SIDANG KEDUA SENGKETA PILKADA KERINCI (MEMINTA KETERANGAN SAKSI)

Januari 6, 2009


Rabu , 31 Desember 2008 17:56:14

Mahkamah Konstitusi (MK) menyidangkan Sengketa Pemilukada Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan agenda Mendengarkan Tanggapan Termohon, Keterangan Saksi, dan Pengesahan Bukti, Selasa (30/12), di ruang sidang pleno MK.

Perkara No. 61/PHPU.D-VI/2008 ini diajukan oleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP, Msi yang menggugat Surat Keputusan Termohon, KPU Kabupaten Kerinci, Nomor 109 15-Desember-2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Putaran II (Kedua) Tahun 2008 yang memenangkan pasangan nomor urut 6, H. Murasman, S.Pd. MM, dan Drs. H. MOHD. Rahman..

Dalam gugatannya, Pemohon menerangkan adanya kesalahan hasil penghitungan suara di semua wilayah pemilihan, yaitu Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Tujuh.

Dalam persidangan ini Pemohon menghadirkan 14 saksi dari tiap-tiap kecamatan. Dari keterangan saksi terungkap adanya pemilih di bawah umur, pemilih yang mencoblos ganda, serta pemilih yang enggan menggunakan tinta tanda telah melakukan pencoblosan. “Pemilih bernama Kiki adalah pelajar yang masih duduk di kelas 3 SLTP dan berumur 14 Tahun, tetapi ikut memilih di TPS 2,” terang Pirmanuddin, saksi TPS 3 Sungai Abu Kecamatan Air Hangat Timur.

Selain pelanggaran dalam penghitungan suara, terjadi pula intimidasi dan pemaksaan yang dilakukan kepada masyarakat pemilih di berbagai tempat. “Suasana mencekam karena di (kecamatan) Sungai Penuh telah ramai oleh gerombolan pendukung pihak terkait (pasangan pemenang versi KPUD red.). Mobil yang kami tumpangi di gedor-gedor sambil mengucapkan kata-kata kotor dan kasar,” ungkap saksi Suwito Prasojo.

Keterangan Saksi Termohon

Setelah mendengarkan keterangan saksi Pemohon, Termohon membantah semua tuduhan atas pelanggaran dan kecurangan yang diungkapkan oleh saksi Pemohon pada sidang yang berlangsung Rabu (31/12) dengan menghadirkan 28 saksi.

Dari keterangan saksi yang diungkapkan, Pemilukada Kabupaten Kerinci berjalan dengan aman, lancar dan tertib. “Selama yang saya lihat, pencoblosan berjalan dengan lancar, tidak ada kekeliruan, bahkan saksi Pemohon menandatangani berita acara,” jelas Nornis saksi TPS 2 Koto Kapeh.

Tuduhan atas terdapatnya intimidasi serta politik uang juga terjawab dari keterangan Aris Tuna, Saksi TPS 1 Desa Siulak Tenang. “Tidak ada pemaksaan, money politic, dan intimidasi. Saksi dari masing-masing pihak pun tidak ada yang keberatan,” katanya.

Mengakhiri persidangan, Ketua Panel Hakim, Ahmad Sodiki, mengatakan, “cukup untuk bukti dan keterangan dari masing-masing pihak. Selanjutnya tugas kami hakim untuk menilainya.”

Sidang putusan sengketa Pemilukada Kabupaten Kerinci akan dilakukan Rabu (14/01/09). (Andhini Sayu Fauzia)


29 Desa Miskin di Kerinci Terima Dana PUAP, Per Desa Rp 100 Juta

September 26, 2008
Thursday, 25 September 2008

SUNGAIPENUH – Sebanyak 29 desa miskin yang ada di Kabupaten Kerinci, kembali mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian RI, dalam bentuk dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Meski yang menerima dana tersebut adalah desa, akan tetapi menariknya dana tersebut yang jumlahnya per desa Rp 100 juta, bukannya diserahkan langsung ke Kepala Desa melainkan melalui salah satu rekening Kelompok Tani yang ada di desa penerima dana PUAP itu. ‘’Tahun ini kami dapatkan bantuan dari Menteri Pertanian berupa dana PUAP yang diberikan kepada 29 desa miskin yang ada di Kerinci,’’ terang Kadis Pertanian & Perkebunan Kerinci, Ir Eri Firmansyah, kemarin.

