

    Bagi petani yang berfrofesi di bidang kayu manis, harapan kedepan semoga harganya semakin manis, tidak pahit lagi bagi petani. kita harus terus berusaha dan jangan berdo’a, semoga apa yang kita perjuangkan tidak sia-sia untuk masa depan anak-anak dan keluarga, terima kasih

  7. sebenayo hargo kulit manih di luar tu 5.000-10.000/kg tuk yang jadi bubuk tu 20.000,/kg . tapi hargo ditutup pedagang besar di padang. petani menangis pedagang pengusaha di padang ktawo . cobo di cek kalo dak pacayo

  8. Pak kalo ad petani yg mau jual kulit kayu manis sayo sangup bli d atas hrgo pdgn dgn syarat rendemen oil 3% dgn ctt hrgo skrng per kg 3000 spe 4000 brapo pun sayo tmpung

  9. Klw emank kincai jd pemasok trbesar utk export kulit manis, maka pmerintah hrus brani menampung hsil dr ptani dan menahan pasokan tsb smpai harga naik… Ingat prinsip ekonomi donk say…”kebutuhan tetap persediaan kurang maka hrga naik”

  10. selamat siang semuanya dan apa kabar..?? sebelumnya salam kenal saya anta sinuaji….dan keinginan saya adalah membeli kayu manis kualitas bagus yang sudah di potong potong menjadi dua inchi atau kurang lebih 5 cm….sekiranya dapatkah bapak/ibumemberi saya info tentang berapa perkilo gramnya kayu manis yang sudah di potong dan yang masih panjang….mohon bantuanya…sebab saya membutuhkan kayu manis 6-12 ton per minggunya…jika ibu berkenan saya tunggu kabar baiknya dan ini nomer saya: 081338029330 anta sinuaji. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s