PILKADA Kerinci Berpeluang Dua Putaran

Oktober 17, 2008
Friday, 17 October 2008

HASIL sementara perhitungan suara pilkada Kerinci menunjukkan tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara diatas 30 persen.

Jika kondisi ini terus bertahan hingga perhitungan suara selesai, maka konsekwensinya terbuka peluang dilaksanakannya pilkada dua putaran.

Pihak KPU Kerinci sendiri sejak jauh-jauh hari menyatakan, jika keenam pasangan calon tidak ada yang mendapatkan perolehan suara diatas 30 persen maka mutlak dilakukan pilkada putaran kedua.

“Ketentuannya, jika tidak ada perolehan suara diatas 30 persen, otomatis dilakukan putaran ke dua,” kata Wazirman, anggota KPU Kerinci.

KPU Kerinci, kata dia, menargetkan putaran kedua akan dilaksanakan sekitar Desember mendatang.

Ketua KPU Kerinci, Puadi BA, kepada koran ini juga mengakui, terbuka peluang dilaksanakannya pilkada dua putaran, jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara diatas 30 persen.

“Tapi untuk saat ini kami (KPU Kerinci) belum bisa putuskan, karena kami belum tahu hasilnya (pilkada Kerinci),” tandas Puadi. (wdo/cr4)

sumber jambi ekspres


Duet Hasani-Afrizal.Zubir-Danil Kalah di TPS Sendiri

Oktober 17, 2008
Friday, 17 October 2008

Di Lapas, Suara AD-MR Imbang

TAK semua Cabup dan cawabup menang di TPS tempat mencoblos kemarin ( 16/10). Cabup incumbent Hasani Hamid – Afrizal (H2A) dan pasangan cabup Zubir Muchtar-Dahnil Miftah yang diunggulkan justru mengalami kekalahan ditempatnya masing-masing.

Seperti halnya untuk cabup Hasani Hamid yang melakukan pencoblosan di TPS 5 Desa Gedang Kecamatan Sungaipenuh, harus menelan kekalahan dan mendapatkan suara kedua terbanyak setelah pasangan Cabup Herman Muchtar-Mulyadi Raf yang mendapatkan perolehan 108 suara.

Meskipun demikian kekalahan pasangan H2A juga tipis yakni 101 suara, disusul kemudian diurutan tiga pasangan Ami-Dianda 95 suara, Nuzran – Julizarman 22 suara, Murasman-Rahman 6 suara dan pasangan Zubir-Dahnil hanya mendapatkan suara.

Demikian pula halnya di TPS Desa Hamparan Pugu Kecamatan Air Hangat, kediaman sekaligus tempat cawabup Afrizal HS mencoblos juga mengalami kekalahan dan unggul di TPS tersebut adalah pasangan Ami Taher-Dianda dengan perolehan 242 suara.

Sementara untuk pasangan H2A mendapatkan 37 suara, disusul pasangan Nuzran-Julizarman 4 suara, pasangan Murasman-Rahman 2 suara, Herman-Mulyadi 1 suara serta pasangan Zubir-Danil tidak mendapatkan suara sama sekali.

Sebaliknya pasangan incumbent lainya yakni Zubir Muchtar yang mencoblos di TPS 1 Kelurahan Pondok Tinggi juga mengalami kekalahan dan perolehan suara terbanyak di TPS tersebut adalah pasangan Ami-Dianda yakni 169 suara, sedangkan pasangan Zubir-Dahnil hanya terpaut 6 suara.

Khusus di posisi kedua di TPS I Kelurahan Pondok Tinggi lokasi Zubir mencoblos yakni pasangan Nuzran-Julizarman dengan 25 suara, disusul pasangan Herman-Mulyadi 23 suara, Hasani-Afrizal 20 suara serta pasangan Murasman-Rahman 14 suara.

Selain itu, dari laporan yang didapatkan koran ini menyebutkan pasangan Ami-Dianda khususnya cabup Ami Taher yang mencoblos di TPS 2 desa Air Tenang Kecamatan Air Hangat, dalam penghitungan suara pasangan AD berhasil mengungguli telak pasangan lainnya dengan perolehan suara AD meraih suara 311 suara, Nuzran-Jul 6 suara, Herman-Mul 2 suara, H2A 17 suara, Zubir-Danil 2 suara, dan Murasman-Rahman 6 suara.

Pasangan Murasman juga unggul di TPS tempat mencoblos Di TPS 1 desa Senimpik Kecamatan Siulak, berdasarkan pantauan hasil perhitungan suara pasangan AD memperoleh suara 1, pasangan Nuzran-Jul 19 suara, pasangan Herman-Mul 1 suara, pasangan H2A 13 suara, pasangan Zubir-Danil 1 suara, dan pasangan Murasman –Rahman unggul telak dengan perolehan 460 suara.

Sementara itu, Nuzran juga menang telak di TPS tempat dirinya mencoblos, yakni di TPS 1 desa Maliki Air Kecamatan Hamparan Rawang, Nuzran berhasil meraih suara telak 335 suara. Sedangkan pasangan AD 1 suara, pasangan Herman-Mul 1 suara, pasangan H2A tidak mendapat suara, pasangan Zubir- Danil 30 suara, serta pasangan Murasman-rahman 1 suara.

