Diminta Maju jadi Calon Gubernur Jambi, Ami Taher Serahkan ke Parpol

Februari 10, 2009

Selasa, 10/02/2009 | 03:37 WIB KERINCI – Keinginan masyarakat Kerinci untuk memajukan putra daerahnya sebagai kandidat Calon Gubernur (cagub) semakin menguat. Sejumlah tokoh Kerinci, salah satunya Ami Taher digadang- gadangkan masyarakat Kerinci untuk maju. Ami Taher sendiri mengisyaratkan kesediannya untuk maju memperebutkan kursi BH 1. Namun, mantan Cabup Kerinci ini menyerahkan sepenuhnya kepada Parpol. “Memang ada beberapa yang meminta saya maju Pilgub. Namun terserah partai dan keinginan rakyat nantinya,” katanya diplomatis. Seeprti diketahui, selama ini putra Kerinci belum pernah menduduki jabatan sebagai gubernur. Jadi tidak ada salahnya jika salah satu dari putra terbaik Kerinci yang berkiprah di perpolitikan nasional mencalonkan diri menjadi Gubernur Jambi. Bukan hanya itu, terbentuknya Provinsi jambi juga tidak terlepas dari Kerinci yang pada waktu itu masih bergabung dengan Sumbar. Jikalau Kerinci tidak mau bergabung dengan jambi pada waktu itu, mungkin provinsi jambi tidak akan terbentuk. Poling yang dilakukan salah satu media online yang ada Kerinci mengenai siapa putra Kerinci yang layak menjadi calon gubernur, dengan pilihan calon gubernur, yakni Ami Taher, Nuzran joher dan Herman Muchtar. Sejauh ini, Ami Taher masih memimpin dengan perolehan polling 66% diikuti Herman Muchtar dengan 33%. Sedangkan Nuzran Joher belum mendapatkan dukungan. (infojambi.com/EZA)


Besok (rabu 14 Januari 2009-red), MK Keluarkan Putusan SENGKETA PILKADA KERINCI

Januari 14, 2009

Besok, MK Keluarkan Putusan

Tuesday, 13 January 2009

Gubernur Minta Dua Kubu Menerima

JAMBI - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan atas hasil pilkada Kerinci, dijadwalkan akan dikeluarkan besok (14/01). Gubernur Zulkifli Nurdin, meminta, kedua belah pihak, kubu Ami Taher – Dianda (AD) dan kubu Murasman-Rahman (MR), agar menerima apapun bentuk keputusan MK nantinya.

“Saya harapkan kedua belah pihak bisa menerima apapun keputusan MK nantinya. Jangan adalagi keributan setelah keluarnya keputusan MK,” kata Gubernur dalam sambutannya pada acara pencanangan pengawasan pemilu diaula kantor Gubernur, kemarin.

Gugatan atas hasil pilkada Kerinci disampaikan oleh pasangan Ami Taher – Dianda Putra yang maju dari jalur perseorangan. Pasangan ini menilai, pelaksanaan pilkada Kerinci diwarnai banyak kecurangan dan pelanggaran.

Kisruh Pilkada Kerinci sepertinya mendapat perhatian serius Gubernur Zulkifli Nurdin, dia tidak menampik kemungkinan bakal mengundang kedua pasangan, AD dan MR, untuk membicarakan persoalan yang terjadi di Kerinci. “Tapi kalaupun saya memanggil mereka, tentu setelah keputusan MK keluar nantinya,” sebut bang Zul.

Sementara itu, mantan Cabup Ami Taher kepada koran ini menegaskan sikap bakal menerima apapun bentuk keputusan MK terkait pilkada Kerinci. “Karena keputusan MK itulah yang tertinggi. Kita siap menerima apapun keputusan MK,” sebut Ami.

Namun begitu, dia mengaku tetap optimis gugatan yang dilayangkan pihaknya bakal dikabulkan MK. “Insya Allah kita optimis bakal dikabulkan,” kata Ami.

