Besok (rabu 14 Januari 2009-red), MK Keluarkan Putusan SENGKETA PILKADA KERINCI

Besok, MK Keluarkan Putusan

Tuesday, 13 January 2009

Gubernur Minta Dua Kubu Menerima

JAMBI - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan atas hasil pilkada Kerinci, dijadwalkan akan dikeluarkan besok (14/01). Gubernur Zulkifli Nurdin, meminta, kedua belah pihak, kubu Ami Taher – Dianda (AD) dan kubu Murasman-Rahman (MR), agar menerima apapun bentuk keputusan MK nantinya.

“Saya harapkan kedua belah pihak bisa menerima apapun keputusan MK nantinya. Jangan adalagi keributan setelah keluarnya keputusan MK,” kata Gubernur dalam sambutannya pada acara pencanangan pengawasan pemilu diaula kantor Gubernur, kemarin.

Gugatan atas hasil pilkada Kerinci disampaikan oleh pasangan Ami Taher – Dianda Putra yang maju dari jalur perseorangan. Pasangan ini menilai, pelaksanaan pilkada Kerinci diwarnai banyak kecurangan dan pelanggaran.

Kisruh Pilkada Kerinci sepertinya mendapat perhatian serius Gubernur Zulkifli Nurdin, dia tidak menampik kemungkinan bakal mengundang kedua pasangan, AD dan MR, untuk membicarakan persoalan yang terjadi di Kerinci. “Tapi kalaupun saya memanggil mereka, tentu setelah keputusan MK keluar nantinya,” sebut bang Zul.

Sementara itu, mantan Cabup Ami Taher kepada koran ini menegaskan sikap bakal menerima apapun bentuk keputusan MK terkait pilkada Kerinci. “Karena keputusan MK itulah yang tertinggi. Kita siap menerima apapun keputusan MK,” sebut Ami.

Namun begitu, dia mengaku tetap optimis gugatan yang dilayangkan pihaknya bakal dikabulkan MK. “Insya Allah kita optimis bakal dikabulkan,” kata Ami.

Dibagian lain, kubu Murasman-Rahman sejauh ini belum berhasil dimintai komentarnya. (tev)

sumber jambi ekspres

Salinan Risalah Sidang Ketiga (mendengarkan keterangan Saksi) SENGKETA Pilkada Kerinci Di Mahkamah Konstitusi

MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
———————
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 61/PHPU.D-VI/2008
PERIHAL
PERMOHONAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN
KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH,
KABUPATEN KERINCI
ACARA
MENDENGAR TANGGAPAN SAKSI TERMOHON,
KETERANGAN SAKSI DAN PENGESAHAN ALAT BUKTI
(III)
J A K A R T A
RABU, 31 DESEMBER 2008
1
MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA

————–
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 61/PHPU.D-VI/2008
PERIHAL
Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil
Kepala Daerah, Kabupaten Kerinci
PEMOHON
– Ir. H. Ami Taher
– Dianda Putra
TERMOHON
KPU Kabupaten Kerinci
ACARA
Mendengar Tanggapan Saksi Termohon, Keterangan Saksi dan
Pengesahan Alat Bukti (III)
Rabu, 31 Desember 2008, Pukul 10.00 – 12.09 WIB
Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi RI,
Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Prof. Dr. Achmad Sodiki, S.H. (Ketua)
2) Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum. (Anggota)
3) Maruarar Siahaan, S.H. (Anggota)
Ina Zuchriah, S.H. Panitera Pengganti
2
Pihak yang Hadir :