Khusus di TPS Bupati H Fauzi Siin, pasangan H2A unggul dari lima kandidat lainnya dengan perolehan sebanyak 85 suara. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Syafei ketua PPS setempat, Bupati yang didampingi Ibu Hj Djasri Murni Fauzi yang diantar oleh rombongan dan petugas pengamanan Bupati, datang untuk menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 7.30 dan merupakan pemilih yang ke 51, dan disusul oleh Ibu Bupati menjadi pemilih yang ke 52.

Dimana di TPS tersebut dan tiga TPS lainnya yang ada di desa setempat diungguli oleh pasangan Hasani Hamid dan Afrizal HS dengan perolehan 85 suara dari 180 suara sah.

Sementara berada pada urutan kedua pasangan Ami Taher dengan Dianda Putra yang berhasil memperoleh suara 39, kemudian menyusul pasangan Murasman dengan Rahman dengan perolehan asura 20, Zubir Muchtar dan Daniel Miftah 15 Suara, Nuzran Joher dan Julizarman 11 suara, dan menyusul Herman Muchtar dengan Mulyadi Raf 10 suara. Dari total keseluruhan mata pilih 186, sedangkan yang enam mata pilihnya dinyatakan tidak sah.

Imbang

Persaingan antara pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) dan Murasman-M Rahman (MR) juga terjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sungaipenuh. Duet AD yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 24 suara sama yang diperoleh duet MR.

Suara kedua diperoleh oleh pasangan Nuzran-Julizarman yang mendapat 15 suara, disusul pasangan Herman-Mulyadi 6 suara, pasangan Hasani-Afrizal sebanyak 3 suara, dan Zubir-Danil mendapat 2 suara.

Sapto kepala Lapas Sungaipenuh ini adalah merupakan pesta demokrasi dan ini merupakan pemilihan seara langsung yang pertama di Kerinci, dan untuk Lapas Sungaipenuh masyarakatnya yang menyoblos sebanyak 58 orang, tapi semuanya yang menyoblos di TPS Khusus Lapas Sungaipenuh sebanyak 75, karena ditambah dengan saksi masing-masing KPPS penjaga dan staf.

Sapto juga mengatakan bahwa pihak KPU pada beberapa waktu yang lalu telah melakukan sosialisasi seputar pemilihan bupati Kerinci di LP. “Sebelumnya pihak KPU juga telah melakukan sosialisasi, tapi kalau kampanye di Lapas itu memang dibolehkan,” jelasnya

Dari hasil pemungutan suara yang dilakukan dari 75 pemilih di TPS khusus Lapas pasangan Ami-Dianda dan Murasman-Rahman unggul dengan perolehan suara yang sama (24 suara) sedangkan suara yang rusak cuma 1 orang. (wdo)

sumber jambi ekspres


Ami-Dianda Unggul Sementara Di PILKADA Kerinci

Oktober 17, 2008
Friday, 17 October 2008

Hasil Quick Count Panwaslu dan PKS

SUNGAIPENUH – Pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) untuk sementara unggul dalam perolehan suara di Pilbup Kerinci kemarin. Berdasarkan perhitungan quick count dari Panwaslu Kabupaten Kerinci duet AD memperoleh 24,11 persen. Sedangkan data dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS),

pasangan yang maju lewat jalur perseorangan serta didukung PKS ini meraih 31,35 persen suara dari total 238.672 pemilih tetap.

Menurut perhitungan Panwaslu Kerinci pasangan Ami Taher-Dianda Putra telah meraih sebanyak 38.233 suara atau 24,11 persen disusul kemudian pasangan Murasman-Rahman (MR) 37.718 atau 23,74 persen. Jago PAN pasangan Hasani Hamid-Afrizal (H2A) memperoleh 27.352 atau 17,25 persen, Nuzran Joher-Julizarman (Nujul) 26.650 atau 16,81 persen, Herman Muchtar -Mulyadi Raf 17.868 suara atau 11,27 persen serta terakhir pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 10.758 suara atau 6,78 persen.

Total suara yang sudah masuk ke Panwaslu Kerinci tersebut tercatat 158.579 suara dari 238.672 suara yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Suhaimi dan Rusdy Hakim dua anggota Panwaslu Kerinci mengatakan perhitungan suara panwaslu Kerinci didasarkan pada data dari TPS yang ada di Kerinci atau 17 kecamatan yang merupakan data mentah dan langsung diakumulasikan atau dijumlahkan.

Menurut hematnya, justru perhitungan suara yang dijadikan landasan kemenangan akan dilakukan secara manual yang direncanakan akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan oleh KPUD Kerinci nantinya.

“Perhitungan sementara ini untuk membantu masyarakat berkaitan dengan hasil pencoblosan, masih terbuka kemungkinan kesalahan. Karena itu, kepastian perolehan suara yang dijadikan keputusan KPUD justru dilakukan manual. Data yang kita gunakan ini dari TPS atau data mentah yang langsung kita jumlahkan,” sebut Suhaimi.

Data atau hasil perhitungan ini terangnya masih bersifat sementara lantaran ada beberapa desa lagi yang hasilnya belum masuk ke Panwas yakni 3 desa di Kecamatan Batang Merangin serta Dua desa di Kecamatan Kayu Aro.

Harus diakui katanya, suasana tegang memang menyelimuti kabupaten Kerinci terlebih lagi di pusat kota Sungaipenuh, lantaran dari masing-masing kandidat, tim dan massa pendukungnya menunggu hasil perhitungan yang dilakukan oleh masing-masing tim kandidat tersebut.