Dibagian lain, kubu Murasman-Rahman sejauh ini belum berhasil dimintai komentarnya. (tev)

sumber jambi ekspres


Sidang perdana SENGKETA PILKADA KABUPATEN KERINCI

Desember 30, 2008
Rabu , 24 Desember 2008 11:13:39
Para Pemohon menggugat Surat Keputusan Termohon Nomor 109 15-Desember-2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Putaran II (Kedua) Tahun 2008 yang memenangkan pasangan nomor urut 6, H. Murasman, S.Pd. MM, dan Drs. H. MOHD. Rahman.

Menurut Pemohon telah terjadi pelanggaran penghitungan suara yang dilakukan Termohon karena telah salah dalam melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara, dengan data sebagai berikut:
a. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 1 atas nama Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP., M.Si. Memperoleh sejumlah 80.559 suara;
b. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 6 atas nama H. Murasman, S.Pd. MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM memperoleh sejumlah 96.768 suara

Selain itu, Pemohon juga menilai kesalahan hasil penghitungan suara itu terjadi di semua wilayah pemilihan, yaitu Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Tujuh.

Selain pelanggaran dalam penghitungan suara, terjadi pula intimidasi dan pemaksaan yang dilakukan kepada masyarakat pemilih di berbagai tempat. “Hal ini mengakibatkan banyaknya masyarakat yang enggan karena takut untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” terang Kuasa Hukum Pemohon, Zainuddin Paru, S.H. Zainuddin memperkuat keterangannya dengan bukti berupa print hasil SMS yang dikirim kepada salah satu pendukung Pemohon.

Berdasarkan hal-hal tersebut Pemohon meminta MK menyatakan tidak sah dan batal demi hukum keputusan a quo Termohon, atau setidak-tidaknya menyatakan tidak sah dan batal demi hukum semua hasil penghitungan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kerinci; Menetapkan hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2008 sah adalah Pemohon, Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP., MSi, sebesar 103.2992 sedangkan H. Murasman, S.Pd. MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM, memperoleh sejumlah 96.768 suara.

Menanggapi Permohonan itu, Hakim Panel Maruarar Siahaan bertanya, “apakah saudara sudah mengajukan laporan kepada Panwaslu atau Kepolisian, terkait teror melalui sms?” Zainuddin menjelaskan, bahwa pihaknya belum melaporkan hal tersebut, baik kepada Panwaslu ataupun Kepolisian. “Namun hal ini sudah tercantum dalam keberatan yang tertulis pada berita acara,” katanya. Selain itu, aku Zainuddin, orang yang menerima SMS ancaman hingga saat ini mengalami ketakutan.

Sidang yang turut membacakan Perbaikan Perkara ini akan dilanjutkan Selasa (30/12) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi masing-masing pihak serta jawaban dari Termohon. (Andhini Sayu Fauzia)

Foto: Dok. Humas MK/Andhini SF

sumber http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2067


Pjs Walikota Sungai Penuh “Orangnya” Nek

Desember 23, 2008

Pjs Walikota Sungai Penuh sudah dilantik. Seperti kita ketahui Bersama, orang yang “beruntung itu adalah Masril,MM. Sepintas lalu orang akan menilai bahwa masril adalah birokrat karier yang memang sudah layak untuk menjadi Pks walikota sungai penuh.

Ternyata dibalik itu semua, Nek masih “bermain”. pjs walikota sungai penuh ternyata adalah orang nek…!!!. Percaya atau tidak ternyata ada peran nek dalam memuluskan orangnya untuk menjadi pjs walikota sungai penuh. karena ada 3 nama yang diusulkan kemendagri dan ingat 3 nama itu harus mendapat “persetujuan ” gubernur yang juga dekat dengan nek. Dan yang paling utama adalah SURAT SAKTI “rekomendasi ada nek dan bang zul untuk memuluskan calon pjs yang bisa diajak “berunding” yang bisa “disetir”.

Mau buktinya lagi, dari 2 kali putaran pilkada kerinci, yang menang dikampung pjs walikota Sungai penuh adalah jago nya nek. PAdahal perlu diingat dan menjadi CATATAn bahwa daerah itu ternyata adalah satusatunya daerah yang pasangan AD kalah dibasisnya sendiri yaitu desa pendung hilir kecamatan air hangat. Putaran pertama menang nomor 4. Putaran kedua menang NYANTAN


GALAU OH GALAU

Desember 22, 2008

ditulis Oleh pak “Singal”

(mohon maaf jika terjadi kesalahan penulisan nama)

Untuk masa sekarang sepertinya “banyak orang” sudah malas membicarakan politik di Kerinci … apalagi masalah Kota Sungai Penuh … biarlah maunya apa dan bagaimana ?