Kuasa Hukum Pemohon :
– Zainudin Paru, S.H.
– Faudzan Muslim, S.H.
– Ahmar Ihsan, S.H.
Kuasa Hukum Termohon :
– Abunjani, S.H.
– Maiful Efendi, S.H.
– Salma Dahlan S.H.
Saksi dari Termohon :
– Helfi Aprialdi
– Sofianizar
– Harnidar
– Yelmi Efendi
– Aris Tuna
– Safrial
– Hardidon
– Ali Amran
– Irfan Afrizal, S.TP.
– Joni Efendi
– Agusta Andini
– Nasfrudin
– Syamsir
– Safriel
– Helmi Yusuf
– Drs. Selhanudin
– Sutan Makmur
– Drs. Uri Jamin
– Fron Elmala
– Tesi Sitepu
– Safrial
– Haerlieus, S.Pd., M.Pd.
– Bujang Rahman
– Gazali Jalil
– Sopan Sofyan
– Rusdi Hakim (Panwaslu Kabupaten Kerinci)
3
1. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sidang untuk Perkara Nomor 61/PHPU.D-VI/2008 dengan acara
mendengarkan keterangan saksi dan pengesahan bukti, saya nyatakan
dibuka
Saya minta kepada Saudara, siapa yang hadir dari Pihak
Pemohon?
2. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Terima kasih, Majelis. dari pihak Termohon pada hari ini hadir
kami selaku Kuasa Hukum Pemohon, saya sendiri Zainudin Paru,
kemudian Saudara Faudjan Muslim, dan Saudara Ahmar Ihsan. satu lagi
rekan kami masih dalam perjalanan, terima kasih.
3. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dari Pihak Termohon, silakan.
4. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Masih seperti kemarin, Majelis Hakim. Dari Pihak Termohon, hadir
3 Kuasa Hukum dan Prinsipal, masing-masing saya sendiri Abunjani,
S.H., Maiful Efendi, S.H., Salma dahlan, S.H.,
5. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kemarin satu lagi? siapa lagi itu?
6. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Satu lagi dari Panwaslu. Kebetulan belum hadir sedang dalam
perjalanan.
7. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Baiklah, sekarang pemeriksaan Para Saksi Termohon. Saksi
pertama, Saudara Helfi Afriadi, apakah betul? Silakan Saudara
menerangkan apa yang Saudara ketahui dari Pemilukada di Kerinci ini,
SIDANG DIBUKA PUKUL 10.00 WIB
KETUK PALU 1X
4
silakan.
8. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Assalamu’alaikum wr.wb.
9. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Agak dekat ya karena ini direkam.
10. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Pak Hakim yang Mulia, mulai saya bekerja mulai jam 7 sampai
jam 16.30.
11. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Anda sebagai apa?
12. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Sebagai saksi, Pak.
13. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saksinya siapa?
14. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Pak H. Rusman.
15. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Pak H. Murosman, silakan.
16. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Semua berjalan tertib, aman, dan lancar. Adapun pemilih yang
menggunakan hak pilihnya sesuai yang terdaftar di dalam DPT, Pak.
17. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Di TPS berapa?
5
18. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Di TPS II, Pak.
19. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dusun Apa? Kecamatan Apa?
20. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Dusun Baru Pak. Kecamatan Sulak.
21. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jadi, tidak ada yang protes?
22. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Tidak ada, Pak. Semua berjalan aman dan tertib.
23. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Semua menandatangani? Dan menyaksikan semua perhitungan
itu?
24. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Semua menandatangani dan menyaksikan semua, Pak.
25. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Anda di situ berapa lama?
26. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Mulai jam 7 sampai jam 16.30 ,waktu penghitungan suara, Pak.
27. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lainnya, apa yang anda tahu?
28. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Cuma itu yang saya tahu, Pak.
6
29. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang kedua, Saudara Nornis.
30. SAKSI DARI TERMOHON: NORNIS
Assalamualaikum wr.wb. Pak Hakim Yang Saya Muliakan. Nama
saya, Nornis saksi dari Nomor 6, di TPS II Desa Kotokapeh. Bahwa dari
awal sampai dengan akhir perhitungan suara tidak terjadi kekeliruan.
Semuanya berjalan dengan lancer. Sekian dan terima kasih.
31. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dari Pihak Pemohon, Saksinya hadir. Waktu itu, apakah
melakukan protes?
32. SAKSI DARI TERMOHON: NORNIS
Ada, tidak melakukan keberatan.
33. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa yang ikut mencoblos di situ?
34. SAKSI DARI TERMOHON: NORNIS
366.
35. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara masih ingat siapa yang memang waktu itu?
36. SAKSI DARI TERMOHON: NORNIS
H. Murasman.
37. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lain-lain tidak ada? Lanjutkan, Saudara Sopyanizar ya?
38. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Saya adalah saksi dari Desa Kotoaro, TPS II, Saksinya Pak
Murasman, Kecamatan Sulak.
7
39. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa yang Saudara (….)
40. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Dimulai dari pemilihan berlangsung dari jam 7 sampai selesai
penghitungan suara, semuanya berjalan dengan lancar.
41. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sampai jam berapa selesainya?
42. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Penghitungan suara sampai selesai jam 15.30.
43. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ditutup jam berapa?
44. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Di tutup jam 15.30.
45. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Selain Saudara, siapa yang menyaksikan dari Pihak pemohon?
46. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Ada saksi juga, Pak.
47. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apakah semuanya menandatangani? Dan apakah ada keberatan?
48. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Semuanya menandatangani. Tidak ada protes apa pun.
49. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa yang memang?
8
50. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Pak H. Murasman.
51. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apalagi yang Saudara saksikan di situ?
52. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Itu saja, Pak.
53. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Semuanya dikasih bukti hasil C. Kartu KWK?
54. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Dikasih, Pak.
55. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apakah Saudara sendiri nyoblos di situ?
56. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Tidak, pak.
57. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara hanya saksi saja?
58. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Saya nyoblos di TPS II.
59. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jaraknya jauh itu?
60. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR.
Lebih kurang 100 meter.
9
61. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada yang lain? seperti intimidasi? Ada yang mempengaruhi? ada
nyoblos dua kali?
62. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Tidak ada, Pak.
63. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Oke. Saya lanjutkan kepada Saksi Harnidar.
64. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Assalamu’alaikum wr.wb. Nama saya Harnidar. Saya adalah saksi
dari Nomor 6 di TPS I, Desa Kota Tengah Sulak, Kecamatan Sulak.
65. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Maaf, Desa Apa?
66. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Desa Kota Tengah Sulak.
67. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara bertempat tinggal di sekitar TPS itu?
68. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Ya.
69. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara datang jam berapa?
70. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR.
Datang jam setengah tujuh.
71. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sudah dimulai?
10
72. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Belum, mulainya jam setengah tujuh saya datang ke situ jam
enam lewat seperempat.
73. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apakah Saudara nyoblos di situ?
74. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Ya. Saya nyoblos di situ. Setelah orang selesai, saya nyoblos.
75. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jam berapa Saudara nyoblos di situ?
76. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Jam 12.
77. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Selesai semua. Nyoblos itu jam berapa di situ?
78. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Selesai semua jam 12. Oh, jam 13.00.
79. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jam 13.00, lalu dihitung jam berapa?
80. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Dihitung setelah nyoblos selesai. Dihitung surat suara itu. Mulai
dari jam 1 siang.
81. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa saja yang menjadi saksi di situ?
82. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Saksi H. Rusman satu. Saya, pertama. Kedua, Ikaldi, Saksi Nomor
6.
11
83. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saksi nomor 6. Lalu pihak lain? apakah tidak ada saksi?
84. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Yang lain ada. saksi nomor 1, yang pertama Jatrizal. Yang kedua,
Syamsul Amri.
85. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apakah kedua-duanya menandatangani Kesaksian di situ?
86. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Bagaimana Pak?
87. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apakah ada keberatan kedua-duanya?
88. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Tidak ada.
89. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lalu siapa yang memang di situ?
90. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR.
Yang menang H. Rusman.
91. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara pulang setelah selesai nyoblos? Apakah tetap menunggu
di situ?
92. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR.
Tetap menunggu di situ dari 06.30 sampai selesai jam 15.00 atau
jam 3.
93. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jadi, setelah dihitung Saudara pulang? Apakah ada hal-hal lain
12
Saudara Harnidar? Ada anak-anak kecil di situ, anak SMP?
94. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR.
Tidak, Pak.
95. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada orang lain yang nyoblos di situ?
96. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Tidak.
97. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, terima kasih. Selanjutnya, Saudara Yelmi Efendi, Saudara
sebagai apa?
98. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Majelis Hakim Yang Kami Muliakan, saya saksi dari nomor
urut 6, yaitu Bapak H. Murosman di TPS I Desa Koto Rendah, Kecamatan
Siulak. Saya, selaku saksi dari nomor urut 6, mulai melaksanakan
pemilihan dari jam 7.00 sampai penghitungan suara, saya tidak
menemukan hal-hal atau terjadinya kecurangan. Dan di TPS I TPS I Koto
Rendah berlangsung aman, tertib.
99. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara membaca atau tahu DPT di situ? Cocok di situ?
100. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Ya, DPT yaitu berjumlah 434.
101. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang nyoblos berapa?
102. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Yang nyoblos 433.
13
103. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Selebihnya itu orang mana?
104. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Selebihnya, 9 orang itu yang mencoblos dari desa lain yaitu dari
Sungai Pegih.
105. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Alasannya apa nyoblos di situ?
106. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Saya tidak menanyakan hal itu. Dan itu ada sama Ketua KPPS.
107. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jauh, antara Koto Tengah dengan Sungai Pegih?
108. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Jauh, Pak.
109. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
9 orang itu datang pagi atau siang atau (…..)
110. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Datang jam 09.00.
111. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jam 09.00 langsung diterima. Tidak ditanya mengapa Saudara ke
sini?
112. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Saya tidak menanyakan hal itu, dan itu ada bersama Bapak Ketua
KPPS.
113. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Pihak saksi nomor 1 tidak menanyakan hal itu?
14
114. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Tidak.
115. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dalam proses penghitungan tidak mengajukan protes atau
keberatan?
116. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Tidak.
117. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak menanyakan tanggal itu? apalagi Saudara Yelmi?
118. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Cuma itulah yang dapat saya sampaikan dan saya saksikan.
119. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Di situ dijaga keamanan atau tidak?
120. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Ya, Pak.
121. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Di situ ada masing-masing pihak.
122. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Itu kurang jelas. Saya tidak tahu.
123. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Mulai jam 1 itu, Saudara duduk-duduk di mana itu?
124. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI.
Saya duduk di dalam atau pekarangan TPS yang sudah disiapkan
oleh KPPS.
15
125. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih Saudara Yelmi. Selanjutnya Aristuna, silakan.
126. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Hakim Yang Kami Muliakan, saya saksi nomor 6, nama
saya Aristuna, saya di TPS I Siulak Tenang. Sepengetahuan saya,
pencoblosan yang dilaksanakan di Siulak Tenang berjalan dengan lancar,
aman, dan tertib.
Kemudian, penghitungan suara disaksikan oleh orang banyak
serta saksi yang ada pada saat itu.
127. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saksi dari kedua belah pihak itu datang?
128. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Datang, Pak.
129. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa yang dilakukan para saksi itu? Saudara saksinya nomor 6 ya?
Saksi yang dari nomor 1 itu?
130. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Saksi dari nomor 1, Saudara Ali Ardi.
131. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada keberatan dari Saksi Ali Ardi?
132. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Tidak ada, Pak.
133. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa yang menang di situ?
134. SAKSI DARI TERMOHON: ARISTUNA
H. Murasman.
16
135. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Murasman, masih ingat berapa perolehan suaranya?
136. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
427.
137. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kalau untuk lawannya H. Amih?
138. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
62 suara.
139. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
62 suara. Ada yang nyoblos penduduk dari luar ini.
140. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Tidak ada, Pak.
141. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara tahu berapa DPTnya di situ?
142. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
DPTnya semua 526.
143. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
526. Lalu yang nyoblos 527 sama 62? Apalagi yang Saudara
saksikan? Apakah ada yang bagi-bagi sembako?
144. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Tidak ada, Pak.
145. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada yang mengintimidasi? Misalnya, menakut-nakuti tidak
memberi beras raskin atau apa? BLT?
17
146. SAKSI DARI TERMOHON: ARIS TUNA
Tidak ada, Pak. Semua berjalan lancar, Pak.
147. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih, Saudara Aristuna. Sekarang, Saudara Safrial.
148. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Assalamu’alaikum wr.wb.
Majelis Hakim yang terhormat. Di sini, saya sebagai saksi dari
nomor urut 06, mulai dari pelaksanaan pemungutan suara sampai
penghitungan suara itu berjalan dengan lancar, tertib dan aman.
149. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tertib itu artinya apa?
150. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Sesuai dengan aturan-aturan yang ada di situ, Pak?
151. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lalu lancar artinya tidak ada gangguan di situ?
152. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Tidak ada, Pak.
153. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada gempa?
154. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Tidak ada, Pak.
155. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Aman ya. Saudara di TPS berapa? Desa?
156. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Di TPS 2 Kelurahan Surat Deras Kecamatan Gunung Kerinci.
18
157. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara di situ jam berapa?
158. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Jam 7.00, Pak.
159. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Pulangnya?
160. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Jam 15.30.
161. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jam 15.30? Jadi, nunggui sampai dihitung selesai. Saksi nomor 1
ada juga di situ? Saudara kenal? Namanya siapa?
162. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Ada, Pak. Saya kenal, namanya Des, Pak.
163. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Hanya Des, gitu saja?
164. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Hanya Des yang saya ketahui.
165. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Mereka mengajukan keberatan atau tidak?
166. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Sama sekali tidak mengajukan keberatan, Pak.
167. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang menang siapa di situ?
19
168. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Pak H. Rosman.
169. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sebelumnya ada yang bagi-bagi sembako?
170. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Tidak ada, Pak.
171. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada money politic?
172. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIAL
Tidak ada, Pak.
173. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih, Saudara Safrial. Sekarang Saudara Hardidon.
174. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Assalamu’alaikum wr.wb.
175. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Wa’alaikum salam. Saksi dari nomor berapa?
176. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Saya saksi TPS nomor 1, Desa Sungai Dalang Kecamatan
Kayuaro. Selama saya bertugas, jam 7 pagi waktu pemilihan sampai
penghitungan suara. Berjalan dengan lancar, tidak bermasalah dan tidak
protes.
177. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara masih ingat siapa yang menang di situ?
178. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Masih, Pak. Pak H. Rusman.
20
179. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dapat suara berapa?
180. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Dapat suara 396.
181. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
396. Lawannya mendapat suara berapa?
182. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
3.
183. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
3? Semua formulir diisi dengan baik di situ?
184. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Ya, Pak.
185. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang mengisi siapa?
186. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Apanya, Pak?
187. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang ngisi siapa? Yang nulis-nulis di situ siapa?
188. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Kita, Pak.
189. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kamu kan saksi saja?
21
190. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Ya, saksi.
191. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saksi kan yang menyaksikan di situ. Tanda tangan di situ,
Saudara sendirian di situ?
192. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Orang dua, Pak.
193. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa temanmu?
194. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Saksi nomor 1.
195. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Cuma satu? anda? DPTnya ingat di situ?
196. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Ingat, Pak.
197. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa?
198. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
361.
199. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
361. Suaranya 396. DPTnya 361, itu selebihnya orang dari mana
itu?
200. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Orang dari Sula, Pak.
22
201. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Orang dari Sula? Kok nyoblos di sini kenapa?
202. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Dia mau ke ladang, cepat milih.
203. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Oh, mau ke ladang dulu, terus nyoblosnya di situ? Bukan di
tempat di mana dia tinggal di sana? Apa lagi yang Saudara saksikan?
Ada protes-protes dari pihak lain? Okelah, Saudara Hardidon. Dari Ali
Amran? Silakan.
204. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Assalamu’alaikum wr.wb.
Pak Hakim Yang Mulia, saya dari TPS 1, Desa Kototuo Kecamatan
Kayuaro mensaksikan mulai jam 7.00 WIB sampai dengan penghitungan
suara selesai, jam 13.00 itu dalam keadaan berjalan lancar tidak ada
masalah apapun dan disaksikan oleh para saksi.
Sekian, Pak.
205. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara datang jam berapa?
206. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Setengah tujuh, Pak.
207. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sudah buka di situ?
208. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Belum.
209. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Bukanya jam berapa?
23
210. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Jam 7, Pak.
211. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa yang menang di situ?
212. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Pak Haji Murasman, Pak.
213. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
DPTnya berapa di situ?
214. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
456.
215. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang nyoblos berapa?
216. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
461.
217. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
461. Jadi lebih 5 suara ya? Suara siapa itu? Anda tahu?
218. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Itu ada tambahan dari desa (…)
219. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dari desa? Tidak ada yang protes? Kan ada tambahan didiamkan
saja?
220. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Tidak.
24
221. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Selesainya jam berapa tadi?
222. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Selesai jam 1. Dihitung sampai jam 3 selesainya.
223. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara Irfan Afrizal, silakan.
224. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Asslamu’alaikum wr.wb.
Saya saksi dari nomor 6 di PPK Kecamatan Sula bahwa selama
mulai dari (…)
225. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
TPS berapa, Mas?
226. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Saya dari PPK. Bahwa mulai dari pleno rekapitulasi suara dimulai
sampai selesai tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar serta tidak
ada keberatan dari kedua saksi, sekian terima kasih.
227. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dimulai jam berapa itu plenonya?
228. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Plenonya kebetulan hari Jum’at, dimulai setelah Jum’at Pak jam
13.00 WIB.
229. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sampai?
230. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Jam 17.00
25
231. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa yang menang di situ?
232. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Yang menang Pak Haji Murasman.
233. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lalu dapat berapa dia?
234. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
23.320 suara Pak.
235. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lawannya?
236. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Lawannya dapat 2047 suara
237. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada lagi Saudara Irfan?
238. SAKSI DARI TERMOHON: IRFAN AFRIZAL
Tidak ada Pak.
239. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada.
Selanjutnya Saudara Joni Efendi. Mana Joni Efendi?
Silakan.
240. SAKSI DARI TERMOHON: JONI EFENDI
Assalamu’alaikm wr.wb.
Majelis Hakim yang kami muliakan,
Saya saksi dari nomor enam yaitu Bapak Haji Murasman di PPK
Gunung Kerinci. Yang ingin saya sampaikan Pak dua hal. Pertama yang
saya alami setelah dilakukan proses perhitungan suara di setiap TPS
yang ada di 11 desa, di Kecamatan Gunung Kerinci itu jumlah TPS, 21
26
TPS. Kebetulan kita selaku koordinator untuk pasangan calon nomor 6,
dan setelah itu dikumpulkan hasil dari setiap sisa-sisa suara 11 desa,
hasilnya saya jumlahkan. Yang saya temukan, jumlah semuanya suara
sah untuk pasangan Amidianda 1.150 dan untuk Bapak H Murasman
6.738 suara. Jadi, jumlah suara sah seluruhnya itu 7.788 suara.
Yang kedua, menurut pantauan kami itu tidak ada kericuhan atau
pun keberatan dari saksi dan besoknya lagi kita milih tanggal 11, hari
kamis dan rekapitulasi di setiap kecamatan itu, jumat dimulai dari jam 9.
Kemudian, di skor jam setengah 12 mengingat jumat. Disambung lagi
jam 2, selesai jam 5. Semuanya berjalan dengan lancar, aman, tertib.
Waktu merekap itu disaksikan oleh pihak keamanan dan juga
masyarakat yang berada di luar. Saya rasa demikian, Pak.
241. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Baik, Saudara Joni Effendi, di PPK Gunung Kerinci ya? 21 TPS itu
seluruhannya pemilihnya menjadi 7.888 ya?
242. SAKSI DARI TERMOHON: JONI EFENDI
Ya, suara sah semua.
243. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
DPPnya berapa di sana?
244. SAKSI DARI TERMOHON: JONI EFENDI
Maaf, Pak. Saya tidak ingat.
245. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Oh, tidak ingat. Apalagi Saudara Jhoni?
246. SAKSI DARI TERMOHON: JONI EFENDI
Saya cukup, Pak. Terimakasih.
247. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Cukup. Saudara Agusta Andini.
248. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Assalamualaikum wr.wb.
Bapak Hakim Yang Mulia, saya atas nama Agusta Andini, ketua
27
KPPS Desa Sula, TPS 2. Sebagai yang saya ketahui mulai berjalannya
atau dari awal perhitungan dari awal pemilihan berjalannya jam 7
sampai jam 1, berjalan dengan aman dan juga sampai perhitungan
suara sampai jam 3.30 tidak ada permasalahan. Semua berjalan aman,
lancar, dan tertib.
249. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara di sana sendiri bersaksi?
250. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Ada saksi.
251. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara Ketua KPPS ya?
252. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Ya, Pak.
253. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara, dari pihak kontestan itu ikut juga di situ?
254. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Bagaimana, Pak?
255. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dari pihak kontestan, dari pihak saksi-saksi yang lain, ada di situ
juga tidak?
256. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Ada, Pak.
257. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa yang dia lakukan?
258. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Dia tidak keberatan.
28
259. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak keberatan?
260. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Tidak ada keberatan selama kegiatan berlangsung sampai ke
akhir.
261. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada hasilnya?
262. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Hasilnya ada di TPS 2, yaitu Bapak, atau bapak, mendapat suara
sebanyak 61. Dan bapak H. nuraman itu mendapat suara sebanyak 496.
Cuma itu Pak. Terimakasih.
263. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saksi-saksi tidak ada keberatan ya?
264. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Tidak ada. Semua saksi dari itu hadir keduanya.
265. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa sebelum pencoblosan itu Saudara memantau keadaan
sebelum pencoblosan itu?
266. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Bagaimana, Pak?
267. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sebelum dilaksanakan pemilu itu, apakah Saudara memantau
masalah keamanan yang masih ada hubungannya dengan pemilu itu?
268. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Ya saya Cuma memantau keamanan di TPS saya sendiri, Pak.
Nah, saya selaku ketua TPS 2,
29
269. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada anggota-anggota atau pemilih yang merasa ditakut-takuti
tidak mendapat beras?
270. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Tidak ada, Pak.
271. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada? Ada yang ditakuti tidak mendapat BLT, tidak?
272. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Tidak ada ancaman apa pun.
273. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih Saudara Agusta. Saudara Nasfrudin.
274. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Bismilahirrahmanirahim, Assalamu’alaikum wr.wb.
Dewan Majelis, dan Pak Hakim Yang saya muliakan, saya adalah
Ketua KPPS desa. Sebelum saya menyaksikan kesaksian saya, saya
sedikit meralat penyampaian dari saksi saya tadi yaitu mengenai surat
suara yang diterima dari TPS.
275. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Saudara Saksi jangan Saudara meralat keterangan orang lain.
Keterangan Saudara saja yang Saudara kemukakan. Tidak ada hak
Saudara meralat keterangan orang lain. Silakan.
276. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Ya, maaf.
277. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Katakan saja apa yang Saudara ketahui, apa yang Saudara lihat
begitu. Jangan meralat keterangan orang lain. Silakan.
30
278. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Sebenarnya, yang saya terima yaitu 375 yang termasuk cadangan
9. Kemudian, mulai dari awal perhitungan suara sampai dengan selesai
perhitungan suara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ya,
Terimakasih.
279. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kotak suara yang rusak?
280. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Tidak ada, Pak.
281. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Masing-masing dapat berapa itu?
282. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Dari bapak nomor 1 yaitu mendapat 26 suara, dan yang nomor 6
mendapat 336.
283. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jadi, masih ada suara kelebihan ya?
284. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Ya, ada.
285. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada protes-protes dari pihak lain?
286. SAKSI DARI TERMOHON: NASFRUDIN
Tidak ada.
287. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih. Saudara Samsir, silakan.
31
288. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Assalamu’alaikum wr.wb. Pak Hakim Yang Mulia, saya sebagai
Ketua KPPS II Desa Kutoarokl, Kecamatan Siluak. Sejak mulai rapat
pemungutan suara jam 7.00 WIB sampai selesai perhitungan suara jam
15.30 Di TPS 2, Desa Kotaro, berjalan dengan lancar tertib dan aman.
Terima kasih.
289. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada yang mencoblos orang dari luar daerah situ?
290. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Cuma Pak dari TPS lain yaitu ada empat orang.
291. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Empat orang di situ?
292. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Empat orang dari TPS 1 yang mencoblos di TPS 2 karena pagipagi
sibuk atau pun antri. Kami di situ mengeceknya, sesudah pemilihan
atau pemungutan suara kami mengecek kembali, di situ ada empat
orang dari TPS 1.
293. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Yang dari TPS 1 pindah ke TPS 2 itu? itu ada surat undangannya?
294. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Ada, Pak.
295. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dia nyoblos mulai jam berapa?
296. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Sekitar jam 9.
297. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jam 9? dikasih tanda tinta gak?
32
298. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Ya, Pak.
299. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Mau?
300. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Mau.
301. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada di antara yang nyoblos itu yang nggak mau?
302. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Kenapa, Pak?
303. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa ada di antara yang menyoblos di tempat Saudara itu yang
nggak mau kasih tanda tinta?
304. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Tidak ada, Pak.
305. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada. Siapa yang menang di situ?
306. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Yang menang, bapak H. Murasman.
307. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Masih ingat berapa?
308. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
188.
33
309. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Seratus?
310. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Delapan puluh delapan.
311. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang nomor 2?
312. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Tujuh belas.
313. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada yang perlu tes nggak di situ?
314. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Tidak ada, Pak.
315. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ketika ada orang empat yang masuk di situ, itu?
316. SAKSI DARI TERMOHON: SAMSIR
Tidak ada.
317. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada. Ya saya lanjut kepada Saudara Safril.
318. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Hakim Yang Mulia, nama saya yaitu Safril ketua KKPS 1
Desa. Sejak mulai penyelenggara pemungutan suara jam 7 sampai jam 1
dan diteruskan dengan penghitungan suara jam 1 sampai jam 3, dalam
hal ini tidak terdapat kekeliruan atau pun kesalahan dan berjalan dengan
aman dan lancar. Terima kasih.
34
319. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada suara yang gak sah?
320. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
Ada, Pak.
321. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa?
322. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
Tujuh.
323. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Siapa yang menang di situ?
324. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
Bapak H. Murasman.
325. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa suaranya?
326. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
308, Pak.
327. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
308. Dari H. Ami berapa?
328. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
73, Pak.
329. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
73. Masing-masing saksi menandatangani di situ?
35
330. SAKSI DARI TERMOHON: SAFRIL
Ya, Pak.
331. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya. Saksi nomor, Helmi Yusuf.
332. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Assalamu’alaikum wr.wb .
Majelis Hakim yang kami muliakan. Ada pun yang kami alami atau
yang kami ketahui selama kami bertugas di TPS 1, saya sebagai ketua
KKPS mulai dibuka jam 7:00.
333. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
TPS 1, Desa?
334. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Kotorendah.
335. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kotorendah.
336. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Mulai di buka jam 7:00 itu yang kami ketahui selama
penyelenggaraan tersebut, yang pertama yaitu ada pemilih dari TPS lain
yang akan memilih di TPS kami sekitar jam 9. Jadi, sewaktu itu,
337. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa orang?
338. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Sembilan orang.
339. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sembilan orang. Terus?
36
340. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Dia jumlahnya sebelas orang Pak, tapi yang kami terima sembilan
orang.
341. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kenapa?
342. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Tentu kami tanyakan kenapa memilih di sini? Alasannya, “kami
keluarga, kami ada yang meninggal di desa Bapak. Jadi, apa tidak bisa
memilih di desa saja Pak? Jauh, kami banyak orang tua yang disini.”
Memang yang memilih itu di atas 50 orangnya Pak, sebagian juga ada
anak muda juga. Nah, itu alasannya, jadi kami tanyakan kepada saksi
apa ada keberatan apa tidak tentang orang yang sembilan ini? Bisa
memilih di sini apa tidak? Boleh katanya, silakan milih. Jadi, selain itu
berjalan tertib, lancar, dan aman, Pak.
343. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Itu diketahui saksi juga?
344. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Di ketahui.
345. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ditanya tidak oleh saksi?
346. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Dia tidak bertanya apa. Ini saya yang bertanya kepada saksi.
347. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Kenapa yang dua orang itu tidak diterima?
348. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Nantikan disurat suara cadangannya yang kami terima itu Cuma
sembilan.
37
349. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Oh, gitu?
350. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Ya.
351. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, cukup. Ada lagi yang ingin Saudara sampaikan?
352. SAKSI DARI TERMOHON: HELMI YUSUF
Tidak ada.
353. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saksi Drs. Selhanudin.
354. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Bissmilahirahmanirahim,
Assalamu’alaikum wr.wb.
Pak Hakim yang Kami Muliakan, nama saya Drs. Selhanudin
sebagai ketua KKPS 1 desa Suka Tenang. Dalam penyelenggaraan
pemungutan suara di TPS 1 Suka Tenang dimulai pada jam 7:00 sampai
pelaksanaan penghitungan suara proses pemilihan suara dan
penghitungan suara berjalan dengan aman, tertib.
355. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya. berapa yang milih di situ, Saudara Selhanudin?
356. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Yang menggunakan hak pilih di TPS 1 Desa Suka Tenang
sebanyak 495 orang. Sedangkan DPT kami adalah 526. Perolehan suara
untuk Bapak H. Hami Taher sebanyak 62 suara, kemudian untuk Pak
Murasman Spd., MM., sebanyak 427 suara, dan 6 suara tidak sah.
357. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Disaksikan oleh para saksi?
38
358. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Disaksikan oleh para saksi.
359. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa komentar para saksi atau apa reaksi saksi?
360. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Tidak ada keberatan dan berita acara ditandatangani oleh kedua
saksi.
361. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, saksi menyaksikan oleh dari pemungutan sampai
penghitungan?
362. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Menyaksikan, pak.
363. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada lain, Saudara Selhanudin?
364. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Kami rasa cukup.
365. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Cukup. Ya. Ada intimidasi? Ada iming-iming dapat bantuan?
366. SAKSI DARI TERMOHON : Drs. SELHANUDIN
Tidak ada, Pak.
367. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya. Terima kasih, sekarang nama Sutan Makmur.
368. SAKSI DARI TERMOHON : SUTAN MAKMUR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Saya sebagai ketua KPPS 2 Matras di Kecamatan Gunung Kerinci.
39
Mulai dilaksanakan penyelenggaraan pencoblosan Jam 07.00 sampai
penutupan Jam 13.00, kemudian dilanjutkan penghitungan suara dari
Jam 13.00 sampai Jam 15.30 disaksikan masyarakat umum di kelurahan
Matras khususnya di TPS 2. kemudian disaksikan oleh kedua saksi
pasangan calon, calon nomor satu dan calon nomor dua. Kemudian
terakhir penghitungan suara ditandatangani oleh kedua saksi. Terima
Kasih.
369. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apa isinya berita acara itu?
370. SAKSI DARI TERMOHON : SUTAN MAKMUR
Berita acara itu sesuai tercantum dalam rekap itu. Suara yang sah
atau rekap untuk Pak Armin Taher 56, dan untuk Pak Murasman 509.
371. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, kedua belah pihak menerima ya?
372. SAKSI DARI TERMOHON : SUTAN MAKMUR
Ya, ditandatangani Pak. dua belah pihak, Pak. Perlu saya tambahi
Pak,
373. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Silakan.
374. SAKSI DARI TERMOHON : SUTAN MAKMUR
Dua saksi mengirimkan dua utusan, baik dari Pak Armin Taher
dan juga Haji Murasman, tapi yang menandatangani satu, Pak.
Contohnya Pak, dari Pak Armin Taher, dua utusannya yaitu Saudara
Randes dan Saudara Mochtar tapi yang menandatangani yaitu Pak
Mochtar, Pak. Itu untuk Pak Armin Taher.
375. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dua-duanya tidak? Jadi saksi dari calon dua-duanya
menandatangani tidak?
376. SAKSI DARI TERMOHON : SUTAN MAKMUR
Betul, Pak. Dari nomor 1 dua utusan. Dari nomor urut 6 dari Haji
40
Murasman, 2 utusan. Tapi, yang menandatangani 1.
377. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Satu orang? memang kolomnya satu?
378. SAKSI DARI TERMOHON : SUTAN MAKMUR
Ya, betul Pak.
379. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, terima kasih. Saksi nomor 19, Saudara Urip Jamin, silakan.
380. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Assalamu’alaikum wr.wb.
Yang Terhormat Majelis Hakim yang saya muliakan. Pertama kali
saya menerangkan, saya selaku Ketua KPPS Desa Sungai Abu
Kecamatan Ayak Timur. Yang saya jelaskan di sini bahwa setelah dibuka
pemilihan jam 07.00 bahwa saya selaku Ketua KPPS tidak tinggal diam.
Bahwa selaku Ketua PPS mengelilingi seluruh TPS-TPS yang ada. Yang
saya ketahui dan saya amati itu tidak ada terdapat kekeliruan dan tidak
ada hambatan. Yang saya lihat itu berjalan dengan lancar, tertib, dan
aman. Terima kasih.
381. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara, Jam 7.00 sudah di situ? Jam setengah tujuh mestinya
sudah di situ?
382. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Ya, setengah 7 saya sudah sampai di situ.
383. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa yang memilih di situ?
384. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Yang memilih tak ingat lagi.
385. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tak ingat. Yang menang siapa?
41
386. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Yang menang, pada waktu Pak Marusman.
387. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Dua orang saksi menandatangani?
388. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Menandatangani.
389. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih.
390. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Ada tambahan lagi, Pak.
391. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, silakan.
392. SAKSI DARI TERMOHON : URIP JAMIN
Kemudian, selanjutnya saya amati dan ketahui lagi waktu
penghitungan suara, itu saya amati dan saya ketahui, itu juga berjalan
dengan aman. Dan juga saya ketahui waktu menangani berita acara,
juga aman tidak ada hambatan, terima kasih.
393. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih Saudara Urip Jamin, Saudara Fron Elmala.
394. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Assalamu’alaikum wr.wb.
Yang saya hormati, Bapak Hakim. Saya adalah Ketua PPS 1, Desa
Sungai Dalam kecamatan Kayu Aro. Menurut pengamatan saya di TPS 1,
di Desa Sungai Dalam, kecamatan Kayu Aro, acara pemilihan Bupati dan
wakil Bupati Kerinci periode 2009-2014 dimulai jam 07 WIB sampai
penghitungan suara jam 17 sore di TPS 1, Desa Sungai Dalam,
Kecamatan Kayu Aro berjalan dengan aman dan tertib.
42
395. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Apalagi yang Saudara mau terangkan?
396. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Cukup Pak.
397. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Cukup. 12 saksi menandatangani?
398. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Menandatangani.
399. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada suara yang tidak sah?
400. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Ada.
401. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Berapa?
402. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Dua.
403. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang sah berapa?
404. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Yang sah, 372.
405. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
372. masing-masing dapat suara berapa itu?
43
406. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Nomor 6 mendapat suara 369.
407. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang nomor 1?
408. SAKSI DARI TERMOHON : FRON ELMALA
Yang nomor 1 mendapat suara 3.
409. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Yang tidak sah 6, ya. Saudara Tesi Sitepu.
410. SAKSI DARI TERMOHON : TESI SITEPU
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Hakim yang saya hormati, sepengetahuan saya di TPS 01
Desa Kebun Baru Kecamatan Kayu Aro tidak ada masalah, Pak. Jadi, dari
mulai pelaksanaan pemilihan pencoblosan sampai penghitungan suara,
semua berita acara ditandatangani oleh kedua belah pihak saksi, Pak.
Saksi dari Pak Armin dan saksi dari Pak Murasman. Jadi, pengamatan
saya tidak ada masalah waktu pencoblosan sampai dengan
penghitungan suara, Pak. Untuk sementara hanya itu yang bisa saya
sampaikan, Pak hakim.
411. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, artinya para saksi, petugas bekerja dengan sesungguhnya.
Tidak ada yang protes?
412. SAKSI DARI TERMOHON : TESI SITEPU
Tidak ada, Pak.
413. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ada. Ada selisih suara di TPS itu?
414. SAKSI DARI TERMOHON : TESI SITEPU
Tidak ada Pak.
44
415. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sama?
416. SAKSI DARI TERMOHON : TESI SITEPU
Ya Pak.
Selisihnya ada Pak.
417. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Coba disebutkan?
418. SAKSI DARI TERMOHON : TESI SITEPU
Untuk Pak Ami, 176, Pak.
419. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terus?
420. SAKSI DARI TERMOHON : TESI SITEPU
Untuk Pak Murasman 210, Pak.
421. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, terima kasih. Selanjutnya Saudara Safrial ya?
422. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Ya Pak.
Bismillahirahmanirahim, assalamu’alaikum wr.wb.
423. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Wa’alaikum salam
424. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Bapak-Bapak Hakim yang kami muliakan, kami dari TPS Desa
Kutotuo, saya sebagai Ketua KPPS mulai pelaksanaan pemugutan suara
mulai dari jam 7.00
45
425. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
TPS berapa?
426. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Kami cuma satu TPS.
427. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Satu TPS?
428. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Ya Pak. Jadi, dari mulai jam 7 pemungutan suara kami tidak
mendapat protes atau hambatan. Yang kami laksanakan berjalan dengan
lancar. Hasil perolehan suara yang kami dapat, Bapak H, Ani Taher
mendapat suara 18. Sedangkan Bapak H. Nurasman mendapat suara
441, sedangkan surat suara yang tidak sah 2. Dan suara yang tidak
terpakai 6.
Terima kasih.
429. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada keberatan dari saksi-saksi yang menyaksikan di situ?
430. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Tidak ada, Pak.
431. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada yang mencoblos orang dari luar?
432. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Tidak ada Pak, ada yang mencoblos dari TPS lain, 5.
433. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
5 orang?
434. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Ya, lima orang.
46
435. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, terima kasih. Herlius?
436. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Majelis Hakim Yang Mulia, saya sebagai anggota PPK
Kecamatan Sula. Pada kesempatan ini saya melaporkan bahwa selaku
pelaksana penyelenggara, atau penyelenggara pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati Kerinci, kami melaksanakan segala proses pentahapan dari
awal sampai akhir itu berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.
Seterusnya, berdasarkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) untuk Kecamatan
Sula yaitu 27.041.
437. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Di ulang.
438. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
27.041 tersebar dari untuk beberapa TPS. Jumlah TPS ada 60 dan
jumlah TPS artinya tersebar di 27 desa. Selanjutnya, setelah
penyelenggaraan pemilihan atau pencoblosan setelah penghitungan
suara, kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno di PPK Kecamatan Sula
yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2008. pada sidang pleno
tersebut dari Bapak Ir. H. Ami Taher dan Bapak Duanda Putra mengirim
saksi atau pun saksinya adalah Saudara Irwan Efendi. Sedangkan dari
Bapak Nurusman dan Bapak Muhammad Rahman itu, Saudara Irfan
Etrizal S.TP. Selanjutnya, setelah diadakan sidang pleno sampai selesai
maka dalam pelaksanaannya tidak ditemukan, artinya tidak ada
kejanggalan-kejanggalan ataupun keluhan-keluhan dan keberatan atas
kedua saksi yang dituangkan dalam model DA2 KWK artinya keberatankeberatan
dan kekeliruan nihil. Kemudian berita acara ditandatangani.
Demikian, Pak.
439. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Terima kasih. Tidak ada kelambatan bantuan dana?
440. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
Tidak Pak.
47
441. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Lancar semua?
442. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
Ya.
443. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
SDM, tidak ada ?
444. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
Maksudnya Pak ?
445. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, artinya personil yang menangani itu cukup ?
446. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
Cukup.
447. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Transportasi cukup?
448. SAKSI DARI TERMOHON : HERLIUS
Cukup, Pak.
449. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, nomor 24 sekarang. Saudara Bujang Rahman.
450. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Terima kasih.
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Hakim Yang Mulia, di sini saya akan sampaikan peristiwa
yang akan terjadi dalam wilayah PPK Kecamatan Gunung Kerinci.
Kebetulan saya Ketua PPK-nya. Pada tanggal 12 Desember 2008 kami di
PPK di Gunung Kerinci melaksanakan sidang pleno rekapitulasi
penghitungan suara dalam wilayah PPK Gunung Kerinci. Yang kami mulai
dari jam 9 pada hari Jumat dan jam 11.45 itu di skors. Selanjutnya, itu
48
dilanjutkan jam 2 dan selesai pada jam 5. selama pelaksanaan sidang
pleno rekapitulasi penghitungan suara di PPK Kecamatan Gunung Kerinci
berjalan dengan aman, tertib, dan disaksikan oleh ketua PPS dan ketua
KPPS. Kebetulan untuk menyampaikan berita acara, per-KPPS
prosedurnya kami suruh ketua KPPS masing-masing.
Terima kasih, Pak.
451. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Para pihak yang menjadi saksi, hadir semua?
452. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Kebetulan pada saat itu saksi nomor satu tidak hadir, yang hadir
saksi nomor 6.
453. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak ditanyakan, kenapa tidak hadir?
454. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Sudah, pagi hari saya memerintah satu staf untuk mencari yang
bersangkutan. Dicari ke rumah, ternyata sudah pergi ke sekolah. Dan
selanjutnya saya telepon pihak HP dan disambut, dia tidak sempat hadir.
455. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Apalagi Saudara yang bisa Saudara sampaikan tentang perolehan
suara?
456. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Untuk perolehan suara di Kecamatan Gunung Kerinci yaitu untuk
pasangan nomor 1, yaitu Bapak Ami Taher dan Duanda, mendapat suara
1.150, dan Bapak H. Nurasman yaitu 6.738.
457. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ada surat suara yang rusak?
458. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Suara yang tidak sah itu 139 lembar.
49
459. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya. Apalagi, Saudara Bujang?
460. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Sementara tidak, ada aman dan tertib.
461. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Cukup?
462. SAKSI DARI TERMOHON : BUJANG RAHMAN
Cukup.
463. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Selanjutnya Saudara Gazali Jalil ya?
464. SAKSI DARI TERMOHON : GAZALI JALIL
Terima kasih.
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak Hakim yang terhormat, di sini saya sebagai ketua KPPS I
Desa Panyai ,Kecamatan Batang Marangin, Kabupaten Kerinci. Bahwa
sebelum pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 11 itu, saya
sebagai ketua memimpin secara langsung untuk membaca/sumpah atau
janji kepada anggota KPPS serta saksi yang hadir pada waktu itu.
Setelah pelaksanaan tersebut, maka jam 7.00, jam 7 tepat kami
melaksanakan pemungutan suara. Dari jam 7 sampai selesai. Dengan
hasil pemungutan suara tersebut maka Bapak H. Ami Tahir mendapat
suara 118, sedangkan Bapak H. Murasman mendapat suara 204,
sedangkan suara yang tidak sah cuma 5. Sepanjang perjalanan proses
pemungutan suara lancar, aman, dan teritib. Tidak ada masalah, Sekian
dan terima kasih.
465. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Ada orang yang menawari bantuan? uang?
466. SAKSI DARI TERMOHON : GAZALI JALIL
Tidak ada Pak.
50
467. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Bantuan makanan?
468. SAKSI DARI TERMOHON : GAZALI JALIL
Tidak ada.
469. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Ada gangguan lain?
470. SAKSI DARI TERMOHON : GAZALI JALIL
Tidak ada.
471. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Ada drop-dropan orang? ada orang didrop di situ?
472. SAKSI DARI TERMOHON : GAZALI JALIL
Tidak ada.
473. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Anak-anak yang nyoblos di bawah umur?
474. SAKSI DARI TERMOHON : GAZALI JALIL
Juga tidak ada.
475. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Sekarang nomor 26. Saudara Fauzan Khairazi. Ada? Tidak hadir?
Saudara Sopan Sopian? Ada Saudara Sopan Sopian?
476. SAKSI DARI TERMOHON : SOPAN SOPIAN
Ada Pak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selama
pengamatan saya menjadi saksi di Kecamatan Kayu Aro,
477. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Saksinya siapa?
51
478. SAKSI DARI TERMOHON : SOPAN SOPIAN
Saksinya H. Murasman. Selama pengamatan saya di PPK
Kecamatan Kayu Aro, berjalan lancar. Dan sesuai dengan yang saya
dapat dari para saksi di tiap TPS di Kecamatan Kayu Aro berupa C1 atau
Berita Acara semuanya ditandatangani. Dan begitu juga dengan Sidang
Pleno di PPK juga lancar dan tidak bermasalah. Maka kami mendapat
hasil sesuai dengan C1. Pak Ahmad Taher mendapat suara 8.370 dan H.
Murasman mendapat suara 15.567. Maka kami bersepakat untuk
menandatangani berita acara dan tidak ada paksaan atau tidak ada
protes, sekian.
479. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Coba diulang, Pak H. Ami mendapat berapa?
480. SAKSI DARI TERMOHON : SOPAN SOPIAN
Bapak H. Ami Taher mendapat 8.370, Bapak H. Murasman
mendapat 15.567.
481. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Saudara Termohon cukup itu ya. Jadi, saksinya sudah cukup toh.
Panwas siapa di sini yang hadir? Silakan Saudara Rusdi, apa yang
Saudara saksikan?
482. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang kami
muliakan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Republilk Indonesia.
Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Hadirin yang saya hormati. Pada kesempatan
yang berbahagia ini saya akan sampaikan rasa syukur dan puji yang
sedalam-dalamnya kehadirat Allah SWT karena pertemuan ini telah
memberikan nilai tambah dan hubungan silaturrahmi yang baik yang
merupakan kebahagiaan.
483. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Kesaksiannya saja. Apa yang Saudara saksikan sebagai
pengawas?
52
484. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Adapun kapasitas saya sebagai pengawas Pemilu Pilkada daerah
Kabupaten Kerinci, tugas serta kewajiban sepanjang kemampuan telah
saya lakukan dengan baik menurut undang-undang dan peraturan yang
berlaku.
Ketiga, ucapan terima kasih kepada kandidat Kabupaten Kerinci
yang telah melancarkan tugas-tugas pengawasan.
485. HAKIM KONSTUSI: Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Saudara Saksi, tidak usah lagi ucapkan terima kasih, itu sudah
Saudara ucapkan di sana. Sudah dilaksanakan tugasnya dengan baik.
ada protes? tidak ada?
486. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Tidak ada protes, Pak.
487. HAKIM KONSTUSI: Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Itu yang perlu Saudara terangkan.
488. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Tidak ada masalah.
489. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Ada lagi yang lain?
490. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Sepanjang itu, tidak ada masalah.
491. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Alhamdulilah, terima kasih, itu bukan kesaksian itu. Sekarang
masih ada satu, kemarin Fauzan ada? tidak ada? Cukup. Sekarang saya
persilakan kepada Saudara Termohon dulu kalau ada pertanyaan dan
nanti pepada Pemohon, tapi kita ingin membatasi sampai jam 12.00
kalau bisa, karena ada sidang yang lain. Saya persilakan.
53
492. HAKIM KONSTUSI: Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Saudara bertanya, kalau tidak ada, tidak ada.
493. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Terima kasih Hakim Yang Mulia.
Kami cuma ingin minta klarifikasi dari saksi Hardidon. Hardidon ini
adalah saksi dari nomor urut 6 pasangan calon TPS 1 Sungai Dalam.
Cuma ingin mempertegas, yang benar menurut Saudara tadi suara yang
didapat oleh pasangan nomor urut 6 itu menurut Saudara 396 atau 369.
Tadi menurut Saudara suara itu 396, benar itu?
494. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Iya.
495. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Apakah itu sudah sesuai dengan berita acaranya?
496. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Sudah Pak.
497. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Karena menurut berita acaranya, karena menurut berita acaranya,
498. HAKIM KONSTUSI: Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Saudara Kuasa Termohon, apa yang dia terangkan itu saja.
Karena itu yang dia tahu. Jadi jangan Saudara arahkan. Silakan tanya
yang lain.
499. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Saya ingin menanyakan kepada Bapak Rusdi Hakim dari
Panwaslu. Apakah ada laporan yang masuk ke Panwaslu dari pasangan
calon baik nomor 1 maupun nomor 6? Sudah sejauh mana kalau
memang ada atau tidak perkembangan dari tindak lanjut laporan-laporan
tersebut.
54
500. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Seluruh laporan yang masuk tentang pelanggaran
penyelenggaraan pilkada telah kami lanjuti yang memenuhi mekanisme
pelaporan.
501. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Jadi ada? tadi Saudara bilang alhamdulillah wa syukurillah, lalu
kok masih ada? yang mana itu? berapa jumlahnya?
502. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Kalau putaran yang kedua jumlahnya 13, kemudian yang bisa
kami tindak lanjuti sesuai dengan klasemennya, 6.
503. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Apa isinya itu?
504. KETUA : Prof. Dr. H. AHMAD SODIKI, S.H.
Silakan Saudara Pemohon (Termohon maksudnya), mungkin mau
ditanya?
505. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Dari 13 ini kan 6 yang masuk Pak ya? yang ditindaklanjuti.
Sekarang sudah dalam tahap proses sampai di mana?
506. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Kami tindaklanjuti ke Penyidik, Pak.
507. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Semuanya berupa tindak pidana Pak?
508. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Iya, Pak.
55
509. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Itu terjadi di mana? tindak pidana itu?
510. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Terjadi? tempat terjadinya yang saya tidak ingat, Pak.
511. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Iya, tadi saksi-saksi ini kan juga dari tempat-tempat itu. Katanya
semua lancar semua tidak ada masalah.
512. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Iya, yang disampaikan kepada kami itu setelah kami kaji lewat
pleno ada 6 yang bisa kami tindaklanjuti.
513. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Itu sudah Saudara katakan. Yang ditanyakan oleh Pak Ketua itu di
mana kejadian itu? kan 6 mundur, Saudara tindak pidana diteruskan
kepada penyidik, nah itu ditindaklanjuti kepada penyidik memang begitu
mekanismenya. Yang ditanyakan Pak Ketua di daerah atau di desa atau
di kecamatan apa yang kejadian protes itu loh yang menjadi tindak
pidana itu yang Saudara tindaklanjuti, itulah yang ditanyakan.
514. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Itu sebenarnya kita sudah membuat rekap tapi kebetulan teman
saya agak kurang sehat tadi dalam (suara tidak jelas). Nanti kalau dia
sempat kesini kami berikan rekap itu Pak.
515. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Oke. Silahkan Pak.
516. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Seingat Saudara itu mengenai apa itu? dari 6 yang sudah
ditindaklanjuti itu mengenai apa itu?
56
517. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Itu ada coret Pak. Jumlah itu ada coret tapi sudah dibuat dicoret.
Diganti dengan huruf yang lain, kira-kira begitu, Pak.
518. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Selain itu ?
519. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Kemudian, selain itu jumlahnya tidak pas. Artinya ditambahkan,
kok lain hasilnya, Pak.
520. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Itu yang melakukan siapa?
521. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Yang melakukan itu kita tidak tahu yang melakukan, Pak. Yang itu
jelas berita acara dari KPPS, Pak.
522. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Sebentar Saudara, Saudara sebagai Panwas kalau ada laporan
masuk tertulis, kan di situ disebutkan siapa yang pelakunya? di mana
tempat kejadiannya? apa yang dilakukan? begitu kan? Baru itu bisa
Saudara tindaklanjuti. Kalau laporan itu tidak lengkap tidak boleh
Saudara tindaklanjuti kan gitu? Begitu mekanismenya. Kenapa kok
Saudara bilang, coba terangkan gimana?
523. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Itu ada pelaku Pak. Ada pelaku yang diisi oleh pelapor, Pak.
524. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Iya, tapi Saudara tidak ingat?
57
525. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Iya, saya tidak ingat, Pak.
526. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Nah begitu, jangan bilang tidak ada. Tidak bisa.
527. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
(Suara tidak jelas)
528. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Iya, ada 2 tadi. Yang ke 3? Ada lagi ?
529. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Itu saja Pak.
530. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jadi, 6 itu yang ingat 3? Wah masa? Jadi Panwas sekian lama, 6
masalah saja tidak ingat. Tidak ingat ?
531. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
Tidak ingat.
532. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Umurnya berapa, Pak ?
533. SAKSI DARI TERMOHON : RUSDI HAKIM (PANWASLU
KABUPATEN KERINCI)
59 tahun 6 bulan, Pak.
534. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Mestinya harus ingat. Sekalipun sudah tua kan Bapak sudah
terhormat diangkat jadi Pengawas ya. Ingat isi pokok-pokoknya
58
walaupun tidak rinci kejadiannya di mana ya. Terimakasih, Pak. Cukup.
Kami persilahkan Saudara Pemohon.
535. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H.
Baik, Terimakasih Majelis Yang Mulia. Kita akan menanyakan
kepada saksi nomor 1, Majelis, yaitu Saudara Helfi Apriadi. Tadi Saudara
menyampaikan DPT itu 569, kemudian total pemilih 571, nah dalam
bukti yang kita sampaikan ke Majelis itu terlihat keanehan dimana
jumlah pemilih itu melebihi dari jumlah DPT. Bisa Saudara Saksi jelaskan
ini?
536. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Adapun 3 penambahan pemilih itu pindahan, Pak.
537. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Pindahan dari mana ?
538. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Pindahan dari TPS (suara tidak jelas)
539. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ada pakai surat? Saksi bisa diperlihatkan ke depan Majelis?
540. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Ada Pak, itu dipegang sama PPS.
541. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
PPS ya? Berarti Saksi Nomor 12 ya? Saksi 12 itu Ketua KPPS?
542. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Ya, Pak.
543. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Bu Agustiani ya?
59
544. SAKSI DARI TERMOHON: HELFI AFRIADI
Ya.
545. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Tapi kalau di dalam rekap kita, itu tidak kita temukan ada yang 3
orang pemilih dari luar gitu. Bisa mungkin Majelis mohon diperlihatkan
bukti P-3 DPT sebagai DPT kemudian bukti P-6 yaitu di Desa baru Siulat,
kecamatan Siulat. Juga kami sampaikan Majelis, di situ di dalam catatan
pelaksanaan ini, itu yang jumlah pengguna hak pilih di sini dibuat 567
bukan 569 sebagaimana DPT. Berarti ada, menurut hemat kami ada
terjadi apa kesalahan atau setidak-tidaknya kemungkinan adanya
manipulasi terhadap berita acara ini gitu. Di sini dibuat 567, Majelis di
bukti P-6.
Baik yang kedua, yaitu Saksi Nooris. Saksi 2, saksi nomor urut 2
itu kita lihat ada kejanggalan. Di DPT itu tersebut 366 sementara total
pemilih pengguna surat suara itu 375. Sementara kata saksi tadi DPT
adalah 366 jadi kita melihat ada kejanggalan Majelis ada kelebihan surat
suara yang digunakan. Nah ini perlu dijelaskan oleh Saksi Nooris.
546. SAKSI DARI TERMOHON : NORNIS
Surat suara dari DPT 366 pemilihan dari TPS lain, 9. Cadangan
yang 9.
547. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ya, kita tidak melihat adanya keterangan di berita acara ini 9