Sementara itu, dari data atau jumpa pers yang digelar oleh internal PKS atau pasangan Ami Taher – Dianda Putera di hotel Mahkota Sungai Penuh kemarin malam sekitar pukul 20.30 wib, juga menyebutkan bahwa pasangan Ami Taher-Dianda Putera, cabup dan cawabup yang maju dari jalur perseorangan dan didukung sepenuhnya oleh PKS itu mengungguli lima pasangan lainnya yakni 31.885 suara atau 31,35 persen.

Diposisi kedua ditempati oleh pasangan Murasman dengan perolehan suara 21.811 suara atau 21,45 persen, disusul Hasani Hamid-Afrizal 17.323 suara atau 17,03 persen, Nuzran-Julizarman 13.558 suara atau 13,33 persen, Herman Muchtar-Mulyadi 11.969 atau 11,77 persen serta pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 5.153 suara atau 5,07 persen.

“Dengan banyaknya persoalan yang ada termasuk warga yang tidak mencoblos lantaran tidak dapat kartu dan surat panggilan dan sebagainya, maka kami memperkirakan sekitar 70 persen warga yang menggunakan hak pilihny. Dari jumlah itu yang masuk ke dalam perhitungan internal kami sebanyak 60 persen atau total suara yang masuk 101.698 suara dan hasilnya pak Ami-Dianda masih unggul dan mencapai 31,35 persen,” katanya Henri Mashur Ketua DPW PKS selaku juru bicaranya.

Melihat kenyataan atau hasil perhitungan yang ada katanya, jelas pasangan AD masih unggul bahkan pilkada Kerinci hanya berjalan satu kali putaran yang dimenangkan oleh pasangan perseorangan ini. ”Dari grafik perolehan suara terlihat jelas kita unggul dan hanya berlangsung dalam satu kali putaran,” jelasnya.

Masih dari hasil perhitungan yang dilakukan sebut Henri Mashur, ternyata kedua cabup yang didukung oleh PKS ini menang mutlak di daerahnya masing-masing yakni di dua kecamatan. Seperti Cabup Ami Taher menang mutlak di Kecamatan Air Hangat dan Dianda Putra juga menang mutlak di daeranya atau kecamatan Sungaipenuh.

Ini pertanda katanya, kedua cabup dan cawabup ini sangat diterima ditengah-tengah masyarakat disamping upaya dan perjuangan yang dilakukan oleh semua pihak termasuk tim yang berjuang door to door.

Selain itu di kecamatan lain, perolehan suara oleh pasangan AD juga hampir merata. “Tentunya ini sebuah kejuatan bagi kami lantaran kedaunya sempat di fitnah atau black campaing menjelang hari pemilihan,” urainya.

Sebaliknya Cabup Ami Taher dan Dianda Putra mengatakan, hasil perhitungan suara yang telah dilakukan oleh pihaknya dan menempatkan dirinya dan pasanganya Dianda sebagai yang teratas merupakan berkah Allah SWT dan sebuah hasil dari kerja keras selama ini disamping dukungan dari berbagai pihak. “Mudah-mudahan hasil ini terus bertahan hingga perhitungan oleh KPU nantinya,” terang Ami Taher.

Tentu saja jelas Ami, dirinya berharap pilkada Kerinci berlangsung satu kali putaran apalagi jika dirinya dan Dianda berhasil juga merupakan sebuah sejarah tersendiri bagi Indonesia dimana diluar Aceh, pasangan AD membuktikan sebagai calon perseorangan pertama yang lolos sebagai Bupati dan wakil Bupati dari calon perseorangan. ”Terakhir kami minta semua calon dan juga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal hasil pilkada ini hingga pleno KPU nantinya,” pinta Cabup Ami Taher.

Sedangkan dari tim Zubir Muchtar hingga pukul 21.00 WIB semalam dari total suara 121.673 suara pasangan Ami-Dianda juga unggul. Pasangan yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 29.996 suara, pasangan Murasman-Rahman ditempat kedua dengan 28.515 suara disusul pasangan Hasani Hamid-Afrizal dengan 23.437 suara, pasangan Nuzran-Julizarman dengan 18.515 suara, Herman Muchtar-Mulyadi Raf dengan 12.323 suara dan Zubir-Dahnil Miftah dengan 8.886 suara.

Disisi lain pihak KPU sendiri sejak jauh-jauh hari menyatakan, jika keenam pasangan calon tidak ada yang mendapatkan perolehan suara diatas 30 persen maka mutlak dilakukan pilkada putaran kedua. “Ini ketentuannya jika tidak ada perolehan suara diatas 30 persen, otomatis dilakukan putaran ke dua dan pihak KPU sendiri menargetkan putaran kedua akan dilaksanakan sekitar Desember mendatang,” tandas Wazirman, anggota KPU Kerinci. (wdo)

sumber jambi ekspres


Logistik Pilbup Kerinci Sudah Didistribusikan

Oktober 14, 2008
Wednesday, 08 October 2008

Distribusi Surat Suara H-3

SUNGAI PENUH – Logistik untuk keperluan pemilihan kepla daerah (Pilkada) di Kabupaten Kerinci, sudah mulai didistribusikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kerinci.