Semua pasti ada ujung dan akhirnya… semua titipan Ilhahi…

Jujur “banyak orang” merasa perasaan yang tidak keruan melihat kampung halaman kita Sakti Alam Kerinci… ada … rasa… kesal…marah… bercampur dengan sedih.. kasihan kepada masyarakat Kerinci.

Kesal dan marah melihat ulah segelintir tokoh-tokah masyarakat dan elite politik yang tetap adem ayem melihat kondisi yang ada di Kerinci karena pribadi mereka menikmati suguhan yang justeru merugikan masyarakat Kerinci.

Kesal dan marah karena ulah elite Politik di Kerinci sehingga Kerinci ini jadi begini…. kaccaauuuu. Mereka tidak berpihak kepada rakyat tapi kepada kepentingan penguasa demi kepentingan pribadi !!! sesaat.

Sedih dan kasihan…. masyarakat yang mendambakan pembaharuan… masyarakat yang mendambakan kemajuan… mendambakan kemakmuran dan kesejahteraan melalui Pilkada ini di kotori oleh invisible hand melalui jaringan-jaringannya yang notabene tokoh masyarakat, tokoh politik yang tidak mengerti akan peranannya dalam pemerintahan…tidak mengerti artinya mereka sebagai wakil rakyat, tapi mereka mengerti peranannya dalam meningkatkan kepentingan pribadi dan keluarganya.

Sedih dan kasihan… melihat kepribadian segelintir ( saya ulangi segelintir masyarakat di Kerinci) selama 5 tahun terakhir ini tidak ada yang berani memulai….. revolusi itu….semua berbicara dibelakang… bahkan beberapa nya ada musang yang berbulu ayam…. demi sebuah HP… selembar pulsa HP dan selembar dua lembar kertas berwarna biru atau merah.

Pemilu dan Pilkada yang seharusnya merupakan togak untuk memberikan hak untuk memilih Pimpinan yang terbaik bagi Negara dan Kepala daerah dala era demokrasi ini… tapi bagi Kerinci dari pra Pilkada penuh dengan skenario…. penuh dengan sandiwara dengan sutradara yang tidak profesional tapi ditakuti dan harus diikuti keinginannya oleh segelintir elite politik… akan kemanakah Kerinci ini dibawa ???? Selesaikah sandiwara ini ?… belum selesai karena ada beberapa skenario yang belum dimunculkan.

Skenario I penjegalan beberapa balon agar HH bisa unggul, yang maju bisa maju Balon yang diperkirakan tidak akan unggul dibandingkan dengan HH… tapi apa yang terjadi ? masyarakat sudah bosan yang lama… masyarakat ingin pembaharuan .. siapapun… dan muncullah Kuda-kuda Hitam yang memang tidak diperhitungkan sebelumnya…muncul MR dan AD…selesai…

Skenario II…ternyata Skenario I tidak sukses tidak seperti yang diperkirakan, usaha untuk pemenangan dan peng-unggulan HH… yang gagal… masyrakat mau yang baru terserah siapaun diantara yang ada… pada posisi ini muncul istilah dalam masyarakat “tidak ada rotan akarpun jadi” asal jangan yang lama…

Masuk Skenario III… peresmian dan pelantikan Wako Sungai Penuh untuk memecah suara /masda pilih AD…gagal…,

Skenario IV… gagalkan Pilkada putaran kedua dengan kecurangan2 kalau perlu perang antar wilayah yang di skenario.