orang itu yang dari desa lain. Nah tidak dicantumkan. Jadi ini tolongkan
dijelaskan gitu.
548. SAKSI DARI TERMOHON : NORNIS
Ada keterangan.
549. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Bisa di perlihatkan di depan Majelis? Kita mohon dilihat bukti P-12
Majelis.
550. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Majelis Yang Mulia, mohon izin menyampaikan sesuatu. Mungkin
untuk membantu Pihak Pemohon dalam hal alat bukti ini, karena yang
memegang ini adalah penyelenggara untuk membantunya. Mungkin
60
kami sampaikan bahwa apa yang ditanyakan Termohon tadi itu ada
juga bukti kami di T.44. Untuk saksi yang ditanyakan pertama dan T.42.
551. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Itu terpaut berapa? 9 tokh?
552. KUASA HUKUM TERMOHON : MAIFUL EFENDI, S.H
Itu dari Sungai Pegeh, Majelis. Bukan, jadi kita pikir Pemohon
keliru, Majelis.
553. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Saudara Saksi tahu tidak yang 9 itu? Ini kan 366 menjadi 379.
Beda 9 karena apa?
554. SAKSI DARI TERMOHON : NORNIS
Pilihan dari TPS lain.
555. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Pemilihan dari TPS lain, dari TPS mana?
556. SAKSI DARI TERMOHON : NORNIS
Dari TPS III Koto Rendah.
557. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Sementara yang disampaikan Pemohon tadi dari Sungai Pegeh.
558. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Apa yang Dia katakan, apa yang Dia terangkan, yang Dia katakan,
yang tidak bisa kita ngatur dia. Terus mereka yang 9 orang itu yang
menurut Saudara dari TPS III Kota Rendah itu, Dia membawa surat
panggilan sehingga diperkenankan dia memilih di situ?
559. SAKSI DARI TERMOHON : NORNIS
Ada.
61
560. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Selanjutnya untuk Saksi nomor 3, yaitu Saudara Sopyanizar. Itu
DPT 206. Sementara total penggunaannya adalah 207. Jadi ada
kelebihan 1 suara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, Majelis. Jadi
kita akan menanyakan kepada saksi Sopyanizar, kita menuju kepada
bukti P.3 dan T.11
561. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Terima kasih, jumlah DPT berdasarkan 206 yang menggunakan
hak pilihnya 203, yang tidak menggunakan hak pilih 3, jumlah pemilih
dari TPS lain 4, TPS II Koto Aro surat suara yang diterima dari PPS
termasuk cadangan 211.
562. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Cadangannya hanya 5 ya?
563. SAKSI DARI TERMOHON: SOPYANIZAR
Ya, surat suara yang tidak terpakai 4. Surat suara yang terpakai
207. Surat suara yang tidak sah 2. Tapi, tidak ada di dalam berita acara.
Tidak diperlihatkan dan bisa dibuktikan di depan Majelis.
564. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Bukan hanya Dia yang harus membuktikan. Dia hanya Saksi. Dia
hanya menerangkan apa yang Dia terangkan.
565. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Kita tidak temukan dalam bukti 11, Majelis.
566. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Itu Dia katakan, Dia tidak usah suruh membuktikan karena Dia
hanya Saksi. Jadi, Saudara kemukakan di sini nanti kita catat ada
perbedaan. Misalnya, bukan Dia, Saudara paksa membuktikan. Bukan
kerjanya Dia.
567. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Terima kasih Majelis, masukannya. Selanjutnya Saksi Harnidar,
Saksi nomor 4 yaitu DPT 381 sementara total pengguna adalah 389
berarti kelebihan surat suara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan
62
568. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR
Waktu saya menyaksikan di situ mulai pemungutan suara mulai
jam 7 sampai selesai, penghitungan suara, dan jam 3, saya tidak pernah
menemukan apa-apa. Sesudah itu saya tidak tahu, Pak.
569. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ya, artinya di sini ada kelebihan dari DPT 381 sementara yang
menggunakan hak pilih adalah 389 menurut itu melebihi jumlah DPT.
570. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum .
Jangan Saudara, bukan Saudara yang ditanya. Saudara diam.
nanti dulu ini, Saudara Saksi tahu apa? sebabnya kelebihan? tidak tahu?
571. SAKSI DARI TERMOHON: HARNIDAR.
Ya tidak tahu. Waktu itu surat suara sudah dihitung semuanya.
Ada kelebihan, saya tidak tahu.
572. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Sementara di berita acara ini, tidak ditemukan adanya pemilih
yang lain begitu. Baik, yang selanjutnya saya akan bertanya kepada
Saksi Yelmi Efendi. Itu DPT 434 sementara pengguna hak pilih adalah
444. Itu diberi tahu Saksi tadi 9 dari Sungai Pegih. Jadi, kita melihat ada
perbedaan 1 suara, jadi kalau 444 + 9 =443 berarti ada setidak-tidaknya
ada kesalahan atau indikasi manipulasi terhadap berita acara ini, Majelis.
yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang sebenarnya yang kami
lihat yang jumlah pemilih dalam salinan daftar pemilih tetap itu
berjumlah 434 yang menggunakan hak pilihnya 434, dan ada yang
menggunakan hak pilihnya dari TPS lain, yaitu 9 orang. Cuma itu yang
dapat kami amati sebagai Saksi. Jadi, jumlahnya 433 bukan 444
sebagaimana kita sampaikan. Berarti 1 suara yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan.
573. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Dari TPS lain itu dari mana itu?
574. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Dari Sungai Pegih.
63
575. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Seluruhnya?
576. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Ya.
577. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Mereka membawa surat panggilan, surat undangan.
578. SAKSI DARI TERMOHON: YELMI EFENDI
Ya Pak.
579. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Kita lihat juga Saksi Aristuna, DPT 486 sementara pengguna surat
suara, baik itu yang sah maupun yang tidak sah, 495. Sementara
menurut keterangan Saksi tadi mengatakan H. Murasman itu mendapat
suara 427 kemudian Amir Juanda 62 suara. Dalam catatan kita berarti
kita 499 suara yang digunakan. Nah, ini berarti ada perbedaan dengan
berita acara yang sudah diapakan, yang kami sampaikan itu. Bukti P.14,
bisa Saudara jelaskan itu? Ada perbedaan angka-angka itu. Jadi,
Saudara Saksi mengatakan itu Pak H. Murasman itu mendapat 427
suara, kemudian Aminduanda 62 suara kalau dijumlahkan kedua suara
itu menjadi 499 suara, sementara menurut berita acara itu pengguna
surat suara baik yang sah maupun tidak sah dalam 495 berarti ada
kelebihan juga yang perbedaan dari DPT dan perbedaan dengan
kesaksian Saudara.
580. SAKSI DARI TERMOHON : ARI TUNA
Ya, terima kasih.
Yaitu dari Pak Murasman mendapat 427, kemudian dari pasangan
Ami Taher mendapatkan 62, yang tidak sah 6 suara.
581. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Malah nambah, kalau di berita acara 495. berarti kalau tidak sah,
berarti 499 tambah 9 suara, berarti 505 suara yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan di sini.
64
582. SAKSI DARI TERMOHON : ARITUNA
Sebagaimana yang saya ketahui, ketua KPPS memberi data pilih
sama saya, Aminda, suaranya sebanyak 426.
583. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Menurut berita acara di P14 kita sampaikan, Majelis, itu 495,
untuk berita acaranya. Tapi, ini kan ada angka-angka yang tidak bisa
ditepati.
584. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara saya ingatkan, hanya saksi.
585. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ya, mungkin itu saja penekanannya. Trus kita lanjutkan ke Saksi
Safrial. Dalam DPT itu 567 sementara penggunaan surat suara 581. ini
juga ada angka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
586. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Sebentar dulu Saudara Pemohon ya, ini yang diterangkan oleh
Saudara Arituna tadi, Dia bilang ada 495 suara yang dipakai di sana.
Kalau dihitung ini terkait dapat 427, kalau yang Pemohon 62, kalau
dijumlahkan itu sama dengan 489. ditambah dengan 6 yang tidak sah, di
situ persis 495. dimana masalahnya?
587. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Sementara dari keterangan saksi tadi, Majelis, Aminda saja itu
dapat 62 suara, sementara Murasman, 427 suara.
588. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Makanya?
589. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Berarti sudah ada 499 suara. berbeda dengan apa,
590. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
489 dong, kalau dijumlahkan. 427 tambah 62, 489. ditambah
dengan 6 yang tidak sah jadi 495, cocok ya. Dimana masalahnya? Hitung
65
baik-baik.
591. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Hati-hati.
592. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Juga kita lihat ada apa dengan jumlahnya.
593. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Bukan dengan jumlahnya, angka yang saya bicarakan. Karena
angka yang Saudara masalahkan. Kalau soal lain silakan tanyakan ini,
benarnya ini.
594. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Kalau benar itu, kata Saksi tadi juga ada 5 surat suara ya? 6.
595. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Ada 6 surat suara yang tidak sah.
596. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Kalau dijumlahkan,
597. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
495, ya cocok.
598. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Cuma hitung lagi.
599. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Tidak, kalau ditambahkan 6 lagi saksi itu menjadi,
600. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Coba hitung yang benar.
66
601. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Coba hitung yang benar.
602. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
427 tambah 62, 489. ya kan? Ditambah dengan 6 yang tidak sah,
495. Ya cocok dengan yang Dia katakan. Coba Saudara hitung.
603. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ya, baik Majelis.
604. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Jadi, tidak masalahnya yang Saudara katakan ada
ketidakcocokan. Padahal cocok yang dia terangkan. Hal lain yang
Saudara tanyakan seperti, kalau angka ini sudah benar. Anda yang salah
hitung tadi. Karena anda menganggap 499, kalau 427 tambah 62 kan
begitu. Sehingga Saudara menganggap 499 tambah lagi 6 kan besar lagi
505, itu yang salah. Sesudah dihitung yang benar, sudah benar 495.
yang lain anda tanyakan.
605. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Jadi begitu Majelis ya, jadi ada perbedaan.
606. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Jadi Saudara sudah tahu masalahnya? Yang berarti diteruskan
yang lain.
607. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Jadi ada perbedaan dengan DPT saja, Majelis. Safrial, DPT 567
sementara penggunaan hak pilih 581. berarti ada kelebihan yang perlu
dijelaskan.
608. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Terima kasih. Itu sebelumnya saya tidak menjelaskan yang
demikian tadi. Kenapa saya katakan begitu karena saya tidak
menjelaskan. Dan Majelis Hakim juga tidak menanyakan DPT dengan
saya.
67
609. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ya, maksudnya kita tanyakan kepada Saudara saksi itu ada
perbedaan di DPT 567 sementara pengguna hak suara ada 581. Berarti
ada perbedaan dengan DPT. Melebihi jumlah DPT yang ada.
610. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Menurut DPT yang kami ketahui itu sebanyak 560 orang.
611. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Jadi kita mendalilkan bukti P5, Majelis. DPT yang dikeluarkan oleh,
612. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Tanyakan yang Dia terangkan karena Dia tidak mengajukan bukti
surat kalau ini. Karena Dia hanya menerangkan, tanyakanlah yang Dia
terangkan. Begitu maksudnya.
613. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Mungkin, apakah pada saat itu ada pemilih dari luar atau
bagaimana?
614. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Memang ada pemilih dari TPS lain sebanyak 13 orang.
615. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
dari TPS mana itu?
616. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Dari TPS Lubuk La Godang.
617. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
TPS berapa?
618. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
TPSnya, saya kurang jelas.
68
619. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
13 orang ya?
620. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Sebanyak 13 orang yang saya ketahui.
621. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Nah kalau itu DPT ditambahkan 13 orang jumlahnya 580, dari
DPT 5, 6, 7 berarti masih ada kelebihan yang belum
dipertanggungjawabkan.
622. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Tahu tidak kenapa sebab itu berbeda?
623. SAKSI DARI TERMOHON : SAFRIAL
Kalau perbedaan itu, saya belum mengetahui. Di sini perlu saya
jelaskan DPT dari semuanya 560, terus ada pemilih dari TPS lain
sebanyak 13 orang, surat suara seluruh 574 yang tidak terpakai
kemudian rusak 1 menjadi 573. surat suara sebelum terpakai 565 rusak
sebanyak 8, menjadi 573. Saya cuma mengetahui sedemikian, Pak.
624. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Baik kita lanjutkan Majelis, ke Saksi Amran, menurut DPT 400,
maaf Majelis, Hardidon saksi nomor 8, DPT 361 sementara pengguna
hak pilih 474, bukti p8. menurut keterangan saksi Murasman mendapat
396, sementara Pak Amianda dapat 3 suara, berarti ada perbedaan
dengan DPT.
625. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Terima kasih Pak, itu bukan salah, Pak Murasman 369.
626. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
tadi Saudara pemohon sudah menanyakan ulang kepada Saudara
tapi Saudara menegaskan bahwa itu 396.
627. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Ya, maaf salah jumlah, Pak.
69
628. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Bagaimana, yang benar gimana?
629. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Yang benar 369.
630. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Berarti 372, sementara dalam berita acara yang kita sampaikan di
P8 itu 374. seharusnya 372 ya. Kalau 369 tambah 3, 372. Jadi ada
perbedaan ada selisih. Itu bagaimana bisa Saudara jelaskan?
631. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
13 dari TPS lain, Pak.
632. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Ada TPS mana yang lain itu?
633. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Di Sula.
634. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Saudara ada di TPS mana?
635. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Di TPS kayu Aro Sungai dalam.
636. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Silakan.
637. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Saudara Saksi hardidon, Kayu Aro itu kecamatan lain dengan
Sula?
638. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Tidak, kecamatan beda.
70
639. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Jarak antara kecamatan dengan Sula, dekat atau jauh?
640. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Jauh.
641. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Cukup jauh. Tapi pemilih dari Sula bisa datang ke kayu Aro.
642. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Antara 35 Km.
643. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Baik.
644. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Jadi Saksi Hardidon, kembali ke tadi itu. Kalau di berita acara itu
surat suara yang diterima dari TPS termasuk cadangan adalah 374.
sementara Saudara saksi katakan tadi ada tambahan 13 surat suara.
berarti surat suara darimana datangnya? Ada tambahan 13, sementara
surat suara itu termasuk cadangan itu 374.
645. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya, Saudara agak cepat ya karena ada sidang yang lain nanti.
646. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Ya, Pak Hardidon, bisa dijelaskan dari mana surat suara itu?
647. SAKSI DARI TERMOHON: HARDIDON
Tidak tahu Pak.
648. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Tidak tahu.
Baik, terima kasih. Saksi Ali Amran itu DPT 456, sementara
pengguna hak pilih 461. Ada kelebihan surat suara yang tidak bisa
dipertanggungjawabkan. Dari mana yang tambahan itu? Desa dari Koto
71
Labutinggi, Dari Koto Lubutinggi ada 5 ya?
649. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Seluruh surat suara tambahan 11 jadi jumlah DPP tetap 456, jadi
tambah 11 berjumlah jumlah jadi 467, yang terpakai 461, rusak 2,
jumlah pemilih dari TPS lain kloter tertinggi 5 lebih surat suara 6.
650. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Baik, selanjutnya Saksi Agusta Dini yaitu DPT 569 sementara
pengguna hak pilih 571 bisa di jelaskan ini?
651. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Coba di ulangi pertanyaan Bapak?
652. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Jadi DPT 569 sementara pengguna hak pilih 571 jadi ada
perbedaan antara DPT?
653. SAKSI DARI TERMOHON: ALI AMRAN
Disini jumlah pemilih, dalam salinan daftar pilihan tetap yaitu 567
semuanya, laki-laki di tambah dengan perempuan.
654. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
567 pemilih.
655. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Ya semua yang memilih 567.
656. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
567, sementara pengguna hak suara dalam berita acara 571 bisa
Saudara jelaskan?
657. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Ada 4 suara, dari mana itu suara 4 itu?
72
658. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Suara itu dari pemilih pindahan, pemilihan dari surat sidang.
659. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Berapa orang?
660. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Itu ada di berita acaranya sekitar jumlahnya 3 orang.
661. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
4 orang atau 3 orang? Mana yang betul?
662. SAKSI DARI TERMOHON: AGUSTA ANDINI
Di situ ditulis 3 orang.
663. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Masih banyak berapa orang lagi? saya tanya berapa lagi? Satu. Ya
silakan.
664. KUASA HUKUM PEMOHON : FAUDJAN MUSLIM, S.H
Terimakasih, dari seluruh saksi termohon yang di hadirkan di
depan Majelis, semua sepakat untuk mengatakan bahwa,
penyelenggaraan pencoblosan pada hari itu, berjalan lancar, aman,
tertib. Itu artinya tanpa ada pelanggaran, dan tanpa ada hal-hal yang
dianggap melanggar oleh para saksi semuanya seperti itu. Bisa saja itu
terjadi karena memang faktanya pelanggaran yang terjadi yang
disampaikan oleh para saksi pemohon sesungguhnya, tidak berada di
tempat-tempat yang para saksi sekarang hadir.
665. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saudara tidak boleh menyimpulkan, Saudara bertanya apa?
666. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ya, saya bertanya.
73
667. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Kepada?
668. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Kepada Seluruh saksi. Jadi mohon dikasih waktu sebentar.
669. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Tidak, itu seluruh saksi, 26!
670. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Tidak saya bertanya satu persatu. Saya hanya menanyakan
apakah ada, terjadi di Kotolabuh itu surat suara habis? Apakah di antara
seluruh Saksi yang hadir di sini ada merupakan anggota KPPS Kotolebuh
tersebut? Itu tidak ada, Majelis, itu maksud saya. Terus kemudian juga
pelanggaran seperti,
671. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Ya saksi itu kan hanya menyatakan apa yang dialami, kalau saksi
di situ tidak benar, berarti memang tidak bisa ditanya kan begitu.
672. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ya
673. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Sekarang kalau Saudara ditanya pasti tidak tahu kan. Jadi jangan
menanyakan orang yang tidak ada di sini. Sekarang tanya pada saksisaksi
tadi yang telah menyaksikan, yang telah disaksikan, ya. Jadi gitu,
memang mestinya seperti itu.
Silakan untuk melanjutkan lagi. Mungkin kepada pengawas yang
tadi.
674. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Pada panwas ya, dari berbagi fakta yang disampaikan oleh para
saksi Termohon, terjadi pelanggaran yang kemarin Panwas
mendengarkan itu, saya ingin tanyakan, sejauh mana koordinasi Saudara
Panwas, ini panwas kabupaten, sejauh mana koordinasi Saudara Saksi
panwas kabupaten terhadap panwas di kecamatan dan di desa apaka
dilengkapi form-form laporan, pengaduan atau bagaimana? Silahkan.
74
675. SAKSI DARI TERMOHON: FAUZAN (PANWAS)
Ya, terima kasih. Di sini kami sebagai panwas pada hari
pencoblosan, kami panwas terus berkoordinasi dengan panwas
kecamatan dan lapangan, salah satu contoh di Sula, ada laporan dari tim
mengatakan saksi kami di intimidasi, lalu kami turun langsung ke tim,
langsung menanyakan kepada tim tersebut, tetapi hal itu juga tidak
terjadi apa-apa, dan juga berlanjut di malam harinya di Sualdras itu
bersama dengan Kapolres sendiri.
Dia menelepon saya pada saat itu, pak ketua panwas kita turun
kelapangan malam ini ada saksi yang disekap. Langsung kami malammalam
turun kelapangan, sampai di lapangan ternyata hal itu tidak ada,
nah itu, dan hal ini panwas lapangan kecamatan terus kami koordinasi
apabila ada laporan melalui sms pada hari itu, terus kami koordinasi
terus. Dan sekarang yang Bapak tanyakan tadi, apakah ada form-form
blangko di panwas lapangan, kalau panwas lapangan tidak ada dalam
aturan pun tidak ada, yang ada sampai di kecamatan.
Jadi, apapun yang terjadi di lapangan panwas lapangan
melaporkan kepada panwas kecamatan, hal itupun ada laporan dari
masyarakat, ternyata selama ini sudah kita pantau tidak ada laporan dari
masyarakat.
676. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Maaf saya potong, jadi panwas dilapangan tidak di lengkapi
dengan form-form pengaduan dari masyarakat.
677. SAKSI DARI TERMOHON: FAUZAN (PANWAS)
Tidak.
678. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ya, cukup.
679. KETUA : Prof. Dr. H. ACHMAD SODIKI, S.H.
Saya kira, Jadi Majelis mengatakan terima kasih atas segala
persidangan yang lancar pada hari ini. Kemudian saya kira semua bukti
sudah disahkan tadi semua. Kemudian saksi sudah diperiksa semua dan
kita akan memutus perkara ini di jadwalkan pada hari rabu tanggal 14
Januari jam 14.00 WIB. Oleh karena pemeriksaan para pihak bukti dan
saksi sudah selesai, saya rasa sudah cukup dan sekaligus.
pengumuman ini sebagai panggilan untuk para pihak untuk hadir di
dalam sidang putusan pleno pada tanggal 14 Januari 2009 atas perkara
di Kabupaten Kerinci ini.
75
Dengan demikian, maka sidang saya nyatakan ditutup.
SIDANG DITUTUP PUKUL 12.09 WIB
KETUK PALU 1X

