Bandara Depati Parbo

Posted: Agustus 23, 2008 in Bandara Depati Parbo, Kerinci

Monday, August 2008

SUNGAIPENUH – Penyelesaian pengerjaan Lapangan Terbang (Lapter) Depati Parbo yang terletak di Desa Hiang Kecamatan Sitinjau Laut hingga kini terus dipercepat. Kerja kontraktor mega proyek yang menelan dana puluhan miliar rupiah itu, terus diawasi. Seperti yang terjadi pada Minggu (3/8) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB, Rizal Jalil, anggota DPR RI bersama Bupati Kerinci, Fauzi Siin dan Peltu Kadis Kimpraswil Kerinci, Zulfikar meninjau langsung ke lapangan.

Kedatangan rombongan ke lokasi proyek itu, tidak lain untuk mengetahui sejauhmana proses pengerjaan Lapter mengingat ada dua sumber dana yang dikerjakan. Dimana, satu sisi overlay menggunakan dana dari APBD Kerinci sebesar Rp 4,5 miliar, sedangkan untuk perpanjangan landasan sepanjang 400 meter dan pekerjaan lainnya mengunakan dana dari APBN sebesar Rp 35 miliar. Di lapangan kemarin terlihat pekerjaan masih terus berlangsung terutama perpanjangan landasan. Sementara untuk overlay landasan sepanjang 1.400 meter baru saja selesai dikerjakan.

Bupati H Fauzi Siin di lokasi proyek kemarin mengatakan, diakhir masa jabatan sebagai Bupati untuk kedua kalinya itu masih menyisakan pekerjaan yakni Lapter Depati Parbo. Sebelum berakhirnya masa jabatan tersebut maka lapter ini juga harus selesai dikerjakan dan hampir setiap saat dirinya menghabiskan waktu untuk mengawasi pekerjaan bandara. Malah kata Bupati, dirinya tidak mau mendengarkan lagi keluhan dari rekanan terkait pengerjaan Lapter ini dan harus rampung dalam tahun ini dan minimal November harus selesai dikerjakan. ‘’Kami tidak mau lagi dengar keluhaan dari rekanan, makanya untuk mengerjakan Lapter sekarang ini kami gunakan kontraktor Nasional, sebab pekerjaan ini membutuhkan teknologi tinggi dan tidak bisa dilaksanakan kontraktor local,’’ jelas Bupati.

Bagaimana pun, jelas Bupati, Lapter ini harus diselesaikan jika Kerinci ingin lebih maju. Sebab bagaimana pun selama ini kendala para invenstor untuk menanamkan modal di Kerinci dikarenakan terkendala jarak tempuh. ‘’Kami targetkan November sudah harus selesai. Dari sekarang terus dipacu pengerjaannya seiring padatnya kegiatan November mendatang yakni ulang tahun emas Kerinci, Festival Danau dan peresmian kota. Dengan beroperasinya bandara maka akan mempermudahkan akses menuju Kerinci nantinya,’’ terang Fauzi.

Di lokasi kemarin, kepada pihak pelaksana Bupati juga telah menyampaikan untuk segera didatangkan tambahan armada guna mempercepat pekerjaan Lapter. Dari sisi pekerjaan yang dilakukan rekanan sudah jauh lebih bagus dari sebelumnya. Pada kesempatan yang sama, anggota DPR RI, Rizal Jalil yang terjun langsung ke lokasi memaklumi jika pekerjaan atau realisasi proyek perpanjangan landasan bandara yang mengunakan dana APBN baru mencapai 20 persen lantaran memang baru dimulai. ’’Kal au saya bisa memahami pencapaian fisik pekerjaan 20 persen karena baru dimulai, sedangkan APBD sudah hampir rampung,’’ katanya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Bupati, Rizal Jalil juga berharap agar perpanjangan landasan bandara Depati Parbo ini selesai November mendatang menginggat ada banyak agenda besar di Kerinci. Dirinya malah menjamin, jika Lapter Depati Parbo rampung dikerjakan November maka dirinya akan mengupayakan Menteri Perhubungan dan Komisi V DPR RI untuk menghadiri peresmian pemakaian bandara ini. ’’Harapan kami jika ini selesai maka 2009 nantinya akan diajukan kembali untuk mendapatkan alokasi dana tambahan untuk perpanjangan berikutnya dan Bupati sendiri sudah menyanggupi untuk pembebesan tanah dengan masyarakat,’’ terangnya.

Hal itu juga diakui Zulfikar, Peltu Kadis Kimpraswil Kerinci yang menyebutkan untuk pengerjaan bandara ini banyak digunakan kendaran atau armada dari Kerinci termasuk tenaga kerja. ’’Terkadang malah kendaraan itu dikontrakkan per tripnya,’’ terang Zulfikar. Dari keterangan Zulfikar kemarin terungkap, dirinya sejak awal sudah membatasi item pekerjaan dengan menggunakan dan APBD dan APBN. Untuk APBD katanya, senilai Rp 4,5 miliar sudah hampir selesai overlay-nya sedangkan dana APBN sedang dikerjakan sekarang ini. ’’Sesuai dengan permintaan Bupati maka November ini harus selesai dikerjakan,’’ urainya.

Terakhir, Guntoro Pelkasan Harian Lapangan PT Wijaya Perdana mengatakan dana dari APBN itu selain dipergunakan untuk perpanjangan landasan sepanjang 400 meter juga untuk membuat saluran kiri kanan, pagar dan termasuk saluran pembuangan air di bandara. ’’Kalau tidak terkendala cuaca maka kami optimis bisa selesai November, sebab kalau hujan kami tidak bisa bekerja lantaran tergenang,’’ tandasnya. (wdo/adv)

sumber jambi ekspres
pengirim dendi setiawan

Komentar
  1. kito mengatakan:

    Mudah-mudahan dengan adanya lapter depati parbo ini kabupaten kerinci semakin terbuka, baik terbuka dari sisi inverstor, budaya, ekonomi, juga akan membuka mata para pemikir-pemikir kolot dengan paradigma primodialisme kuno. Sehingga kata “Keterbukaan” tidak diterjemahkan secara sempit dan terkotak-kotak.

    Saya sebagai putra kerinci di perantauan terkadang merasa prihatin dengan berita-berita miring terkait masalah-masalah yang sudah sedari dulu semestinya kita hapuskan, seperti persoalan kesukuan, pendatang dan lain sebagainya.

    Mari kita sebagai putra-putri kerinci, penduduk, pendatang, perantauan atau apapun namanya….. mari kita bersatu padu membagun Khincai tercinta ini…..

    Bangkitlah, harapan itu masih ada….

    Salam dari rantau

    ” Uwo Khincay “

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s