Skenario IV ini berhasil… dengan unggulnya MR yang sangat dramatis….dan mengejutkan !!! sehingga AD maju ke MK. Berhasil skenario ini untuk memperpanjang kekuasaan karena 2009 tidak ada kegiatan Pilkada…. sampai usai pemilihan Presiden RI…. Hati2 dalam 2009 akan diskenario untuk menuntaskan Kota Sungai Penuh…. sesudah Pemilu 2009… dgn eksekutif dan legislatifnya terbentuk … nah walaupun MK menetapkan ada Pilkada ulang (*seharusnya di daerah yang terdapat kecurangan saja) tapi kemungikinan akan diulang semua karena pada saat itu Kota Sungai Penuh tidak memiliki hak pilih untuk Pilkada Kerinci !!!

(Dua skenario berhasil … jelas …)

Pilkada putaran kedua amat mengagetkan dan amat terlihat permainan … dan rentak tarinya… syukur perang tidak terjadi…tapi kekuasaan masih berlangsung sampai dengan awal…2010…

Bangkitlah masyarakat Kerinci…. Maju… maju …

Selamat berkarya dan salam


PILKADA Kerinci Berpeluang Dua Putaran

Oktober 17, 2008
Friday, 17 October 2008

HASIL sementara perhitungan suara pilkada Kerinci menunjukkan tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara diatas 30 persen.

Jika kondisi ini terus bertahan hingga perhitungan suara selesai, maka konsekwensinya terbuka peluang dilaksanakannya pilkada dua putaran.

Pihak KPU Kerinci sendiri sejak jauh-jauh hari menyatakan, jika keenam pasangan calon tidak ada yang mendapatkan perolehan suara diatas 30 persen maka mutlak dilakukan pilkada putaran kedua.

“Ketentuannya, jika tidak ada perolehan suara diatas 30 persen, otomatis dilakukan putaran ke dua,” kata Wazirman, anggota KPU Kerinci.

KPU Kerinci, kata dia, menargetkan putaran kedua akan dilaksanakan sekitar Desember mendatang.

Ketua KPU Kerinci, Puadi BA, kepada koran ini juga mengakui, terbuka peluang dilaksanakannya pilkada dua putaran, jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara diatas 30 persen.

“Tapi untuk saat ini kami (KPU Kerinci) belum bisa putuskan, karena kami belum tahu hasilnya (pilkada Kerinci),” tandas Puadi. (wdo/cr4)

sumber jambi ekspres


Duet Hasani-Afrizal.Zubir-Danil Kalah di TPS Sendiri

Oktober 17, 2008
Friday, 17 October 2008

Di Lapas, Suara AD-MR Imbang

TAK semua Cabup dan cawabup menang di TPS tempat mencoblos kemarin ( 16/10). Cabup incumbent Hasani Hamid – Afrizal (H2A) dan pasangan cabup Zubir Muchtar-Dahnil Miftah yang diunggulkan justru mengalami kekalahan ditempatnya masing-masing.

Seperti halnya untuk cabup Hasani Hamid yang melakukan pencoblosan di TPS 5 Desa Gedang Kecamatan Sungaipenuh, harus menelan kekalahan dan mendapatkan suara kedua terbanyak setelah pasangan Cabup Herman Muchtar-Mulyadi Raf yang mendapatkan perolehan 108 suara.

Meskipun demikian kekalahan pasangan H2A juga tipis yakni 101 suara, disusul kemudian diurutan tiga pasangan Ami-Dianda 95 suara, Nuzran – Julizarman 22 suara, Murasman-Rahman 6 suara dan pasangan Zubir-Dahnil hanya mendapatkan suara.

Demikian pula halnya di TPS Desa Hamparan Pugu Kecamatan Air Hangat, kediaman sekaligus tempat cawabup Afrizal HS mencoblos juga mengalami kekalahan dan unggul di TPS tersebut adalah pasangan Ami Taher-Dianda dengan perolehan 242 suara.

Sementara untuk pasangan H2A mendapatkan 37 suara, disusul pasangan Nuzran-Julizarman 4 suara, pasangan Murasman-Rahman 2 suara, Herman-Mulyadi 1 suara serta pasangan Zubir-Danil tidak mendapatkan suara sama sekali.

Sebaliknya pasangan incumbent lainya yakni Zubir Muchtar yang mencoblos di TPS 1 Kelurahan Pondok Tinggi juga mengalami kekalahan dan perolehan suara terbanyak di TPS tersebut adalah pasangan Ami-Dianda yakni 169 suara, sedangkan pasangan Zubir-Dahnil hanya terpaut 6 suara.