Resolusi Konflik Kerinci pasca Kerinci kelabu 22 Desember 2008

(sebuah telaahan untuk kampungku tercinta)

by Syamsul Bahri, SE (pengamat di Jambi)

Tulisan ini bukan untuk mendukung siapa-siapa, tulisan ini hanya sekedar analisis pribadi yang diusahakan secara objektif untuk menilai kondisi yang terjadi di Kerinci saat ini, dengan kerangka berpikir apa yang akan terjadi seandainya konflik ini terus berjalan. Analisis ini berpedoman pada Manajemen konflik dan resolusi konflik.

Saat ini sedang terjadi konflik di Kabupaten Kerinci, secara momentum konflik itu di ledakan sewaktu demonstrasi masyarakat Kerinci tanggal 22 Desember 2008 melakukan demonstrasi ke Gedung DPRD Kerinci (kantor sementara DPRD di umah uhang 4 jenis), dengan tuntutan (TRITURA)“ mundur Bupati Kerinci Fauzi Si’in dan tuntaskan korupsi bersama kroninya, meminta hak rakyat dan Pegawai Negeri, seperti tunjangan diberikan, menegaskan keadilan dan demokrasi di Kerinci”, yang merupakan refleksi atas akumulasi kekecewaan rakyat terhadap kepemimpin Fauzi Si’in Bupati Kerinci, sehingga Demonstrasi tersebut dikenal dengan “Kerinci Kelabu 22 Desember 2008”, akumulasi tersebut diawali dengan beberapa kali Demonstrasi yang dilakukan tahun 2008.

Kita harus menyadari bahwa berhentinya/lengser seorang Pejabat Politik di tengah jalan apakah Bupati, Gubernur/Presiden, harus didasarkan pada putusan pengadilan bukan putusan politik, sehingga demonstrasi tersebut lebih baik diarahkan kepada proses percepatan penegakan hukum, apabila terbukti, maka Pihak DPRD bisa melakukan Sidang untuk menghentikan Pejabat tersebut, sehingga demonstarsi tersebut menjadi momentum untuk aparat penegak Hukum seperti KPK, Kejaksaan untuk menyikapi tuntutan masyarakat tersebut, kalau memang dari aspek hukum sudah ada indikasi kuat korupsi.

Namun dalam tulisan ini yang menjadi kajian analisa adalah meminimal dan menghentikan konflik, sesuai definisi manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Dari definisi tersebut diatas, “konflik yang berbentuk demonstrasi tsb ” timbul akibat terjadinya perbedaan pendapat /interpretasi dan tidak terjalinnya komunikasi, serta ketidak percayaan para pihak pelaku (kelompok),

Apabila konflik Kerinci ini tidak segera diselesaikan, tentunya akan melebar dan meluas, karena ketidak percayaan dan ketidak puasan para pihak terus terjadi, para pihak yang masih berkuasa melakukan tekanan melalui berbagai kekuatan kekuasaan untuk memberikan tekanan, baik melalui pembentukan opini, penangkapan, isu, pemanggilan bersandarkan kepada Hukum dan Undang-undang, sedangkan permasalahan penyebab demonstrasi yang diduga melanggar hukum justru diabaikan, yang lebih dimunculkan sebagai penekanan dan proses hukum adalah anarkis, merupakan dampak dari sebuah gejolak masa dalam sebuah demonstrasi berlangsung.

Begitu pula para pihak yang menuntut dalam melakukan demonstrasi, yang menerima berbagai tekanan bersandarkan kepada hukum mengalami tekanan kejiwaan, kenyamanan, dan ketakutan, akhir dari sebuah ketakutan akan menimbulkan perlawanan yang makin meluas, dan akan terus dan terus mengadakan perlawanan baik secara terang-terangan, maupun secara tersembunyi, karena apa yang mereka suarakan merupakan suatu hal yang wajar dalam era demokrasi, dimana kita sama mengetahui bahwa terpilihnya Bapak Fauzi Si’in, bukan melalui mekanisme PILKADA langsung, melainkan melalui pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD Kerinci), dan masyarakat memahami hal itu, sehingga ketidak puasan tersebut disampaikan kepada anggota DPRD, dengan tuntutan “TRITURA”, dan DPRD seharusnya memberikan dukungan untuk segera mendukung percepatan proses hukum, apabila memang menjadi representatif dari rakyat yang memilih anda.

Sehingga untuk mengatasi dan meminimalkan serta menghentikan konflik tersebut, menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik

Dalam upaya pengelolaan konflik bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi para pihak yang terlibat, sedangkan untuk mengatasi nya melalui Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang berkonflik, untuk kajian kasus di Kerinci memerlukan Pihak ke III yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap Kabupaten Kerinci, dengan catatan para pihak yang bertikai betul-betul menginginkan Kerinci Damai.

.

Apa yang terjadi sekarang sesuai sinyalmen dan indikasi, dampak dari demonstrasi tersebut justru lebih menonjol yaitu anarkhis, dengan memanggil dan menangkap orang yang diduga sebagai provokator, dan menyerahkan tindak lanjut ke Polisi Daerah Jambi, dalam hal seakan-akan memunculkan sebuah opini, Kerinci mencekam, dan proses penyelidikan dan penyidikan dirasakan tidak kondusif di Kerinci, sesuatu yang sangat merugikan masyarakat Kerinci dan Kabupaten Kerinci sebagai masyarakat yang beradat dan sebagai daerah tujuan wisata utama Propinsi Jambi, bahkan pemanggilan anggota DPRD Kerinci, tentunya konflik ini akan melebar dan meluas.

Untuk Pihak III yang menjadi fasilitator atau mediator dalam menangani konflik adalah orang-orang atau tokoh yang betul-betul memahami karakter, adat istiadat, perundangan-undangan dan memiliki nilai ketokohan yang diakui oleh masyarakat, harapan untuk Pihak III, adalah tokoh Kerinci yang berada di luar daerah, tidak memiliki kepentingan secara politik dan jabatan serta kekuasaan, namun nilai cinta dan kepedulian kepada ranoh Sakti Alam kerinci menjadi persyaratan utama, dengan didampingi tokoh-tokoh Kerinci dalam daerah yang betul-betul belum menerima pengaruh dari para pihak, lalu siapaaaaaaaaa………………?

Harapan kita, sebaiknya kalau memang indikasi korupsi itu kuat yang dilengkapi dengan data dan bukti, demonstrasi ini menjadi momentum pihak penegak hukum untuk memulai dan mempercepat proses hukum, sehingga maslah korupsi menjadi wilayah hukum, bukan wilayah politik.

Mudah-mudahan bermanfaat untuk negeri ku “ sekepal tanah surga yang terdampar di muka bumi”. dan berindikasi nilai surganya sudah semakin tipis, baik masalah ekonomi, politik, lingkungan, adat dll

BERKACA DICERMIN RETAK

(MEGA PROYEK PILKADA)

By Syamsul Bahri, SE

(Conservationis di Jambi dan Staf Pengajar STIE SAK syamsul_12@yahoo.co.id )

Produk sebuah reformasi di Indonesia antara lain adalah otonomi daerah serta Pemilihan secara langsung, baik legeslatif maupun Presiden dan wakil serta Kepala Daerah, yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan proses demokrasi dan melindungi dan mesejahterakan masyarakat, baik keamanan, ekonomi, pendidikan dll.

Payung hukum dari hal tersebut diatas, adalah salah satu UU No. 32 Tahun 2004, yang mencerminkan sebuah negara demokrasi terbesar di Dunia, dimana, seyogyannya kekuasaan rakyat menjadi kekuasaan dominan dan suara rakyat menjadi suara yang menentukan arah pembangunan, baik melalui penentuan legeslatif maupun Presiden dan Wakil serta Kepala Daerah (Pasangan Gubernur, pasangan Bupati)

Kalau kita cermati Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia, sebagai implementasi dari UU No. 32 Tahun 2004, sesuai dengan data, pelaksanaan PILKADA tahun 2007, justru banyak meninggalkan persoalan yang mendasar, antara lain Pemimpin daerah belum menjadi pilihan rakyat, terjadi konflik dan penolakan dll. Hal ini merupakan sebuah cermin bagi PILKADA di Propinsi Jambi, sesuai data penyebab tersebut lebih disebabkan money politik dan black campegne

Bahkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan “Jika pada pembahasaan naskah akademik UU No 32 Tahun 2004, polemik terkait pertanyaan apakah pilkada langsung dapat meredam politik uang selama 2001-2004, kini debat terarah pada mahal dan rendahnya kualitas pilkada. Maka beliau mengusulkan agar pilkada dihapus (Kompas, 26/1/2008).

Banyaknya gugatan pilkada di Indonesia bermula dari data kependudukan yang tidak valid. Demikian pula, rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap esensi pilkada, yang keluar dari tujuan UU No.32 tahun 2004 menyebabkan praktik politik uang dalam pilkada. Khusus untuk Indonesia, problem pilkada diperberat kualitas partai politik dan aktor politik yang tidak memadai, ketidak netralitas penguasa, dendam politik, black compigne. Kasus Pilkada Malut dan Sulsel menunjukkan betapa sulitnya menghasilkan pilkada berkualitas dan diterima semua pihak

Pilkada di Indonesia merupakan pesta akbar dan harus dibiayai secara khusus, mulai dari pendaftran pemilih yang sering tidak valid, pengadaan barang dan jasa untuk pencoblosan yang berulang tiap pemilihan, sampai kampanye jorjoran yang dilakukan parpol dan calon. Dengan kata lain, pilkada beririentasi pada ”Mega proyek”, harus dibiayai anggaran besar pula, yang menimbulkan inefisiensi terjadi dalam paradigma proyek pilkada, bahkan yang balon juga jor-joran untuk membeli dan mendapat suara pemilih, tentunya calon yang punya modal dan sponsor, kondisi ini sangat sulit untuk melahirkan pemimpin pilihan masyarakat.

Logika berpikir yang berorientasi pada mega proyek dalam pilkada ini tidak saja merasuki pemikiran penyelenggara pilkada, tetapi juga partai politik, aktor politik, calon kepala daerah, birokrasi di pusat dan daerah, serta masyarakat pemilih. Proyek ini berlanjut sampai esensi dan tujuan kemenangan pilkada. Tidak heran jika partai politik dan aktor politik rela mengeluarkan miliaran rupiah untuk dapat mengikuti kompetisi pilkada.

Uang ini digunakan mulai dari menentukan parpol pengusung (beli perahu), kampanye besar-besaran untuk mendongkrak popularitas calon, sampai upaya mempengaruhi pilihan masyarakat. Tentu saja tidak ada yang gratis dalam pesta akbar pilkada. Biaya yang dikeluarkan ini harus diganti oleh uang rakyat dalam APBD melalui arisan proyek bagi investor politik yang ikut membiayai pilkada. Jadi, apa yang dicemaskan banyak pihak tentang mahal pilkada mendekati kebenaran. Pilkada bukan hanya mahal dari sisi biaya penyelenggaraan yang harus ditanggung APBD, tetapi juga mahal dari ongkos yang harus dibayar masyarakat dalam arisan proyek bagi investor politik. Cukup valid untuk mengatakan pilkada langsung memboroskan uang negara dan belum memberi hasil optimal

Walaupun saat ini, PILKADA wilayah Propinsi Jambi tahun 2008(Kota Madya Jambi, Kabupaten Merangin, dan kabupaten Kerinci) dimana arus perubahan yang merupakan arus besar saat ini, yang merupakan refleksi dari peta politik Nasional, yang mengarah untuk menginginkan pimpinan non Incumbent dan 4 L, menjadi bagian yang tak terpisahkan dan menjadi bagian dari politik daerah saat ini.

Maka untuk PILKADA wilayah Propinsi Jambi, dengan melihat dan bercermin pada pelaksanaan PILKADA di berbagai daerah, yang membuah hasil Pemimpin yang bukan menjadi Pilihan Rakyat, karena proses Pemilihan lebih cenderung money politik dan black compagne disamping ketidak netralitas penguasa, menjadi bagian permaslahan PILKADA tahun 2007, sehinga akan melahirkan sebuah program yang belum memihak pada kepentingan rakyat

Dengan bercermin dari hal tersebut diatas, bahwa permaslahan Pilkada tahun 2007 disebabkan (1) Money Politik, (2) Black Compagne, (3) Ketidak Netralitas Pelaksanan dan Penguasa, (4) data penduduk yang tidak valid. Sehingga Pelaksanaan Pilkada di Wilayah Propinsi jambi tahun 2008, hendaknya tidak bercermin di Kaca Retak

Kondisi itu sudah tercermin, bahwa curi star dan memanfaatkan jabatan dalam kepemerintahan (tentunya dengan segala fasilitas) telah berjalan dengan tanpa rasa malu, walaupun berbagai kedok, serta ambisius untuk mendapatkan jabatan sebagai Bupati/wali kota, hal dapat dilihat semua partai baik yang lulus election threshold maupun yang tidak lulus, para balon tersebut mendaftar, seakan-akan ingin menguasai semua partai “perselingkuhan dalam Partai Politik” menjadi bagian yang biasa, walaupun secara moral perselingkuhan itu tidak dilarang

Oleh sebab itu, marilah kita atau tokoh-tokoh yang masih memiliki hati nurani untuk membangun demokrasi dan memilih pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, serta pemimpin yang berfikir dan bekerja untuk rakyat, tentunya pemimpin yang tidak ambisius, tidak money politik, tidak memiliki rasa dendam kepada rezim terdahulu, pemimpin yang memiliki pengalaman baik nasional dan Internasional dan enterpteneur menjadi bagian dari tanggung jawab kita untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar tercipta pemimpin yang menjadi pilihan rakyat, yang akan mengiplementasikan visi dan misi sesuai dengan kondisi di tengah masyarakat, tidak menciptakan angka prestasi stitistik diatas penderitaan rakyat.

SIDANG KEDUA SENGKETA PILKADA KERINCI (MEMINTA KETERANGAN SAKSI)


Rabu , 31 Desember 2008 17:56:14

Mahkamah Konstitusi (MK) menyidangkan Sengketa Pemilukada Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan agenda Mendengarkan Tanggapan Termohon, Keterangan Saksi, dan Pengesahan Bukti, Selasa (30/12), di ruang sidang pleno MK.

Perkara No. 61/PHPU.D-VI/2008 ini diajukan oleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP, Msi yang menggugat Surat Keputusan Termohon, KPU Kabupaten Kerinci, Nomor 109 15-Desember-2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Putaran II (Kedua) Tahun 2008 yang memenangkan pasangan nomor urut 6, H. Murasman, S.Pd. MM, dan Drs. H. MOHD. Rahman..

Dalam gugatannya, Pemohon menerangkan adanya kesalahan hasil penghitungan suara di semua wilayah pemilihan, yaitu Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Tujuh.

Dalam persidangan ini Pemohon menghadirkan 14 saksi dari tiap-tiap kecamatan. Dari keterangan saksi terungkap adanya pemilih di bawah umur, pemilih yang mencoblos ganda, serta pemilih yang enggan menggunakan tinta tanda telah melakukan pencoblosan. “Pemilih bernama Kiki adalah pelajar yang masih duduk di kelas 3 SLTP dan berumur 14 Tahun, tetapi ikut memilih di TPS 2,” terang Pirmanuddin, saksi TPS 3 Sungai Abu Kecamatan Air Hangat Timur.

Selain pelanggaran dalam penghitungan suara, terjadi pula intimidasi dan pemaksaan yang dilakukan kepada masyarakat pemilih di berbagai tempat. “Suasana mencekam karena di (kecamatan) Sungai Penuh telah ramai oleh gerombolan pendukung pihak terkait (pasangan pemenang versi KPUD red.). Mobil yang kami tumpangi di gedor-gedor sambil mengucapkan kata-kata kotor dan kasar,” ungkap saksi Suwito Prasojo.

Keterangan Saksi Termohon

Setelah mendengarkan keterangan saksi Pemohon, Termohon membantah semua tuduhan atas pelanggaran dan kecurangan yang diungkapkan oleh saksi Pemohon pada sidang yang berlangsung Rabu (31/12) dengan menghadirkan 28 saksi.

Dari keterangan saksi yang diungkapkan, Pemilukada Kabupaten Kerinci berjalan dengan aman, lancar dan tertib. “Selama yang saya lihat, pencoblosan berjalan dengan lancar, tidak ada kekeliruan, bahkan saksi Pemohon menandatangani berita acara,” jelas Nornis saksi TPS 2 Koto Kapeh.

Tuduhan atas terdapatnya intimidasi serta politik uang juga terjawab dari keterangan Aris Tuna, Saksi TPS 1 Desa Siulak Tenang. “Tidak ada pemaksaan, money politic, dan intimidasi. Saksi dari masing-masing pihak pun tidak ada yang keberatan,” katanya.

Mengakhiri persidangan, Ketua Panel Hakim, Ahmad Sodiki, mengatakan, “cukup untuk bukti dan keterangan dari masing-masing pihak. Selanjutnya tugas kami hakim untuk menilainya.”