Menurutnya, desa yang mendapatkan dana PUAP itu merupakan hasil kerja keras atau perjuangan pihaknya tahun 2007 lalu dan baru kali ini teralisasikan. Malah, katanya, jika program ini di Kerinci berhasil dan di suatu desa tertentu usahanya mengalami perkembangan, maka untuk tahun berikutnya bisa diusulkan tambahannya untuk desa yang lain. Pemerintah pusat, sebut Eri, memberikan bantuan dana PUAP ini juga didasarkan pada data yang ada dari BPS dan selanjutnya ditetapkanlah 29 desa di Kerinci ini yang mendapatkan dana tersebut. ‘’Inilah menariknya dana langsung ditransfer ke rekening kelompok tani bukan ke rekening desa,’’ urainya.

Masih dari keterangan Kadis Pertanian dan Perkebunan Kerinci itu, kemarin  bertempat di Dinas Pertabun juga dilakukan sosialisasi dari Tim PUAP Provinsi didampingi tim teknis dari instansi terkait di Kerinci. ‘’Tim dari provimsi yang turun langsung memberikan penjelasan atau sosialisasi ke 29 desa yakni Ketua dan pengurus kelompok tani penerima dana PUAP tersebut,’’ urainya. Kadis Pertabun juga menambahkan, intinya penggunaan dana PUAP Rp 100 juta itu adalah untuk pengembangan sektror agribisnis, sesuai dengan namanya yakni Pengembangan Usaha Agribisinis Pedesaan. Ia mencontohkan, seperti halnya di desa atau kelompok tani tersebut, anggotanya memiliki usaha berkebun ataupun beternak itik, ayam dan lainnya, maka bisa dimanfaatkan dana tersebut untuk pengembangan usahanya itu.

Adapun yang menjadi sasaran dengan diberikannya dana tersebut, terang Eri Firmansyah, yakni desa-desa miskin sehingga jumlah desa miskin di Indonesia menjadi berkurang. ‘’Tujuannya agar desa miskin berkurang di Indonesia ini,’’ jelasnya. Masih menurut Kadis Pertabun Kerinci itu, dana PUAP yang diberikan Rp 100 desa, merupakan murni dana bantuan dan bukan bergilir seperti dana lainnya. Namun demikian dalam pengelolaannya tetap akan dievaluasi atau diawasi tim untuk menjadi pedoman bagi pemerintah memberikan bantuan tahun berikutnya.

Ia mengatakan, setiap desa penerima dana PUAP juga akan dibimbing PPL pendamping dan baru di tingkat kabupaten terdapat tim teknis Kabupaten yang melibatkan instansi terkait. ‘’Kami berharap jangan sampai petani atau kelompok tani salah mempergunakan uang tersebut lantaran tidak digulirkan, malah sasarannya untuk mengurangi desa miskin tidak terwujud. Intinya bagaimana usaha yang ada di desa bisa dikembangkan lebih baik lagi sehingga kesejahteraan penduduk juga meningkat,’’ tandasnya. (wdo

sumber jambi ekspres

pengirim dendi setiawan


Jalan Buruk Di Kerinci Telan Korban

September 19, 2008
Friday, 19 September 2008

Damkar Terguling, 5 Petugas Dilarikan ke Rumah Sakit

SUNGAIPENUH – Buruknya kondisi jalan Provinsi  di Kerinci, kembali menelan korban.

Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kerinci dengan Nomor Polisi BH 4031 DZ yang hendak menuju Siulak untuk memadamkan api di daerah tersebut, jungkir balik di Sungai Liuk Kecamatan Pesisir Bukit. Disamping kondisi jalan yang buruk, kencangnya mobil Damkar dari arah Sungaipenuh itu melaju ketika melintasi jembatan di Sungai Liuk, juga menjadi faktor kecelakaan.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB Kamis (18/9) kemarin, yang membuat ruas jalan Sungaipenuh–Kayu Aro sempat lumpuh. Bahkan arus lalulintas sempat dialihkan ke jalan Dusun Baru Rawang. Seorang sopir bernama Wahyu (27),  warga Sugaipenuh terpaksa dilarikan ke rumah sakit, bersama empat rekan kerjanya, Wahyudi (25), Mahyudi (27), Asmi (38) serta Yefri (25). Menurut Adril, warga Sungai Liuk yang rumahnya pas di lokasi jatuhnya mobil Damkar mengatakan, mobil naas itu melaju dengan  kecepatan tinggi dari arah Sugaipenuh lantaran ingin memadamkan api di Desa Siulak Gedang.

Saat melintasi Jembatan Sungai Liuk, sebut Adril, kebetulan juga dari arah yang bersamaan ada mobil  Angdes dengan tujuan yang sama. ‘’Lantaran ingin mendahulu mobil Angdes ditambah jalan yang buruk, membuat mobil tergelincir dan akhirnya jungkir balik,’’ kata Adril. Kondisi terparah dialami petugas Damkar yang berada di atas mobil. Dirinya sempat pingsan lantaran jatuh ke parit saat kendaraan jungkir balik. ‘’Kalau tidak salah ada tiga orang petugas yang berada di atas dan terjatuh ke parit. Sedangkan sopirnya bisa keluar dari pintu mobil,’’ tuturnya.

Sementara itu, petugas Damkar bersama aparat dari Polres Kerinci berupaya membalikkan mobil yang jungkir balik dengan cara ditarik mobil Damkar lain. Sedangkan ke lima petugas Damkar, masih menjalani perawatan di rumah sakit Mayjen HA Thalib Sungaipenuh. Sedangkan kebakaran yang terjadi di Pasar Siulak Gedang tepatnya di samping Masjid Al Mujahidin, menghanguskan dua unit rumah yakni milik Dawir, penjual alat bangunan serta rumah H Basri, Kepala SD Cut Mutia Kayu Aro. Kejadiannya diperkirakan terjadi pukul 13.17 WIB, kemarin. Api dikabarkan berasal dari kompor gas yang meledak dari salah satu rumah tersebut. (wdo)

sumber jambi ekspres

pengirim dendi setiawan


KUB Kerinci Terima 63 Unit Mesin dan Alat Kerajinan

September 17, 2008
Saturday, 13 September 2008

6 Bulan Tak Dimanfaatkan Akan Ditarik Kembali

SUNGAIPENUH – Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci menyalurkan bantuan modal usaha bagi pengusaha kecil dan menengah melalui Kupem, kini giliran bantuan mesin dan peralatan pula yang diberikan kepada masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB). Sebanyak 63 unit mesin dan peralatan pengrajin diberikan kepada KUB yang tersebar di Kerinci. Bantuan alat usaha itu diserahkan langsung Bupati Kerinci, Fauzi Siin bertempat di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kerinci di Sungaipenuh.

Puluhan mesin dan peralatan yang diserahkan meliputi, 36 unit mesin dan peralatan diperoleh dari Departemen Perindustrian RI. Bantuan mesin ini akan diserahkan kepada KUB Pengrajin Dodol Kentang Desa Lubuk Nagodang sebanyak 6 unit lengkap dengan pengolahan dodol kentang. Kemudian pemerintah juga memberikan bantuan mesin kepada KUB pengrajin keripik kentang atau Ubi Desa Koto Lebu Tinggi, Koto Kapeh, Sinimpik, Sungai Pegeh, Sungai Lebuh. Dan Desa Talang Lindung berupa 6 unit Pengiris Ubi, ditambah dengan 6 unit pengorengan lengkap dengan kompol LPJ, 6 unit penyaringan dan pengeringan minyak, 6 unit molen pengadukan bumbu, 6 unit Selling Pres untuk pengemasan. Disamping memberikan bantuan kepada KUB Pengrajin Kacang Tojin di Kecamatan Sungaipenuh berupa I unit Selling Pres yang merupakan bantuan dari APBD Provinsi.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kerinci, Mansuri Madin SH, menjelaskan bantuan mesin dan peralatan yang diberikan kepada pengrajin di Kerinci ini merupakan  bentuk kepedulian pemerintah kepada para pengrajin melalui KUB, yang bertujuan untuk meningkatkan peningkatan pada khususnya dan ekonomi kerakyatan pada umumnya. ‘’Bantuan mesin dan peralatan bagi pengrajin ini kami dapatkan berkat kerjasama dengan Departemen Perindustrian RI termasuk bantuan dari Pemprov,’’ terangnya.