Khusus di posisi kedua di TPS I Kelurahan Pondok Tinggi lokasi Zubir mencoblos yakni pasangan Nuzran-Julizarman dengan 25 suara, disusul pasangan Herman-Mulyadi 23 suara, Hasani-Afrizal 20 suara serta pasangan Murasman-Rahman 14 suara.

Selain itu, dari laporan yang didapatkan koran ini menyebutkan pasangan Ami-Dianda khususnya cabup Ami Taher yang mencoblos di TPS 2 desa Air Tenang Kecamatan Air Hangat, dalam penghitungan suara pasangan AD berhasil mengungguli telak pasangan lainnya dengan perolehan suara AD meraih suara 311 suara, Nuzran-Jul 6 suara, Herman-Mul 2 suara, H2A 17 suara, Zubir-Danil 2 suara, dan Murasman-Rahman 6 suara.

Pasangan Murasman juga unggul di TPS tempat mencoblos Di TPS 1 desa Senimpik Kecamatan Siulak, berdasarkan pantauan hasil perhitungan suara pasangan AD memperoleh suara 1, pasangan Nuzran-Jul 19 suara, pasangan Herman-Mul 1 suara, pasangan H2A 13 suara, pasangan Zubir-Danil 1 suara, dan pasangan Murasman –Rahman unggul telak dengan perolehan 460 suara.

Sementara itu, Nuzran juga menang telak di TPS tempat dirinya mencoblos, yakni di TPS 1 desa Maliki Air Kecamatan Hamparan Rawang, Nuzran berhasil meraih suara telak 335 suara. Sedangkan pasangan AD 1 suara, pasangan Herman-Mul 1 suara, pasangan H2A tidak mendapat suara, pasangan Zubir- Danil 30 suara, serta pasangan Murasman-rahman 1 suara.

Khusus di TPS Bupati H Fauzi Siin, pasangan H2A unggul dari lima kandidat lainnya dengan perolehan sebanyak 85 suara. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Syafei ketua PPS setempat, Bupati yang didampingi Ibu Hj Djasri Murni Fauzi yang diantar oleh rombongan dan petugas pengamanan Bupati, datang untuk menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 7.30 dan merupakan pemilih yang ke 51, dan disusul oleh Ibu Bupati menjadi pemilih yang ke 52.

Dimana di TPS tersebut dan tiga TPS lainnya yang ada di desa setempat diungguli oleh pasangan Hasani Hamid dan Afrizal HS dengan perolehan 85 suara dari 180 suara sah.

Sementara berada pada urutan kedua pasangan Ami Taher dengan Dianda Putra yang berhasil memperoleh suara 39, kemudian menyusul pasangan Murasman dengan Rahman dengan perolehan asura 20, Zubir Muchtar dan Daniel Miftah 15 Suara, Nuzran Joher dan Julizarman 11 suara, dan menyusul Herman Muchtar dengan Mulyadi Raf 10 suara. Dari total keseluruhan mata pilih 186, sedangkan yang enam mata pilihnya dinyatakan tidak sah.

Imbang

Persaingan antara pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) dan Murasman-M Rahman (MR) juga terjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sungaipenuh. Duet AD yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 24 suara sama yang diperoleh duet MR.

Suara kedua diperoleh oleh pasangan Nuzran-Julizarman yang mendapat 15 suara, disusul pasangan Herman-Mulyadi 6 suara, pasangan Hasani-Afrizal sebanyak 3 suara, dan Zubir-Danil mendapat 2 suara.

Sapto kepala Lapas Sungaipenuh ini adalah merupakan pesta demokrasi dan ini merupakan pemilihan seara langsung yang pertama di Kerinci, dan untuk Lapas Sungaipenuh masyarakatnya yang menyoblos sebanyak 58 orang, tapi semuanya yang menyoblos di TPS Khusus Lapas Sungaipenuh sebanyak 75, karena ditambah dengan saksi masing-masing KPPS penjaga dan staf.