Sidang putusan sengketa Pemilukada Kabupaten Kerinci akan dilakukan Rabu (14/01/09). (Andhini Sayu Fauzia)

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 61/PHPU.D-VI/2008 Tentang “Sengketa perselisihan hasil suara pilkada Kabupaten Kerinci”

I. PEMOHON
􀂾 Ir. H. Ami Taher & Dianda Putra, S.STP, MSi selanjutnya disebut
Pemohon
Kuasa Hukum:
Zainudin Paru, SH, Ahmar Ihsan, SH, Aristya Kusuma Dewi, SH, Faudjan
Muslim, SH & Wajdi,SH adalah para advokat pada Law Office Provisi
Advocates, Legal Consultans & Corporate Law beralamat di Gedung
Persaudaraan Haji Lt. 4, Ruang 403, Jl. Tegalan No. IC Matraman, Jakarta
Timur.
II. POKOK PERMOHONAN :
Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci No. 109 Tahun 2008
tanggal 15 Desember 2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan
Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Tahun 2008
Putaran Kedua dan Penetapan Calon Terpilih Pemilihan Umum Bupati dan
Wakil Bupati Kerinci Tahun 2008.
III. TANGGAL KETETAPAN KPU BENGKULU SELATAN
15 Desember 2008.
IV. TANGGAL BERAKHIRNYA TENGGAT WAKTU PENDAFTARAN
18 Desember 2008
V. ALASAN
Para Pemohon adalah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati peserta
pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci.
Pemohon keberatan terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten Kerinci Nomor 109 Tahun 2008 Tanggal 15 Desember 2008
Tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan
Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Tahun 2008 Putaran
Kedua Dan Penetapan Calon Terpilih Pemilihan Umum Bupati dan Wakil
Bupati Kerinci Tahun 2008 (Bukti P-2), karena telah terjadi pelanggaran
penghitungan suara yang dilakukan Termohon dimana Termohon telah
salah atau setidak-tidaknya keliru dalam melakukan rekapitulasi hasil
penghitungan suara sebagai mana data berikut :
a. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci
Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 1 atas nama Ir. H. Ami Taher dan
Dianda Putra, S.STP., M.Si. Memperoleh sejumlah 80.559 suara;
b. Pasangan Caton Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci
Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 6 atas nama H. Murasman, S.Pd.
2
MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM memperoleh sejumlah 96.768
suara;
Menurut Pemohon kesalahan hasil penghitungan suara tersebut terjadi di
semua wilayah pemilihan, yaitu Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan
Batang Merangin, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Danau Kerinci,
Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun
Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan
Hamparan Rawang, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati
Tujuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung
Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Tujuh;
Bahwa Pelanggaran Rekapitulasi penghitungan suara sebagaimana
dimaksud diatas yaitu jumlah pemilih yang memilih melebihi DPT yang
ditetapkan oleh KPU Kabupaten Kerinci tanggal 30 November 2008
Putaran Kedua untuk Kecamatan Siulak (Bukti P-3), Kecamatan Kayu Aro
(Bukti P-4) dan Kecamatan Gunung Kerinci (Bukti P-5) sebagaimana tabel
berikut:
No TPS Kecamatan Desa DPT Pemilih
Total
Selisih Ket.
1 2 Siulak Desa Baru 569 571 2 Bukti P-6
2 1 Kayu Aro Koto Tuo 456 461 5 Bukti P-7
4 1 Kayu Aro Sungai dalam 361 374 13 Bukti P-8
6 1 Siulak Koto Tengah 381 389 8 Bukti P-9
7 1 Siulak Koto Rendah 434 443 9 Bukti P-10
9 2 Siulak Koto Aro 206 207 1 Bukti P-11
10 2 Siulak Koto Kapeh 366 375 9 Bukti P-12
11 2 Gn. Kerinci Siulak Deras 567 581 14 Bukti P-13
12 1 Gn. Kerinci Siulak Tenang 486 495 9 Bukti P-14
Bahwa untuk menguatkan alasan-alasan tersebut Pemohon mengajukan
bukti-bukti telah terjadi kesalahan hasil penghitungan suara, Pemohon juga
menemukan sejumlah pelanggaran dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi tahun 2008
baik sebelum, pada saat, maupun sesudah berlangsungnya Pemilukada
Putaran Kedua, yaitu sebagai berikut
1. adanya intimidasi dan tindakan kekerasan yang dialami Tim Sukses dan
pendukung Pemohon;
2. adanya intimidasi terhadap etnis/suku Jawa yang memilih Pemohon;
3. adanya pemilih yang tidak terdaftar tapi memaksa untuk ikut memilih
(bukti P-16);
4. adanya anak di bawah umur ikut memilih;
5. adanya pengerahan massa berasal dari daerah lain oleh tim sukses
pasangan nomor urut 6 (bukti P-17);
3
6. adanya pemilih di bawah umur dengan nama sama tetapi tangal
lahirnya dinaikkan sehingga umurnya menjadi genap atau lebih dari 17
tahun;
7. adanya pemilih yang meilih lebih dari satu kali TPS di TPS yang
berbeda dengan cara mengubah data dirinya;
8. adanya pemilih yang menggunakan kartu dan undangan meilih milik
orang lain dengan nama mirip tapi data diri berbeda;
9. adanya money politic di Kecamatan Gunung Tujuh (bukti P-21);
PETITUM
1. Menerima dan mengabulkan permohonan yang diajukan oleh
Pemohon untuk seluruhnya;
2. Menyatakan tidak sah dan batal demi hukum Keputusan Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci Nomor 109 Tahun 2008 tanggal
15 Desember 2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi
Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil bupati
Kerinci tahun 2008 Putaran Kedua dan Penetapan Calon Terpilih
Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Tahun 2008, atau
setidak-tidaknya menyatakan tidak sah dan batal demi hukum semua
hasil penghitungan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kerinci;
3. Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci untuk
melaksanakan pemungutan suara ulang putaran kedua di sseluruh
wilayah Kabupaten Kerinci;
4. Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci
untuk melaksanakan putusan ini.