Anggota KPU Kerinci, Natres Jaya, mengatakan pendistribusian logistik sudah tersebar di 17 Panita Pemungutan Kecamatan (PPK).

‘’Ya semua Logistik akan sampai di tingkat kecamatan hari ini (kemarin) kecuali surat suara, karena surat suara akan kita distribusikan 3 hari sebelum pelaksanaan,”terangnya

Logistik yang telah didistribusikan itu, kata Natres, diantaranya kartu pemilih, formulir C KWK dan lampiran C, Surat pemberitahuan kepada pemilih, Plano C2 KWK, Formulir DA KWK dan lampiran , Pleno DA KWK.

‘’Semua sudah didistribusikan terkecuali surat suara. Saat ini surat suara masih dilipat,’’katanya.

Natres mengatakan penyerahan logistik untuk setiap Panita Pemungutan Suara (PPS) diserahkan kepada masing-masing PPK. ‘’PPK yang akan menyerahkan logistik itu ke PPS,’’ujarnya.

Sementara itu, ketua KPU Kerinci Puadi BA membenarkan kalau logistik akan didistribusikan mulai Selasa (7/10) karena mengingat waktu sudah mendekat.

“ Hari ini KPU akan distribusikan logistik Pilbup ke kecamatan yang akan diterima langsung oleh PPK disetiap kecamatan kecuali surat suara,”ucap Paudi kemarin

Untuk surat suara belum bisa di distribusikan ke kecamatan karena alasan keamananan. ‘’Surat suara itu akan kita distribusikan pada H-3 telah sampai di desa dan akan diserahkan pada TPS pada H-1. Untuk kenyamanan dan keamanan KPU telah bekerja sama dengan pihak Polres untuk mengamankan,’’katanya.

Dipihak lain, Puadi mengajak kepada seluruh masyarakat Kerinci untuk terus menciptakan kondisi aman dan damai selama berlangsungnya proses Pilkada di Kerinci. ‘’Mari kita laksanakan pilkada Kerinci yang aman dan damai, siapa yang terpilih itu lah yang menjadi pemimpin kita,”kata Puadi. (yal/jenn)


H-5 Surat Suara Disebar ke PPK Pilkada Kerinci

Oktober 14, 2008
Tuesday, 07 October 2008

Debat Kandidat Dibatasi 20 Pendukung

SUNGAIPENUH - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memantapkan persiapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kerinci 16 Oktober mendatang. Direncanakan mulai 11 Oktober atau H-5 surat suara sudah mulai disebar ke Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) di Kabupaten Kerinci. Ya, kita merencanakan 11 Oktober surat suara mulai dikirimkan ke seluruh kecamatan atau PPK,”ujar Wazirman anggota KPU Kerinci, sembari menjelaskan H-3 yakni 13 Oktober diperkirakan seluruhnya surat suara sudah sampai ke TPS-TPS.
SORTIR SURAT SUARA: Anggota Pramuka Kerinci sedang melakukan sortir surat suara di kantor KPU Kerinci, belum lama ini.

Wazirman menjelaskan sistem pengiriman surat suara dengan mengacu pada pengalaman sebelumnya pada saat pengiriman kotak suara dengan menggunakan kendaraan atau truk.

Masing-masing truk yang bermuatan surat suara akan bergerak dari kantor KPU ke arah hilir, tengah dan satunya lagi ke arah mudik, dan selanjutnya truk yang bermuatan surat suara akan berhenti di tiap-tiap Kecamatan.

”Pengalaman kita biasanya sekali jalan ada truk yang kearah mudik, tengah dan arah hilir dan nantinya disetiap kecamatan akan diturunkan surat suara sesuai dengan kebutuhan yang telah disusun,”ungkapnya kemarin.

Senada juga diungkapkan Natres anggota KPU yang kebetulan juga membidangi masalah distribusi surat suara. Menurut dia, dalam jadwalnya pendistrubisian akan dilaksanakan selama dua hari yakni 11-12 Oktober mendatang.

Pihaknya malah juga sudah merencanakan, akan membagi ke tiga rute yakni hilir, tengah dan mudik dan itu akan sekaligus dilaksanakan. ”Untuk mempercepat kita bagikan ke dalam tiga rute, dalam dua hari diperkirakan sudah selesai,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kerusakan surat suara? Natres mengaku KPU Kabupaten Kerinci sudah mewanti-wanti sejak dini. Buktinya, kerusakan surat suara tidak sama seperti kejadian di dua pilkada sebelumnya yakni Merangin dan Kota Jambi, melainkan kerusakan surat suara di Kerinci sangat minim sekali dan diperkirakan hanya 150-an lembar dari total yang dicetak sebanyak 246.957 lembar surat suara.

Kerusakan tak kurang 150-an lembar ini juga dibenarkan Jon Taufik SE, Sekretariat KPU Bagian Logistik. Menurut dia, sebagian surat suara sudah disortir dan hanya beberapa dus dari 75 dus yang dikirimkan dari PT Jakarta Komputer Siplayer. “Dalam satu dus yang berisikan 2.000 lembar surat suara, yang rusak hanya berkisar satu atau dau lembar,” terangnya.

Jon Taufik mengatakan, mulai Senin ini akan dilanjutkan sortir kembali yang dilakukan oleh anggota pramuka Kabupaten Kerinci. “Yang belum disortir hanya tinggal beberapa dus saja atau diperkirakan sekitar 95 ribu lagi dan dalam dua hari ini selesai disortir, dan siap untuk didistribusikan ke Kecamatan,” katanya.

