Wah..! BBM Turun, Tarif Kerinci-Padang Belum Turun

Februari 10, 2009
Selasa, 10/02/2009 | 03:38 WIB

KERINCI – Pasca turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ternyata belum mempengaruhi penurunan tarif angkutan Kerinci-Padang. Pantauan infojambi.com di lapangan, tarif angkutan kenaikan BBM mengalami kenaikan dua kali.

Sebelum kenaikan BBM, tarif angkutan berkisar 50.000-55.000 untuk semua Travel trayek Kerinci-Padang. Setelah itu mengalami kenaikan 65.000 pasca naiknya harga BBM. Namun, setelah lebaran tarif angkutan tujuan kota Padang ini mengalami peningkatan lagi, yakni 75.000.

Setelah Harga BBM kembali turun, pihak pengelola jasa angkutan ini belum juga menurunkan tarif angkutan mereka. Padahal tarif angkutan desa dalam Kabupaten Kerinci saja telah turun. Dengan tarif angkutan ini, Mahasiswa yang menimba ilmu di Kota Padang Merasa keberatan karena mahalnya biaya yang harus mereka keluarkan.

Hal ini hendaknya diperhatikan oleh Dinas Perhubungan (dishub) Kabupaten Kerinci, agar tarif angkutan Kerinci-Padang kembali normal seperti semula.

Bobi, mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang, yang berasal dari Kerinci mengatakan, setelah penurunan BBM tarif angkutan ke Padang tidak juga mengalami penurunan.

“Sebagai mahasiswa saya merasa ongkos ke Padang ini terlalu mahal. Semoga pihak yang terkait dapat memperhatikan hal ini,” katanya. Bobi mengatakan, jika BBM naik pihak pengelola jasa akan cepat menaikkan tarif angkutan. (infojambi.com/EZA)


Diminta Maju jadi Calon Gubernur Jambi, Ami Taher Serahkan ke Parpol

Februari 10, 2009

Selasa, 10/02/2009 | 03:37 WIB KERINCI – Keinginan masyarakat Kerinci untuk memajukan putra daerahnya sebagai kandidat Calon Gubernur (cagub) semakin menguat. Sejumlah tokoh Kerinci, salah satunya Ami Taher digadang- gadangkan masyarakat Kerinci untuk maju. Ami Taher sendiri mengisyaratkan kesediannya untuk maju memperebutkan kursi BH 1. Namun, mantan Cabup Kerinci ini menyerahkan sepenuhnya kepada Parpol. “Memang ada beberapa yang meminta saya maju Pilgub. Namun terserah partai dan keinginan rakyat nantinya,” katanya diplomatis. Seeprti diketahui, selama ini putra Kerinci belum pernah menduduki jabatan sebagai gubernur. Jadi tidak ada salahnya jika salah satu dari putra terbaik Kerinci yang berkiprah di perpolitikan nasional mencalonkan diri menjadi Gubernur Jambi. Bukan hanya itu, terbentuknya Provinsi jambi juga tidak terlepas dari Kerinci yang pada waktu itu masih bergabung dengan Sumbar. Jikalau Kerinci tidak mau bergabung dengan jambi pada waktu itu, mungkin provinsi jambi tidak akan terbentuk. Poling yang dilakukan salah satu media online yang ada Kerinci mengenai siapa putra Kerinci yang layak menjadi calon gubernur, dengan pilihan calon gubernur, yakni Ami Taher, Nuzran joher dan Herman Muchtar. Sejauh ini, Ami Taher masih memimpin dengan perolehan polling 66% diikuti Herman Muchtar dengan 33%. Sedangkan Nuzran Joher belum mendapatkan dukungan. (infojambi.com/EZA)