Bantuan yang diberikan ini, katanya, diberikan kepada KUB sementara untuk operasional serta penggunaannya sehari-hari diserahkan kepada masing-masing kelompok yang mengaturnya. Upaya yang dilakukan pemerintah khususnya Perindag Kerinci, sebut Mansuri Madin, bukan hanya sebatas penyaluran bantuan mesin dan peralatan itu saja, melainkan juga akan terus dilakukan pembinaan, pemantauan dan evaluasi. ‘’Harapan kami dengan diberikan mesin dan peralatan dapat meningkatkan produksi, disamping berharap tahun berikutnya mendapatkan kegiatan pelatihan diversifikasi usaha dan pengemasan,’’ cetusnya.

Disisi lain, Bupati H Fauzi Siin menjelaskan Kerinci yang merupakan daerah pertanian andalan nasional memiliki keunggulan komperatif bidang industri yang mengolah produk agro, tentu saja hal ini memiliki prosfek yang bagus jika dikelola dengan baik. Akan halnya dengan bantuan yang diberikan pemerintah pusat kepada pengrajin di Kerinci, sebut Bupati, bukan hanya didapatkan dengan begitu saja, melainkan harus melalui berbagai pendekatan dan argumentasi cerdas antara pejabat teknis dan non teknis dengan pemerintah pusat. Oleh karenanya, pinta Bupati, mesin dan peralatan yang diterima benar-benar dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukkannya. Disamping melakukan perawatan mesin secara rutin. ‘’Pemeritah akan melakukan evaluasi dan pemantauan jika ditemukan dalam 6 bulan tidak dimanfaatkan, maka pemerintah akan menarik kembali,’’ terang Bupati. (wdo)

sumber jambi ekspres

pengirim dendi setiawan


Banyak Proyek Tak Pakai Papan Merek ?

Agustus 23, 2008

Saturday, 16 August 2008

Kimpraswil : Bila Terbukti Kontraktor Akan Ditegur

SUNGAIPENUH – Saat ini diduga banyak proyek tanpa papan nama di Kabupaten Kerinci. Meski demikian ternyata tidak membuat Kimpraswil Kabupaten Kerinci bertindak cepat, justru sebaliknya terkesan diam. Bisa dihitung di Kerinci hampir semua proyek fisik oleh pihak kontraktor pelaksana enggan memasang papan nama. Bisa jadi, ini dikarenakan adanya ketakutan sejumlah rekanan atau kontraktor terkait dana proyek dan besarnya proyek diketahui masyarakat Kerinci.

Seharusnya, papan merek untuk setiap pekerjaan itu harus dipasangkan sehingga masyarakat juga bisa melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut. Tidak adanya papan nama di proyek setidaknya menandakan lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak Kimpraswil Kerinci.

Zulfikar, Pelaksana Tugas Kimparswil Kabupaten Kerinci dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, pihaknya belum mengetahjui hal itu. Ia menegaskan, papan nama sebuah proyek itu memang harus dipasang di setiap pengerjaan proyek.

Malah, kata Zulfikar, pihaknya akan memberi teguran kepada rekanan yang tidak memasang papan nama proyek tersebut. ‘’Papan nama itu wajib dan masyarakat berhak juga mengetahuinya. Kami akan memberikan teguran kepada kontraktor yang tidak memasang papan nama proyek nantinya,’’ terang Zulfikar.

Pengakuan PLH Kadis Kimpraswil kemarin, dirinya juga akan mengecek secara langsung sejumlah proyek yang ada di Kabupaten Kerinci. ‘’Hasil pengecekan tersebut akan dicatat dan diberikan teguran,’’ tukasnya. (wdo)

sumber jambi ekspres
pengirim dendi setiawan