Menurut pengakuan Bagian Logistik KPU Kerinci itu menyebutkan bahwa kertas suara yang rusak atau cacat itu rata-rata ada yang terbelah dibagian gambar cabup dengan kata lain ada yang sobek, kemudian ada yang sudah berlubang diatas bagian gambarnya sehingga tidak bisa digunakan lagi. Sebagai penggantinya, akan diambil dari surat suara cadangan yang jumlahnya 2,5 persen atau 7.925 surat suara.

Sekadar diketahui bahwa jumlah kertas suara yang dicetak dulunya disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap yang telah disahkan oleh KPU yakni 238.672 pemilih maka sebanyak itu lah surat suara yang telah dicetak, kemudian surat suara cadangan sebanyak 2,5 persen atau 7.925 lembar sehingga total keseluruhannya surat suara yang di cetak sebanyak 246.957 lembar dengan jumlah TPS sebanyak 566 TPS.

20 Pendukung

Acara debat kandidat yang akan dilangsungkan oleh KPU Kerinci Kamis (9/10) mendatang bakal berlangsung seru. Meskipun KPU telah mengancang-ancang sejak awal agar tidak terjadi hujatan, bisa jadi hal tersebut tidak bisa terelakkan bakal menjadi ajang ejek-ejekan antara masing-masing kandidat.

Namun, untuk membuat acara tersebut berlangsung sukes, maka pihak KPU Kerinci telah membatasi masing-masing kandidat hanya diperbolehkan membawa pendukungnya masuk ke gedung nasional sebanyak 20 orang, disamping kondisi gedung juga tidak memungkinkan menampung massa dalam jumlah yang terlalu banyak.

Bukan hanya itu saja untuk menyukseskan acara debat kandidat tersebut KPU Kerinci juga telah mempersiapkan para panelis yang ahli dibidangnya masing-masing seperti Prof Rozali Abdullah mantan Ketua KPU Provinsi yang ahli dibidang Hukum, Tata Negara, Pemerintahan dan Otonomi Daerah, kemudian ada Prof Yunasril Ali yang membidangi Agama, Budaya, Sosial dan kemasyarakatan serta DR Aulia Tasman pakar bidang ekonomi.

Sedangkan untuk moderatornya, KPU juga telah mempersiapkan Ansorullah SH.MH Dekan Hukum Universitas Jambi. “Semuanya untuk acara debat kandidat sudah kita persiapkan dan termasuk para panelis dan moderator nantinya,” jelas Wazirman anggota KPU Kerinci.

Lebih lanjut Wazirman menjelaskan, terkait dengan pelaksanaan debat kandidat ini maka KPU juga akan mengkoordinasikan kepada masing-masing calon dan timnya, untuk tidak mengerahkan masa dalam jumlah banyak dan itu sudah dibatasi hanya 20 orang dari masing-masing calon. “Untuk acara debat kandidat diperbolehkan membawa 20 orang saja,” cetusnya.

Anggota KPU Kerinci itu kembali menegaskan bahwa, acara debat kandidat yang dilansungkan itu bukanlah acara saling menghujat ataupun forum untuk saling menghantam antar kandidat melainkan, kelanjutan dari penjelasan visi dan misi untuk membangun Kerinci lima tahun kedepan. “Kita sudah tegaskan tidak ada hujat-hujatan nantinya, dan ini akan kita kondisikan dengan cabup dan timnya,” kata Wazirman.

Sebagai fasilitator acara debat kandidat ini terangnya, KPU Kerinci tidak sendiri melainkan bekerjasama dengan empat elemen yang telah mengajukan proposal ke KPU Kerinci meliputi MUI, MPK, IMM serta Gempur. “Kita harapkan seluruh kandidat mematuhi aturan yang sudah kita tetapkan terutama masalah pengerahan massa dan hanya diperbolehkan 20 orang saja,” tandasnya. (wdo)

sumber jambi ekspres


Ami-Dianda Pertegas Lakukan Perubahan di Kerinci

Oktober 14, 2008
Thursday, 09 October 2008
SUNGAIPENUH – Pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) kemarin giliran menggelar kampanye akbar di Lapangan Merdeka Sungaipenuh. Saat kampanye yang dihadiri puluhan ribu massa tersebut, pasangan yang maju lewat jalur perseorangan berjanji jika keduanya terpilih sebagai pemimpin Kerinci lima tahun kedepan akan melakukan perubahan di Kabupaten Kerinci.
KAMPANYE AD: Puluhan ribu massa saat menghadiri kampanye akbar Ami-Dianda di Lapangan Merdeka Sungaipenuh kemarin.

Apalagi setelah diperkuat dengan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga independen dari Universitas Indonesia (UI) akhir 2007 lalu,

dimana 90 persen masyarakat Kerinci mengingingkan perubahan, serta 85 persen menginginkan kepemimpinan yang baru. Atas dasar itupulah pasangan yang berhasil mendapatkan nomor urut satu ini maju dan mencalonkan diri sebagai cabup dan cawabup Kerinci periode 2009-2014 mendatang.

Kampanye akbar AD yang dimulai sekitar pukul 10.00-15.00 WIB juga dihadiri jurkam Nasional Abdul Aziz Matnur, Ahmad Shaikul, dari Provinsi H Daraqtuni Dahlan, Rusman Baudin serta jurkam yang ada di Kabupaten.