Sapto juga mengatakan bahwa pihak KPU pada beberapa waktu yang lalu telah melakukan sosialisasi seputar pemilihan bupati Kerinci di LP. “Sebelumnya pihak KPU juga telah melakukan sosialisasi, tapi kalau kampanye di Lapas itu memang dibolehkan,” jelasnya

Dari hasil pemungutan suara yang dilakukan dari 75 pemilih di TPS khusus Lapas pasangan Ami-Dianda dan Murasman-Rahman unggul dengan perolehan suara yang sama (24 suara) sedangkan suara yang rusak cuma 1 orang. (wdo)

sumber jambi ekspres


Ami-Dianda Unggul Sementara Di PILKADA Kerinci

Oktober 17, 2008
Friday, 17 October 2008

Hasil Quick Count Panwaslu dan PKS

SUNGAIPENUH – Pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) untuk sementara unggul dalam perolehan suara di Pilbup Kerinci kemarin. Berdasarkan perhitungan quick count dari Panwaslu Kabupaten Kerinci duet AD memperoleh 24,11 persen. Sedangkan data dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS),

pasangan yang maju lewat jalur perseorangan serta didukung PKS ini meraih 31,35 persen suara dari total 238.672 pemilih tetap.

Menurut perhitungan Panwaslu Kerinci pasangan Ami Taher-Dianda Putra telah meraih sebanyak 38.233 suara atau 24,11 persen disusul kemudian pasangan Murasman-Rahman (MR) 37.718 atau 23,74 persen. Jago PAN pasangan Hasani Hamid-Afrizal (H2A) memperoleh 27.352 atau 17,25 persen, Nuzran Joher-Julizarman (Nujul) 26.650 atau 16,81 persen, Herman Muchtar -Mulyadi Raf 17.868 suara atau 11,27 persen serta terakhir pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 10.758 suara atau 6,78 persen.

Total suara yang sudah masuk ke Panwaslu Kerinci tersebut tercatat 158.579 suara dari 238.672 suara yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Suhaimi dan Rusdy Hakim dua anggota Panwaslu Kerinci mengatakan perhitungan suara panwaslu Kerinci didasarkan pada data dari TPS yang ada di Kerinci atau 17 kecamatan yang merupakan data mentah dan langsung diakumulasikan atau dijumlahkan.

Menurut hematnya, justru perhitungan suara yang dijadikan landasan kemenangan akan dilakukan secara manual yang direncanakan akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan oleh KPUD Kerinci nantinya.

“Perhitungan sementara ini untuk membantu masyarakat berkaitan dengan hasil pencoblosan, masih terbuka kemungkinan kesalahan. Karena itu, kepastian perolehan suara yang dijadikan keputusan KPUD justru dilakukan manual. Data yang kita gunakan ini dari TPS atau data mentah yang langsung kita jumlahkan,” sebut Suhaimi.

Data atau hasil perhitungan ini terangnya masih bersifat sementara lantaran ada beberapa desa lagi yang hasilnya belum masuk ke Panwas yakni 3 desa di Kecamatan Batang Merangin serta Dua desa di Kecamatan Kayu Aro.

Harus diakui katanya, suasana tegang memang menyelimuti kabupaten Kerinci terlebih lagi di pusat kota Sungaipenuh, lantaran dari masing-masing kandidat, tim dan massa pendukungnya menunggu hasil perhitungan yang dilakukan oleh masing-masing tim kandidat tersebut.

Sementara itu, dari data atau jumpa pers yang digelar oleh internal PKS atau pasangan Ami Taher – Dianda Putera di hotel Mahkota Sungai Penuh kemarin malam sekitar pukul 20.30 wib, juga menyebutkan bahwa pasangan Ami Taher-Dianda Putera, cabup dan cawabup yang maju dari jalur perseorangan dan didukung sepenuhnya oleh PKS itu mengungguli lima pasangan lainnya yakni 31.885 suara atau 31,35 persen.

Diposisi kedua ditempati oleh pasangan Murasman dengan perolehan suara 21.811 suara atau 21,45 persen, disusul Hasani Hamid-Afrizal 17.323 suara atau 17,03 persen, Nuzran-Julizarman 13.558 suara atau 13,33 persen, Herman Muchtar-Mulyadi 11.969 atau 11,77 persen serta pasangan Zubir Muchtar-Dahnil Miftah sebanyak 5.153 suara atau 5,07 persen.

