Oknum Guru Pukul murid (sampai masuk rumah sakit)

Keponakan Anggota Dewan Dipukul Guru
Thursday, 21 August 2008

Dipicu Terlambat Hadir ke Sekolah

SUNGAIPENUH – Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Kerinci.

Kali ini terjadi di Kecamatan Kayu Aro, dimana seorang siswa Kelas II IPS 3, bernama Gigi Adi Saputra, dipukul oknum Guru BP. Pukulan yang dilancarkan oknum Guru BP bernama Az itu, tepat bersarang di perut siswa tersebut. Akibatnya, Gigi Adi Saputra yang juga keponakan anggota DPRD Kerinci, Sartoni SPd, pingsan dan terpaksa dilarikan ke RS Mayjen H A Thalib, Sungaipenuh.

Menurut keterangan yang didapatkan dari korban yang masih tergeletak di rumah sakit, pemukulan dirinya oleh oknum Guru BP itu terjadi pada Selasa (19/8) lalu atau dua hari lalu. Dari penuturan putera Kasim, warga Kayu Aro itu, awal mula pemukulan terhadap dirinya lantaran ia terlambat datang ke sekolah. Karena ada sesuatu hal, maka dirinya datang ke sekolah terlambat setengah jam atau pukul 08.00 WIB. Atas dasar itulah dirinya dipanggil oknum Guru BP, Az. ‘’Saya dibawa ke ruangan BP, ditanya kenapa terlambat. Belum sempat saya jawab, perut saya langsung dipukul. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi,’’ jelas korban yang juga warga Desa Batu Hampar Kecamatan Kayu Aro dan masih dirawat di Zaal Bedah, RS MHAT Kerinci itu.

Selanjutnya, paman korban, Kamiyanto yang juga Kades Sungai Asam mengatakan, setelah dirinya mendapatkan kabar tentang kemenakannya (Gigi Adi Saputra) dipukul oknum Guru, tanpa banyak pikir lalu melaporkan hal itu kepada Kapolsek Kayu Aro. Gigi sendiri sempat dilarikan ke Puskesmas Kayu Aro hingga selanjutnya dirujuk ke RS Mayjen H A Thalib Kerinci, karena dirinya masih muntah-muntah dan kesakitan. Kemudian paman korban yang lainnya yang juga anggota DPRD Kerinci, Sartoni SPd amat menyanyangkan akan tindakan oknum Guru Az itu. Seharusnya selaku tenaga pendidik, tidak harus main pukul seperti ini dan tentu saja kejadian itu merupakan salah satu bentuk atau fenomena pendidikan Kerinci kurang pengawasan. ‘’Sekarang ini bukan zamannya main pukul seperti itu. Kami amat menyayangkan kejadian ini. Kami minta ada pengawasan dari instansi terkait,’’ kata Sartoni yang kebetulan di rumah sakit didampingi Yuzarlis, Anggota DPRD Kerinci yang juga dari Golkar Kerinci.

Sementara itu, Kapolres Kerinci, AKBP Drs Sunarwan Sumirat melalui Kapolsek Kayu Aro, AKP Harbunas kepada koran ini Rabu (20/8) kemarin, ketika dikonfirmasi membenarkan telah terjadi kekerasan oleh seorang Guru BP atasnama Az, warga Sungaipenuh yang bertugas di SMA I Kecamatan Kayu Aro terhadap seorang siswa yang bernama Gigi Adi Saputra warga Desa Batu Hampar. ‘’Kami baru saja mendapat laporan dari paman korban, Kamiyanto, atas pemukulan yang dilakukan oknum Guru BP, Az. Hingga kini korban masih dirawat di RS Mayjen H A Thalib. Kami tetap akan memproses masalah ini,’’ terangnya.

Menurut Kapolres, perbuatan yang dilakukan Az melanggar pasal 351 KUHP tentang kekerasan dan terancam dengan hukuman 4 tahun penjara. Hanya saja, sejauh ini Az maupun Kepala SMA I Kecamatan Kayu Aro, belum bisa dikonfirmasi. Sementara dari keterangan pihak keluarga yang sempat bertemu dengan Kepala Sekolah menyebutkan bahwa hal itu merupakan sebuah kekhilafan. ‘’Itu kekhilafan bukan kesengajaan,’’ kata keluarga korban, kemarin. (wdo)

pengirim dendi setiawan
sumber jambi ekspres

Satu Tanggapan ke “Oknum Guru Pukul murid (sampai masuk rumah sakit)”

  1. My Teacher The Hitman | Just a Note - Life happens daily Berkata:

    [...] aku tonton tadi di TV pas si anak baru diliput jadi lumpuh gara-gara di tampar gurunya, bukan cuma anak SMP tapi anak SD pun kena hadiah bogem dari [...]

Tinggalkan Balasan