“Islam menganjurkan kita untuk melakukan perubahan, sebab jika hari ini sama dengan hari esok berarti kita termasuk orang yang merugi, akan tetapi jika hari esok lebih baik dari hari kemarin berarti kita termasuk orang-orang yang beruntung. Marilah bergabung dengan AD, kita akan berupaya untuk mewujudkan hari esok lebih baik dari sekarang,” tegas Cabup Ami Taher, didampingi cawabup Dianda beserta istrinya saat orasi ditengah ribuan massa dan simpatisannya kemarin.

Dikatakan Ami Taher, sudah saatnya Kerinci Bangkit dan melakukan perubahan dengan segala sumber daya yang ada. Dirinya teringat pada sebuah buku yang menyebutkan bahwa kedepannya, negeri yang mampu bertahan adalah negeri yang memliki dua ketahanan yakni ketahanan energi dan ketahanan pangan.

“Kerinci memiliki keduanya baik ketahanan enegri maupun ketahanan pangan, dan ini modal yang sangat kuat bagi Kerinci untuk bangkit serta melakukan perubahan, “ jelasnya.

Ami menuturkan, saat ini Kerinci memiliki lebih dari 200 mega watt sumber energi, sementara kebutuhan energi di Kerinci hanya sekitar 20 mega watt, jika potensi ini dimanfaatkan dan dikelola dengan baik maka Kerinci kedepan tidak akan pernah mati lampu seperti sekarang ini, bahkan sisanya bisa lagi dijual ke daerah lain sebagai sumber PAD.

Demikian pula Ketahanan pangan, Kerinci sejak dulunya terkenal sebagai daerah pertanian yang handal sebab komoditi pertanian terutama di provinsi Jambi ini hampir semuanya dipasok dari daerah ini apalagi padi sawah. “Tidak salah jika kami telah menempatkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan didalam melakukan program kerja jika terpilih sebagai Bupati dan wakil Bupati Kerinci nantinya, disamping memperbaiki infrastruktur jalan yang kondisinya sangat memprihatikan dan tak ubahnya seperti kubangan kerbau,” sebut pasangan AD.

Keduanya merasa sangat sedih melihat kondisi Kerinci yang ada sekarang ini, disatu sisi jeritan petani yang mengeluhkan masalah pupuk sementara harga panen yang rendah, belum lagi data dari BPS yang menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Kerinci mencapai 30 persen.

Angka ini kata AD, lebih besar dari angka rata-rata nasional dan provinsi yang hanya 16, 6 persen. Disisi lain, angka pengagguran yang tergolong tinggi yakni 20,9 persen serta persoalan pemuda yang tidak memiliki pekerjaan. “Kerinci harus bangkit, rakyat juga harus dilibatkan dalam pembangunan disamping meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selajutnya, jurkam Provinsi H Daraqtuni Dahlan yang juga putera Lempur yang berkesempatan melakukan orasi ditengah ribuan massa dan simpatisan AD mengupas tentang keberpihakan atau dukungannya ke pasangan AD. Diakui mantan anggota DPRD Provinsi Daraqtuni, dirinya sebelum menjatuhkan pilihan sudah lama meneliti dan menganalisa calon pemimpin Kerinci akhirnya jatuh pada pasangan AD, salah satu alasannya dikarenakan AD adalah sosok pemimpin masa depan yang agamis, santun, cerdas serta memliki jaringan cukup luas untuk di pusat dan internasional dalam rangka mengais dana untuk membangun Kerinci. “Kita tidak takut dengan calon lain yang menaburkan uang, ambil uangnya tapi jangan pilih mereka,” urainya.

Daraqtuni, juga mengingatkan kepada para pejabat, camat serta pegawai negeri lainnya yang ada di Kerinci untuk bersikap netral dalam pilkada. “Pegawai harus memikirkan jika calon lain yang menjadi pemimpin Kerinci makanya bersikap netralah dalam pilkada, rakyat jangan takut dengan pegawai,” terangnya.

Sebaliknya Ahmad Shaikul, LC jurkam AD dari pusat kepada massa dan simpatisan mengatakan mudah-mudahan saja pasangan AD ini bisa memenangkan pilkada Kerinci 16 Oktober mendatang sehingga perubahan di Kerinci bisa dilaksanakan. Malah dirinya, juga mengingatkan ke pasangan AD untuk tidak lupa dengan niatnya membangun Kerinci.

Shaikul menjelaskan pula, ada tiga pilar perdaban untuk bisa melakukan perubahan meliputi pengamdian kepada Allah SWT, kemudian menjamin keamanan masyarakat serta menghindari masyarakat dari kelaparan dengan kata lain mensejahterakan masyarakat. “Kita yakin semua pilar-pilar itu melekat pada pasangan AD, untuk itu jangan lupa 16 Okotober mendatang coblos nomor satu,” sebut Shaikul sambil megajak massa dan simpatisan AD mengucapkan kalimat Tauhid.

Selanjutnya Abdul Aziz Matnur,LC yang juga jurkam dari pusat menambahkan dengan memaparkan tiga buah cerita tentang Nabi Yusuf yang jujur dan profesional, Nabi Sulaiman yang mengerti dengan bahasa masyarakat serta Umar Bin Khatab yang mau mendengarkan suara masyarakat. “Semuanya ini juga ada pada pasangan AD, sehingga tidak ada asal-asalan bagi kita untuk tidak memilih pasangan AD ini, tandasnya.