“Dengan banyaknya persoalan yang ada termasuk warga yang tidak mencoblos lantaran tidak dapat kartu dan surat panggilan dan sebagainya, maka kami memperkirakan sekitar 70 persen warga yang menggunakan hak pilihny. Dari jumlah itu yang masuk ke dalam perhitungan internal kami sebanyak 60 persen atau total suara yang masuk 101.698 suara dan hasilnya pak Ami-Dianda masih unggul dan mencapai 31,35 persen,” katanya Henri Mashur Ketua DPW PKS selaku juru bicaranya.

Melihat kenyataan atau hasil perhitungan yang ada katanya, jelas pasangan AD masih unggul bahkan pilkada Kerinci hanya berjalan satu kali putaran yang dimenangkan oleh pasangan perseorangan ini. ”Dari grafik perolehan suara terlihat jelas kita unggul dan hanya berlangsung dalam satu kali putaran,” jelasnya.

Masih dari hasil perhitungan yang dilakukan sebut Henri Mashur, ternyata kedua cabup yang didukung oleh PKS ini menang mutlak di daerahnya masing-masing yakni di dua kecamatan. Seperti Cabup Ami Taher menang mutlak di Kecamatan Air Hangat dan Dianda Putra juga menang mutlak di daeranya atau kecamatan Sungaipenuh.

Ini pertanda katanya, kedua cabup dan cawabup ini sangat diterima ditengah-tengah masyarakat disamping upaya dan perjuangan yang dilakukan oleh semua pihak termasuk tim yang berjuang door to door.

Selain itu di kecamatan lain, perolehan suara oleh pasangan AD juga hampir merata. “Tentunya ini sebuah kejuatan bagi kami lantaran kedaunya sempat di fitnah atau black campaing menjelang hari pemilihan,” urainya.

Sebaliknya Cabup Ami Taher dan Dianda Putra mengatakan, hasil perhitungan suara yang telah dilakukan oleh pihaknya dan menempatkan dirinya dan pasanganya Dianda sebagai yang teratas merupakan berkah Allah SWT dan sebuah hasil dari kerja keras selama ini disamping dukungan dari berbagai pihak. “Mudah-mudahan hasil ini terus bertahan hingga perhitungan oleh KPU nantinya,” terang Ami Taher.

Tentu saja jelas Ami, dirinya berharap pilkada Kerinci berlangsung satu kali putaran apalagi jika dirinya dan Dianda berhasil juga merupakan sebuah sejarah tersendiri bagi Indonesia dimana diluar Aceh, pasangan AD membuktikan sebagai calon perseorangan pertama yang lolos sebagai Bupati dan wakil Bupati dari calon perseorangan. ”Terakhir kami minta semua calon dan juga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal hasil pilkada ini hingga pleno KPU nantinya,” pinta Cabup Ami Taher.

Sedangkan dari tim Zubir Muchtar hingga pukul 21.00 WIB semalam dari total suara 121.673 suara pasangan Ami-Dianda juga unggul. Pasangan yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 29.996 suara, pasangan Murasman-Rahman ditempat kedua dengan 28.515 suara disusul pasangan Hasani Hamid-Afrizal dengan 23.437 suara, pasangan Nuzran-Julizarman dengan 18.515 suara, Herman Muchtar-Mulyadi Raf dengan 12.323 suara dan Zubir-Dahnil Miftah dengan 8.886 suara.

Disisi lain pihak KPU sendiri sejak jauh-jauh hari menyatakan, jika keenam pasangan calon tidak ada yang mendapatkan perolehan suara diatas 30 persen maka mutlak dilakukan pilkada putaran kedua. “Ini ketentuannya jika tidak ada perolehan suara diatas 30 persen, otomatis dilakukan putaran ke dua dan pihak KPU sendiri menargetkan putaran kedua akan dilaksanakan sekitar Desember mendatang,” tandas Wazirman, anggota KPU Kerinci. (wdo)

sumber jambi ekspres