SALINAN RISALAH SIDANG PERTAMA SENGKETA PILKADA KERINCI

MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
———————
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 61/PHPU.D-VI/2008
PERIHAL
PERMOHONAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN
KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH,
KABUPATEN KERINCI
ACARA
PEMERIKSAAN PERKARA
(I)
J A K A R T A
RABU, 24 DESEMBER 2008
1
MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
————–
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 61/PHPU.D-VI/2008
PERIHAL
Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil
Kepala Daerah, Kabupaten Kerinci
PEMOHON
– Ir. H. Ami Taher
– Dianda Putra
TERMOHON
KPU Kabupaten Kerinci
ACARA
Pemeriksaan Perkara (I)
Rabu, 24 Desember 2008, Pukul 09.00 – 09.45 WIB
Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi RI,
Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Prof. Dr. Achmad Sodiki, S.H. (Ketua)
2) Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum. (Anggota)
3) Maruarar Siahaan, S.H. (Anggota)
Ina Zuchriah, S.H. Panitera Pengganti
2
Pihak yang Hadir :
Pemohon :
– Ir. H. Ami Taher
Kuasa Hukum Pemohon :
– Zainudin Paru, S.H.
– Faudzan Muslim, S.H.
– Ahmar Ihsan, S.H.
– Aristya Kusuma Dewi, S.H.
Termohon (KPUD Kab Kerinci):
– Wasirman A. Ag., MM. (Ketua KPUD Kab Kerinci sejak 22 Desember
2009
– Fuadi BA (Ketua KPUD Kab Kerinci sebelum 22 Desember 2008)
Kuasa Hukum Termohon :
– Abunjani, S.H.
– Maiful Efendi, S.H.
– Salma Dahlan S.H.
3
1. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Perkara Nomor 61/PHPU.D-VI/2008 dengan ini saya nyatakan
dibuka dan terbuka untuk umum.
Baik, saya minta Saudara dari Pemohon untuk memperkenalkan
diri dahulu, siapa saja yang ada di deretan Pemohon, saya persilakan!
2. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Terima kasih Majelis, kami selaku Kuasa Pemohon, saya sendiri
Zainudin Paru, S.H., selaku koordinator tim, kemudian di kanan saya
Aristya Kusuma Dewi, S.H., selanjutnya Faudjan Muslim, S.H. dan
berikutnya Ahmar Ihsan, S.H., dan Prinsipal Bapak Ir. H. Ami Taher.
3. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Zainudin Paru, S.H., Ahmar Ihsan, S.H., Aristya Kusuma Dewi,
S.H., Faudjan Muslin, S.H. Ada semua?
Baik, dari Pihak Termohon?
4. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Terima kasih Majelis yang mulia.
Kami dari Kuasa Hukum Termohon terdiri dari tiga orang, saya
sendiri Abunjani, S.H., sebelah kiri saya Bapak Maiful Effendi, S.H.,
kemudian Ibu Salma Dahlan, S.H. Dua di samping ini adalah yang
pertama Bapak Wazirman, S.Ag., MM., (Prinsipal), beliau ini adalah
Ketua KPU Kabupaten Kerinci yang baru terhitung sejak tanggal 22
Desember, di sebelah beliau adalah Bapak Fuadi, BA., beliau ini adalah
Ketua KPU Kabupaten Kerinci sebelum tanggal 22 Desember. Terima
kasih.
5. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Masing-masing sudah menyerahkan surat kuasanya, sudah ada
semua kedua belah pihak? Kalau ada diserahkan ke Panitera. Ini pemberi
kuasa ini KPU lama atau KPU baru?
SIDANG DIBUKA PUKUL 09.00 WIB
KETUK PALU 1 X
4
6. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Jadi kami siapkan dua kuasa, Pak. Satu yang dari ketua yang lama
dan satu kuasa lagi dari ketua yang baru.
7. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Yang lama Saudara siapa ini?
8. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Yang lama Saudara Puadi, BA. Yang baru Saudara Wazirman,
S.Ag., MM.
9. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Baik, kita mencoba untuk mempersilakan kepada Saudara
Pemohon untuk menguraikan atau memaparkan secara singkat pokokpokok
permohonan yang disebut dengan permohonan pembatalan
Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci. Saya persilakan
Saudara Pemohon!
10. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Terima kasih Majelis yang mulia.
Sebelum kami menyampaikan pokok-pokok permohonan
pembatalan Keputusan KPU Kabupaten Kerinci Nomor 109, sebelumnya
perkenankan kami telah melakukan kajian dan upaya untuk
penyempurnaan permohonan kami, dengan ini kami telah melakukan
perbaikan dan mohon perkenan Majelis yang mulia untuk menerima
dengan tetap menerima masukan dan saran dari penyempurnaan
permohonan kami.
11. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Sudah dibuat rangkap berapa itu?
12. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Dua belas.
13. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Bisa diserahkan? Kepada Termohon juga diberikan!
5
14. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Selanjutnya Majelis yang Mulia, kami mohon dengan hormat agar
juga bisa diperlihatkan surat kuasa dari Termohon.
15. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Boleh, silakan!
Tadi Saudara bilang ada perbaikan dari yang lama ya, sekaligus
Saudara paparkan dulu permohonan Saudara ini secara singkat. Kami
persilakan! Dan dimana tadi ada perbaikan dari yang lama kepada yang
baru?
16. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Majelis yang mulia, rekan sejawat dari Kuasa Hukum Termohon
dan para Prinsipal, bahwa permohonan Pembatalan Keputusan Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci Nomor 109 Tahun 2008 tanggal 15
Desember 2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan
Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci
Tahun 2008 putaran ke II dan Penetapan Calon Terpilih Pemilihan Umum
Bupati dan Wakil Bupati Kerinci Tahun 2008. Adapun yang menjadi
pokok-pokok permohonan kami adalah diantaranya yang pertama, kami
selaku Pemohon melihat bahwa dalam proses pelaksanaan pemilihan
umum kepala daerah atau Pemilukada putaran ke II Kabupaten Kerinci
terdapat banyak kejanggalan, kecurangan yang dilakukan secara
sistematis, terstruktur dan masif di berbagai daerah di Kabupaten
Kerinci. Diantaranya adalah bahwa 1. banyak di antara pemilih yang di
putaran pertama mereka melakukan pilihan atau ikut mencoblos di TPSTPS
di Kabupaten Kerinci, tapi kemudian pada putaran ke II mereka
tidak ikut mencoblos karena tidak mendapatkan undangan dari Komisi
Pemilihan Umum dan tidak mendapatkan kartu pemilih. Kemudian juga
di beberapa daerah Kabupaten Kerinci, misalnya di Kayu Aro, di Gunung
Kerinci, di Simulak banyak pemilih yang terpaksa harus tinggal di rumah
pada saat pencoblosan waktu hari H karena mereka takut atau khawatir
tidak bisa hadir di TPS akibat adanya intimidasi, teror dan segala upaya
yang menghalang-halangi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak
ingin adanya partisipasi masyarakat yang lebih dalam Pilkada itu
sehingga terjadinya penurunan partisipasi masyarakat dalam pemilihan
Bupati Kerinci putaran ke II. Dan kami selaku Pemohon meyakini telah
adanya pengaduan dari masyarakat dan keluhan-keluhan yang
disampaikan bahwa mereka yang rata-rata tidak bisa hadir ke TPS
adalah pendukung Pemohon yang karena intimidasi, teror dan segala
upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu mengakibatkan mereka
khawatir untuk hadir bahkan di Kecamatan Kayu Aro masyarakat sampai
6
mengatakan bahwa ada teror yang bersifat sara, dimana mereka
diharapkan agar tinggal memilih, apakah memilih Pemohon ataukah
harus tinggal di rumah, jika tidak ingin kemudian mereka harus diusir
dari tempat tinggal mereka atau tidak ingin ada peristiwa pembakaran
dan tindakan kekerasan lain yang terjadi. Oleh karena itulah maka kami
menyampaikan permohonan ini ke Mahkamah Konstitusi. Terima kasih.
17. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Petitum Saudara apa? Coba jelaskan petitum Saudara apa!
18. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Selanjutnya berdasarkan hal-hal yang kami sampaikan, dalam
permohonan ini kami sampaikan petitum sebagai berikut;
Pertama, menerima dan mengabulkan permohonan yang diajukan oleh
Pemohon untuk seluruhnya.
Kedua, menyatakan tidak sah dan batal demi hukum Keputusan Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci Nomor 109 Tahun 2008 tanggal 15
Desember 2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan
Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kerinci tahun 2008
putaran ke II, dan Penetapan Calon Terpilih Pemilihan Umum Bupati dan
Wakil Bupati Kerinci tahun 2008, atau setidak-tidaknya menyatakan tidak
sah dan batal demi hukum semua hasil penghitungan di seluruh
kecamatan di Kabupaten Kerinci.
Ketiga, menetapkan hasil penghitungan suara pemilihan umum kepala
daerah wakil kepala daerah Kabupaten Kerinci tahun 2008 adalah
sebagaimana yang diajukan oleh Pemohon sebagai berikut :
a. Pasangan calon bupati dan wakil bupati pemilihan umum kepala
daerah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dengan nomor urut satu
atas nama Ir. H. Ami Taher dan Djianda Putra, SSTP, Msi,
memperoleh sejumlah 103.292 suara.
b. Pasangan calon bupati dan wakil bupati pemilihan umum kepala
daerah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dengan nomor urut enam
atas nama H. Murasman, STD, MM dan Drs. H. Muhammad Rahman,
MM memperoleh suara sejumlah 96.768 suara.
4. Menyatakan dan menetapkan bahwa pasangan calon bupati dan wakil
bupati dengan nomor urut satu atas nama Ir. H. Ami Taher dan
Djianda Putra, SS, TPMSI sebagai pasangan calon terpilih dalam
pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten
Kerinci tahun 2008 putaran kedua atau setidak-tidaknya
memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci
untuk melaksanakan pemungutan suara ulang putaran kedua di
seluruh wilayah pemilihan di Kabupaten Kerinci.
5. Memohon kepada Majelis memerintahkan kepada Komisi Pemilihan
Umum Kabupaten Kerinci untuk melaksanakan keputusan dimaksud.
7
Demikian permohonan Pemohon, kiranya Mahkamah Konstitusi
Republik Indonesia dapat segera memeriksa dan memutuskan ataupun
apabila Majelis Hakim berpendapat lain, maka mohon putusan yang
seadil-adilnya berdasarkan prinsip ex aequo et bono.
Terima kasih.
19. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Ini sudah putaran kedua ya?
20. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Putaran kedua.
21. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Saudara minta lagi putaran…?
22. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Pemilihan umum ulang.
23. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Pemungutan suara ulang, putaran yang kedua lagi?
24. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Kami menerima apapun putusan yang akan ditetapkan oleh
Majelis.
25. HAKIM : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Saudara Pemohon, di petitum nomor dua itu Saudara menyatakan
tidak sah dan batal demi hukum. Yang dimaksud batal demi hukum itu,
tanpa pembatalan pun sudah batal dengan sendirinya. Ini kalau
keputusan KPU kan itu dibatalkan atau batal demi hukum menurut
paham Saudara? Agar Saudara paham yang disebut batal demi hukum
itu sejak semula tidak pernah sah. Umpamanya, seorang paman kawin
dengan kemenakannya. Meskipun dia kawin, meskipun dia punya anak
sejak semula, batal demi hukum perkawinannya, itulah yang dimaksud
batal demi hukum. Ini kalau tidak dibatalkan, tidak dinyatakan, tidak
mengikat misalnya, apa itu batal demi hukum kalau Keputusan KPU. Jadi
redaksi itu jangan terbiasa, sedikit-sedikit batal demi hukum, batal demi
hukum, batal meminta pembatalan kan begitu maksudnya. Jadi kalau
belum dibatalkan dia tetap sah. Kalau batal demi hukum , tanpa
8
pembatalan pun tetap dia batal, itu namanya batal demi hukum, ya.
26. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Terima kasih.
27. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Perbaiki nanti itu, jangan pakai batal demi hukum! Ada yang batal
demi hukum, ada yang tidak!
28. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Jadi perlu diperbaiki dulu nanti ya! Saya kira sudah didengar oleh
Termohon dan kepada Pihak Termohon diberi kesempatan untuk
mengajukan jawaban atas permohonan ini. Sudah siap jawabannya?
29. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Karena ada perbaikan dari Pihak Pemohon, kami mohon diberi
waktu untuk mengajukan jawaban pada tanggal 26 Desember.
30. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Itu nanti tanggalnya 30.
31. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Kalau dari sudut prinsipnya kan perbedaannya tidak banyak, Anda
sudah tahu itu sebenarnya karena anda sudah bisa jawab kan, bahkan
secara lisan tadi sangat sederhana sekali. Jadi karena ini akhir tahun
padahal kalau saya bisa anu tanggal 26 itu kita tidak kerja ya, ada cuti
bersama. Jadi Anda harus maklum, yang cepat ini kan, harus dia punya
karakter harus diikuti, bukan lagi karakter yang tunda sekian hari, tunda
sekian hari. Kalau Saudara Kuasa atau langsung KPU nya bisa menjawab
ini, karena dia hafal, tapi konsultasikanlah nanti, terserah pada kalian
berdua, silakan!
32. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Karena sidang ini akan dimulai lagi nanti tanggal 30, apa tanggal
30 itu sekaligus memberi jawaban?
33. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Ya, tanggal 30 kami akan memberikan jawaban.
9
34. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Kalau begitu nanti bukti-bukti siapkan semua, bukti tertulis
maupun daftar saksinya siapa itu diajukan, sekaligus dibawa nanti ya
pada tanggal 30 itu.
Jadi ini nanti dibikin daftar bukti ya. Jadi Saudara Pemohon tadi
yang mengajukan ini lalu di luar dilampiri daftar bukti. Diidentifikasi bukti
satu apa, bukti dua apa, demikian juga pada Termohon. Kalau nanti
mengajukan bukti-bukti, surat-surat kepeutusan dari KPU dan
sebagainya atau mungkin C1-KWK dan sebagainya itu nanti diberikan
daftar supaya urut. Jangan sampai keliru identifikasinya. Kedua juga
siapkan saksi sekaligus supaya sidangnya cepat. Sampai jam berapa pun
kita layani untuk tanggal 30 itu. Biasanya kalau sidang begitu supaya
Saudara juga cepat bisa bekerja. Dan ini waktu ini sangat panjang jadi
tidak ada alasan untuk tidak bisa siap untuk sampai tanggal 30 itu. Ada
yang ingin dikemukakan? Silakan!
35. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Majelis yang mulia.
Mengingat letak daerah pemilihan cukup sangat jauh dari tempat
sidang, kami mohon penjelasan apakah kiranya bisa melalui video
confrence dari Jambi dan Jakarta?
36. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Untuk itu kami belum bisa menjawab, karena itu teknis ya. Kalau
nanti bisa akan kami beritahu bisa. Mudah-mudahan nanti siang sudah
ada kejelasan tentang itu.
Termohon?
37. KUASA HUKUM TERMOHON : ABUNJANI, S.H.
Terima kasih, Majelis.
Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pemohon tadi adanya
perbaikan itu untuk di petitum, ternyata setelah kami baca kami tidak
menemukan angka-angka yang disampaikan oleh pihak Pemohon. Kami
mohon kepada Pemohon kiranya untuk memberikan kami soal data yang
disebutkan tadi, terima kasih. Petitum nya yang tidak lengkap mungkin.
38. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Itu kan haknya Pemohon sudah diperbaiki. Jadi nanti saksi itu
dibikin juga daftarnya sekaligus fotocopy Kartu Penduduknya. Jadi
fotocopy Kartu Penduduk tersebut atau tanda pengenal lainnya kalau
10
tidak punya, mungkin bisa SIM atau apa begitu. Ada pertanyaan lain
atau ada hal yang tidak jelas?
Saya informasikan ini masih dikonfirmasikan, jadi Saudara nanti
menunggu dulu mengenai bukti-bukti, saksi-saksi yang akan bisa
diperiksa lewat video conference itu, sementara ini sekaligus akan
mengecek bukti dari P atau dari pihak Pemohon.
P-1, Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci Nomor
92 Tahun 2008.
P-2, Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci Nomor 109.
P-3, Penetapan KPU Kabupaten Kerinci tanggal 30 November 2008
tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap.
P-4, Penetapan KPU Kabupaten Kerinci Tanggal 30 November tentang
Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati
Tahun 2008 Kecamatan Kayu Aro.
P-5, Penetapan KPU Kabupaten Kerinci tanggal 30 November 2008
tentang Rekapitulasi Daftar Pemilihan Tetap Pemilihan Umum Kecamatan
Gunung Kerinci.
P-6, berita acara pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu
Bupati dan Wakil Bupati Kerinci di tempat pemungutan suara dua desa
baru Kecamatan Siulak Model C-KWK beserta turunannya.
P-7, berita acara pemungutan suara Pemilu Bupati dan Wakil Bupati
Kerinci di tempat pemungutan suara satu Desa Kuto Tuo, Kecamatan
Kayu Aro, Model C-KWK.
P-8, berita acara pemungutan suara dan penghitungan pemungutan
suara dan penghitungan suara Pemilu Kabupaten Kerinci Desa Sungai
Dalam, Kecamatan Kayu Aro.
P-9, dari Desa Koto Tengah, Kecamatan Siluak, TPS 1.
P-10, dari TPS 1 Desa Koto Rendah Kecamatan Siulak Model C-KWK.
P-11, berita acara tentang Pemungutan Suara Dua Desa Koto Aruk,
Kecamatan Siulak Model C-KWK.
P-12, berita acara pemungutan suara, penghitungan suara pemilihan
bupati dan wakil bupati pemungutan suara Desa Koto Kapeh, Kecamatan
Siulak Model C-KWK.
P-13, yang di sini Desa Siulak Kecamatan Gunung Kerinci.
P-14, TPS 1 Desa Siulak Tenang, Kecamatan Gunung Kerinci.
P-15, SMS teror yang ditujukan kepada Tim Sukses Pemohon.
39. HAKIM KONSTITUSI: Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Siapa namanya itu Tim Suksesnya Pemohon? Dedi? Pak Dedi?
40. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Saudara Pemohon, ini aslinya dari mana ini? SMS nya itu Anda
copy kan dari operator atau dari Anda sendiri mengetik? Di print out dari
mana?
11
41. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Sementara dari HP.
42. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Dari HP nya Dedi?
43. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ya.
44. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Bukan dari Telkom? Langsung dari kantor Telkom? Tidak?
45. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Tidak.
46. HAKIM KONSTITUSI: Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
Masih tersimpan itu?
47. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Masih tersimpan, Majelis.
48. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Surat pernyataan Saudara Tusiran, saksi pasangan Ir. H. Ami
Taher Diandra Putera tanggal 14 Desember, P-16.
P-17, Surat Pernyataan Saudara Sardi tanggal 14 Desember.
P-18, Pernyataan Saudara Muhammad Amir, tanggal 14 Desember 2008.
P-19, Surat Pernyataan Saudara Firmanuddin, tanggal 14.
49. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum.
(Tidak terdengar)
50. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Yang mana yang betul?
12
51. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Di pernyataan 13.
52. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
P-20, Surat Pernyataan Saudara Budiman dan Khairul tertanggal
14 Desember.
P-21, Surat Pernyataan Saudara Sunardi Sigit tanggal 14 Desember
2008.
P-22, Surat Pernyataan penerima BLT/raskin
P-23, Peraturan Komisi Pemiihan Umum Nomor 31 Tahun 2008
tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum.
P-24, Model DB2-KWK pernyataan keberatan saksi dan kejadian
khusus yang berhubungan dengan rekapitulasi penghitungan suara
pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kerinci di Komisi Pemilihan
Umum Kabupaten.
P-25, Perihal surat keberatan atau penolakan hasil Pilkada putaran
ke II Kabupaten Kerinci yang dikeluarkan oleh Tim Kampanye Pemohon
kepada Ketua Panwas Kabupaten Kerinci dengan tembusan kepada KPU
Pusat, KPU Provinsi Jambi dan KPU Kabupaten Kerinci.
53. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Saudara Pemohon, salah satu yang tadi Saudara ajukan sebagai
alat bukti yaitu SMS yang merupakan ancaman membunuh. Pertanyaan
saya sudah pernah diajukan ini baik kepada Panwaslu maupun
Kepolisian? Ada bukti tidak?
54. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Secara umum setelah kita meminta konfirmasi, bahwa memang
rata-rata saksi kita dalam keadaan takut.
55. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Padahal Saudara kan tidak takut. Sudah pernah diajukan tidak ini,
ini kan namanya membunuh. Mana lebih takut mau di bunuh atau sudah
terbunuh, kalau takut melapor. Perlindungan kan soal nyawa.
56. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Mengingat kami diminta dalam waktu yang sangat singkat sebagai
Kuasa Pemohon sehingga konsentrasi kami adalah menyiapkan
permohonan.
13
57. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Ya betul, tapi dari tim sukses kan Saudara harus meminta
informasi semua. Apakah ini sudah diajukan kepada Panwaslu termasuk
tadi semua pelanggaran memilih dua kali, memilih yang tidak cukup
umur, atau menggunakan identitas orang lain, semua pernyataan itu kan
termasuk tindak pidana?
58. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ada Majelis, disampaikan dalam keberatan ketika Pleno di KPU
Kabupaten Kerinci.
59. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Secara khusus itu memang sudah ada buktinya sama Anda. Kalau
di sini tidak ada keberatan saya lihat di berita acara, kosong dia yang
dibuat oleh KPU.
60. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ada, keberatan saksi.
61. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Bukti P berapa?
62. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
P-24 Majelis, pernyataan keberatan saksi dan kejadian khusus.
63. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Coba lihat, tidak ada catatan Saudara, kan kosong. Pernyataan itu
kan formulir, tapi di sini kosong dia. Tidak tahu kalau salah sama saya
ini.
64. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ada empat isi keberatan.
65. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Tentu ini adalah sesudah di kabupaten Saudara ajukan kan ?
14
66. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Ya betul, Majelis Hakim.
67. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Bukan di level yang bersangkutan?
68. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Di level yang bersangkutan memang ada kendala psikologis yang
dialami oleh penerima SMS itu ketika Tim Sukses mencoba mengadakan
upaya-upaya pengaduan, yang bersangkutan cukup tertekan dan
sementara waktu itu tidak bersedia. Bahkan di antara Tim Sukses
Pemohon ketika akan memberikan perhatian saksi diserbu oleh massa
dari pendukung pasangan calon lain dan harus meminta pengawalan
khusus dari aparat kepolisian dari Kapolres Kerinci untuk kembali ke
Sungai Penu dari Kayu Aro.
69. HAKIM KONSTITUSI : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Kalau sudah dikawal Polisi kan sudah bisa melapor?
70. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Itu Tim Suksesnya saja, tapi sebagian yang lain memang dalam
kondisi yang tidak cukup siap secara psikologis.
71. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Dari Termohon ada yang perlu diklarifikasi? Cukup? Termohon
cukup ya?
Jadi sidang akan dilanjutkan nanti (…)
72. KUASA HUKUM PEMOHON : ZAINUDIN PARU, S.H.
Majelis yang mulia, mohon maaf, apakah diperkenankan jika nanti
pada tanggal 30 Desember yang akan datang kami bisa menyampaikan
alat bukti susulan?
73. KETUA : Prof. Dr. AHMAD SODIKI, S.H.
Bisa. Jadi ini karena tekniknya itu baru, Saudara jangan pulang
dulu sebelum jelas, harus ada koordinasi teknis, karena di Jambi sana
harus ada petugas yang melayani itu dan di sini juga. Jadi nanti sama15
sama harus melihat itu, sebab kalau salah satu saja tidak aktif, tentunya
itu tidak bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jadi kedua belah
pihak harus aktif untuk mengikuti prosedur teknis itu sendiri ya. Jadi
sidang nanti akan dilanjutkan tanggal 30 Desember jam 16.00 WIB dan
ini kami anggap sebagai undangan untuk mengikuti sidang, jadi tidak
perlu melalui tertulis ya.
Jadi Perkara Nomor 61/PHPU.D-VI/2008 dengan ini sidang saya
nyatakan ditutup.
SIDANG DITUTUP PUKUL 09.45 WIB
KETUK PALU 1X

Sidang perdana SENGKETA PILKADA KABUPATEN KERINCI

Rabu , 24 Desember 2008 11:13:39
Para Pemohon menggugat Surat Keputusan Termohon Nomor 109 15-Desember-2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Putaran II (Kedua) Tahun 2008 yang memenangkan pasangan nomor urut 6, H. Murasman, S.Pd. MM, dan Drs. H. MOHD. Rahman.

Menurut Pemohon telah terjadi pelanggaran penghitungan suara yang dilakukan Termohon karena telah salah dalam melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara, dengan data sebagai berikut:
a. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 1 atas nama Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP., M.Si. Memperoleh sejumlah 80.559 suara;
b. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 6 atas nama H. Murasman, S.Pd. MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM memperoleh sejumlah 96.768 suara

Selain itu, Pemohon juga menilai kesalahan hasil penghitungan suara itu terjadi di semua wilayah pemilihan, yaitu Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Tujuh.

Selain pelanggaran dalam penghitungan suara, terjadi pula intimidasi dan pemaksaan yang dilakukan kepada masyarakat pemilih di berbagai tempat. “Hal ini mengakibatkan banyaknya masyarakat yang enggan karena takut untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” terang Kuasa Hukum Pemohon, Zainuddin Paru, S.H. Zainuddin memperkuat keterangannya dengan bukti berupa print hasil SMS yang dikirim kepada salah satu pendukung Pemohon.

Berdasarkan hal-hal tersebut Pemohon meminta MK menyatakan tidak sah dan batal demi hukum keputusan a quo Termohon, atau setidak-tidaknya menyatakan tidak sah dan batal demi hukum semua hasil penghitungan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kerinci; Menetapkan hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2008 sah adalah Pemohon, Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP., MSi, sebesar 103.2992 sedangkan H. Murasman, S.Pd. MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM, memperoleh sejumlah 96.768 suara.

Menanggapi Permohonan itu, Hakim Panel Maruarar Siahaan bertanya, “apakah saudara sudah mengajukan laporan kepada Panwaslu atau Kepolisian, terkait teror melalui sms?” Zainuddin menjelaskan, bahwa pihaknya belum melaporkan hal tersebut, baik kepada Panwaslu ataupun Kepolisian. “Namun hal ini sudah tercantum dalam keberatan yang tertulis pada berita acara,” katanya. Selain itu, aku Zainuddin, orang yang menerima SMS ancaman hingga saat ini mengalami ketakutan.

Sidang yang turut membacakan Perbaikan Perkara ini akan dilanjutkan Selasa (30/12) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi masing-masing pihak serta jawaban dari Termohon. (Andhini Sayu Fauzia)

Foto: Dok. Humas MK/Andhini SF

sumber http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2067