Sama seperti kampanye kandidat lainnya, massa dan simpatisan AD juga dihibur oleh artis dari Sumbar Dedi Gampo serta dimeriahkan pula dengan pembagian doorprice, sambil membawakan lagu “Pok Ame -Ame Belalang Kupu-Kupu, Ayo Rame-Rame Coblos Nomor Satu.’ (wdo)

sumber jambi ekspres


Banyak Warga Tak Tahu Pencoblosan PILKADA Kerinci

Oktober 14, 2008
Thursday, 09 October 2008

Kerusakan Surat Suara Minim

SUNGAIPENUH - Meskipun hari H atau pencoblosan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci tinggal menghitung hari saja tepatnya 16 Oktober mendatang, akan tetapi masih ada masyarakat yang mengaku tak tahu kapan jadwal pencoblosan itu dilaksanakan.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di satu desa saja, malah hampir rata disetiap desa terutama yang ada di Kerinci. Sebagian besar masyarakat Kerinci tidak tahu kapan jadwal pencoblosan. Parahnya lagi sebagian warga tak tahu siapa saja yang menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati.

Sebut saja Hamdani, warga Pondok Siguang Kecamatan Keliling Danau merasa tidak tahu kapan jadwal pemilihan kepala daerah. Sepengetahuannya hanyalah kampanye dan itupun setelah dirinya melihat warga berduyun-duyun menuju lokasi kampanye seperti dilapangan Merdeka Sungaipenuh.

“Memang betul saya tidak tahu kapan jadwal pemilihan, mungkin bisa dicek kebenarannya bukan saja saya sendiri yang tidak tahu, bisa sebagian besar masyarakat di desa ini tidak ada yang tahu,” terangnya.

Hamdani menyebutkan, kalaupun ada sebagian yang tahu itu dari kalangan pegawai negeri saja, kalau masyarakat awam mana tahu dan siapa yang harus mereka pilih nantinya dikarenakan mereka sibuk dengan urusan ke sawah, ke ladang dan sebagiannya. Dirinya pun, mengakui bahwa dari pihak penyelenggara seperti di tingkat desa juga belum pernah memberitahukan atau menyosialisasikan kepada masyarakat. “Mana pernah kami masyarakat diberitahukan kapan jadwal pencoblosan dan tata cara pemilihan,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan Karani dan Sidi Rahman, tetangga sebelahnya yakni warga desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau juga mengakui tidak tahu menahu tentang jadwal pelaksanaan pemilihan. Kedua warga ini mengakui tahunya sekarang ini masa kampanye. “Kami tidak tahu kapan pemilihan dan baru tahu sekarang ini dari saudara,” kata keduanya.

Kenyataan itupulalah yang terjadi di desa Koto Iman Kecamatan Danau, Agus Salim Dusun Pendakian Koto Iman juga mengakui tidak tahu kapan jadwal pemilihan atau pencoblosan itu dilaksanakan.

Menurut keterangannya, selama ini tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat kapan akan dilaksanakan jadwal pemilihan bupati dan Wakil Bupati, seharusnya ada pengumuman atau pemberitahuan kapan jadwal pemilihan itu. “Hampir rata-rata warga di dusun pendakian ini tidak tahu dan ini boleh dibuktikan,” katanya ke Koran ini kemarin.

Tapi dirinya mengetahui ada iringan kendaraan untuk berkampanye termasuk baliho yang dipajangkan di desanya yakni desa Koto Iman, tapi kapan jadwal pemilihan itu yang tidak diketahui masyarakat. “Mungkin kalau tidak diberitahukan tanggal 16 ini akan ada pemilihan bupati dan wakil bupati, kami juga tidak tahu,”tambahnya.

Sementara itu, anggota KPUD Kerinci, Ivan Fauzani Raharja, menyatakan pihaknya sudah berusaha seoptimal mungkin untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada.

”Kami sudah berusaha menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada ini melalui pamflet, lieflet dan selebaran. Kami juga melibatkan PPS sejak pendataan mata pilih hingga ditetapkan,”ungkapnya, ketika dihubungi via ponsel, semalam.

Ia membantah jika masyarakat Kerinci banyak yang tidak tahu kapan jadwal pencoblosan Pilkada. ”Bahkan setiap kandidat dan tim suksesnya sudah melakukan kampanye hingga kepelosok, tidak mungkin masyarakat tidak tahu soal pilkada,”terangnya.

”Tapi kalau orang yang tinggal diladang dan hanya pulang satu bulan sekali, mungkin saja,”tambahnya.

Ivan juga mengharapkan kepada kandidat dan tim sukses agar mengingatkan masyarakat tentang jadwal pencoblosan saat kampanye.

”Toh hasilnya untuk mereka juga, jika masyarakat banyak yang memilih,”pungkasnya.

Kerusakan Minim

Sesuai dengan jadwal yang ada Rabu (8/10) kemarin, sortir surat suara yang dilakukan oleh KPU Kerinci dengan melibatkan anggota Pramuka berakhir sudah.

Kerusakan surat suara yang diprediksikan bakal terjadi ternyata diluar dugaan dan kerusakan yang terjadi hanya sebesar 0.002 persen atau dua lembar dari seribu surat suara yang ada dan tentunya angka ini jauh dari perkiraan semula.

Seperti yang disampaikan sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci agaknya sudah mewanti-wanti sejak dini terkait dengan kerusakan surat suara ini.

Alhasil kerusakan surat suara tidak sama seperti kejadian di dua pilkada yang telah sudah yakni Merangin dan Kota Jambi, melainkan kerusakan surat suara di Kerinci sangat minim sekali atau berkisar sekitar 150-an lembar dari total yang dicetak dulunya sebanyak 246.957 lembar.

Seperti yang diungkapkan oleh anggota KPU Kerinci Natres Jaya SH yang kebetulan juga membidangi masalah surat suara itu. Ia menuturkan, pihaknya sejak awal memang sudah mengantisipasi kerusakan sursat suara ini dan hasilnya seteleh semuanya selesai disortir kerusakanya memang sangat minim. ”Kalau angkanya secara pasti pasti saya tidak hafal, yang jelas sekitar 0.002 persen sebab didalam satu dus berisikan dua ribu lembar hanya terdapat sekitar dua yang rusak,” katanya.

Misalnya surat suara yang rusak itu seperti gambar cabup yang agak kurang jelas, ada lubang kecil sebesar jarum, kertas suara yang seperti itu tidak akan digunakan dan diambil sebagai pengantinya dari surat suara sudah dicadangkan.

Natres juga menjelaskan, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh KPU maka pendistrubisian suart suara akan dilaksanakan selama dua hari yakni 11- 12 Oktober mendatang. ”Kita akan mendistribusikan suarat suara kepada PPK, dan PPK menyerahkan ke PPS, dimana dalam penyerahan nantinya akan diawasi oleh panwaslu termasuk keamanannya tetap akan dijamin,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jon Taufik SE, Bagian Logistik KPU Kerinci dirinya menjelaskan surat suara sudah disortir dan hari ini terakhir (Rabu,red) yang dikirimkan dari PT Jakarta Komputer Siplayer. “Dalam satu dus yang berisikan 2.000 lembar surat suara, yang rusak hanya berkisar satu atau dau lembar,” jelas Jon taufik.

Menurut pengakuan Bagian Logistik KPU Kerinci itu menyebutkan bahwa kertas suara yang rusak atau cacat atau rusak itu rata-rata ada yang terbelah dibagian gambar cabup dengan kata lain ada yang sobek, kemudian ada yang sudah berlubang diatas bagian gambarnya sehingga tidak bisa digunakan lagi, termasuk ada yang kabur juga. Sebagai penggantinya, akan diambil dari surat suara cadangan yang jumlahnya 2,5 persen atau 7.925 surat suara.

Ditambahkannya lagi pendistribusain surat suara kepada PPK sesuai dengan jumlah mata pilih yang ada di setiap TPS, ditambah 2,5 persen untuk cadangan surat suara. Untuk diketahui jumlah mata pilih dalam pilkada Kerinci sebanyak 238.672 ditambah cadangan 2,5 persen dan totalnya sebanyak 246.957 lembar. (wdo/cr04)


ami-dianda lahirkan sejarah jika menang di Pilkada Kerinci

Oktober 14, 2008
Thursday, 09 October 2008

DPP All Out Menangkan Ami-Dianda

 JAMBI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertekad melahirkan sejarah baru dengan memenangkan pasangan Ami Taher-Dianda yang maju melalui jalur perseorangan diajang pilbup Kerinci.

Presiden PKS, Tifatul Sembiring mengatakan, pasca diperbolehkannya seseorang maju dalam pemilihan kepala daerah melalui jalur perseorangan, hingga saat ini belum pernah ada calon perseorangan yang bisa tampil sebagai pemenang, kecuali pada pilkada Nanggroe Aceh Darusalam.

“Karena itu, jika Ami menang tentu ini merupakan sebuah sejarah baru,” ujar Tifatul saat melakukan kunjungan di Graha pena Jambi Ekspres kemarin.

Ami Taher sendiri, kendati maju melalui jalur perseorangan, tetap merupakan kader potensial PKS.

Tifatul mengakui, antara Ami Taher dan PKS terjalin hubungan yang saling menguntungkan. “Ami merupakan kader PKS, jika Ami menang pada pilkada Kerinci tentu akan berimbas positif bagi PKS,” katanya.

Agar mampu melahirkan sejarah baru, menurut Tifatul, PKS akan berjuang habis-habisan di Kerinci. Pihak DPP, kata dia, memberikan dukungan kongkrit, secara stuktural, moral dan juga dukungan kader.

“DPP telah menugaskan beberapa orang pengurus untuk terjun langsung membantu Ami di Kerinci. Salah satunya kami menugaskan korwil Sumatra bagian selatan,” ungkapnya.

Tifatul mengaku optimis pasangan Ami-Dianda dengan isu perubahan yang dibawanya akan mampu meraih dukungan masyarakat sekaligus memenangkan pilkada Kerinci.

“Dalam berjuang kita harus berbekal optimisme. Kita optimis pasangan Ami-Dianda bisa menang dalam Pilkada Kerinci untuk kemudian melakukan perubahan di Kerinci yang notabene sangat berpotensi,” jelasnya.

sumber jambi ekspres

pengirim dendi setiawan