Banyak Warga Tak Tahu Pencoblosan PILKADA Kerinci

Thursday, 09 October 2008

Kerusakan Surat Suara Minim

SUNGAIPENUH – Meskipun hari H atau pencoblosan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci tinggal menghitung hari saja tepatnya 16 Oktober mendatang, akan tetapi masih ada masyarakat yang mengaku tak tahu kapan jadwal pencoblosan itu dilaksanakan.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di satu desa saja, malah hampir rata disetiap desa terutama yang ada di Kerinci. Sebagian besar masyarakat Kerinci tidak tahu kapan jadwal pencoblosan. Parahnya lagi sebagian warga tak tahu siapa saja yang menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati.

Sebut saja Hamdani, warga Pondok Siguang Kecamatan Keliling Danau merasa tidak tahu kapan jadwal pemilihan kepala daerah. Sepengetahuannya hanyalah kampanye dan itupun setelah dirinya melihat warga berduyun-duyun menuju lokasi kampanye seperti dilapangan Merdeka Sungaipenuh.

“Memang betul saya tidak tahu kapan jadwal pemilihan, mungkin bisa dicek kebenarannya bukan saja saya sendiri yang tidak tahu, bisa sebagian besar masyarakat di desa ini tidak ada yang tahu,” terangnya.

Hamdani menyebutkan, kalaupun ada sebagian yang tahu itu dari kalangan pegawai negeri saja, kalau masyarakat awam mana tahu dan siapa yang harus mereka pilih nantinya dikarenakan mereka sibuk dengan urusan ke sawah, ke ladang dan sebagiannya. Dirinya pun, mengakui bahwa dari pihak penyelenggara seperti di tingkat desa juga belum pernah memberitahukan atau menyosialisasikan kepada masyarakat. “Mana pernah kami masyarakat diberitahukan kapan jadwal pencoblosan dan tata cara pemilihan,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan Karani dan Sidi Rahman, tetangga sebelahnya yakni warga desa Tanjung Pauh Hilir Kecamatan Keliling Danau juga mengakui tidak tahu menahu tentang jadwal pelaksanaan pemilihan. Kedua warga ini mengakui tahunya sekarang ini masa kampanye. “Kami tidak tahu kapan pemilihan dan baru tahu sekarang ini dari saudara,” kata keduanya.

Kenyataan itupulalah yang terjadi di desa Koto Iman Kecamatan Danau, Agus Salim Dusun Pendakian Koto Iman juga mengakui tidak tahu kapan jadwal pemilihan atau pencoblosan itu dilaksanakan.

Menurut keterangannya, selama ini tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat kapan akan dilaksanakan jadwal pemilihan bupati dan Wakil Bupati, seharusnya ada pengumuman atau pemberitahuan kapan jadwal pemilihan itu. “Hampir rata-rata warga di dusun pendakian ini tidak tahu dan ini boleh dibuktikan,” katanya ke Koran ini kemarin.

Tapi dirinya mengetahui ada iringan kendaraan untuk berkampanye termasuk baliho yang dipajangkan di desanya yakni desa Koto Iman, tapi kapan jadwal pemilihan itu yang tidak diketahui masyarakat. “Mungkin kalau tidak diberitahukan tanggal 16 ini akan ada pemilihan bupati dan wakil bupati, kami juga tidak tahu,”tambahnya.

Sementara itu, anggota KPUD Kerinci, Ivan Fauzani Raharja, menyatakan pihaknya sudah berusaha seoptimal mungkin untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada.

”Kami sudah berusaha menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada ini melalui pamflet, lieflet dan selebaran. Kami juga melibatkan PPS sejak pendataan mata pilih hingga ditetapkan,”ungkapnya, ketika dihubungi via ponsel, semalam.

Ia membantah jika masyarakat Kerinci banyak yang tidak tahu kapan jadwal pencoblosan Pilkada. ”Bahkan setiap kandidat dan tim suksesnya sudah melakukan kampanye hingga kepelosok, tidak mungkin masyarakat tidak tahu soal pilkada,”terangnya.

”Tapi kalau orang yang tinggal diladang dan hanya pulang satu bulan sekali, mungkin saja,”tambahnya.

Ivan juga mengharapkan kepada kandidat dan tim sukses agar mengingatkan masyarakat tentang jadwal pencoblosan saat kampanye.

”Toh hasilnya untuk mereka juga, jika masyarakat banyak yang memilih,”pungkasnya.

Kerusakan Minim

Sesuai dengan jadwal yang ada Rabu (8/10) kemarin, sortir surat suara yang dilakukan oleh KPU Kerinci dengan melibatkan anggota Pramuka berakhir sudah.

Kerusakan surat suara yang diprediksikan bakal terjadi ternyata diluar dugaan dan kerusakan yang terjadi hanya sebesar 0.002 persen atau dua lembar dari seribu surat suara yang ada dan tentunya angka ini jauh dari perkiraan semula.

Seperti yang disampaikan sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kerinci agaknya sudah mewanti-wanti sejak dini terkait dengan kerusakan surat suara ini.

Alhasil kerusakan surat suara tidak sama seperti kejadian di dua pilkada yang telah sudah yakni Merangin dan Kota Jambi, melainkan kerusakan surat suara di Kerinci sangat minim sekali atau berkisar sekitar 150-an lembar dari total yang dicetak dulunya sebanyak 246.957 lembar.

Seperti yang diungkapkan oleh anggota KPU Kerinci Natres Jaya SH yang kebetulan juga membidangi masalah surat suara itu. Ia menuturkan, pihaknya sejak awal memang sudah mengantisipasi kerusakan sursat suara ini dan hasilnya seteleh semuanya selesai disortir kerusakanya memang sangat minim. ”Kalau angkanya secara pasti pasti saya tidak hafal, yang jelas sekitar 0.002 persen sebab didalam satu dus berisikan dua ribu lembar hanya terdapat sekitar dua yang rusak,” katanya.

Misalnya surat suara yang rusak itu seperti gambar cabup yang agak kurang jelas, ada lubang kecil sebesar jarum, kertas suara yang seperti itu tidak akan digunakan dan diambil sebagai pengantinya dari surat suara sudah dicadangkan.

Natres juga menjelaskan, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh KPU maka pendistrubisian suart suara akan dilaksanakan selama dua hari yakni 11- 12 Oktober mendatang. ”Kita akan mendistribusikan suarat suara kepada PPK, dan PPK menyerahkan ke PPS, dimana dalam penyerahan nantinya akan diawasi oleh panwaslu termasuk keamanannya tetap akan dijamin,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jon Taufik SE, Bagian Logistik KPU Kerinci dirinya menjelaskan surat suara sudah disortir dan hari ini terakhir (Rabu,red) yang dikirimkan dari PT Jakarta Komputer Siplayer. “Dalam satu dus yang berisikan 2.000 lembar surat suara, yang rusak hanya berkisar satu atau dau lembar,” jelas Jon taufik.

Menurut pengakuan Bagian Logistik KPU Kerinci itu menyebutkan bahwa kertas suara yang rusak atau cacat atau rusak itu rata-rata ada yang terbelah dibagian gambar cabup dengan kata lain ada yang sobek, kemudian ada yang sudah berlubang diatas bagian gambarnya sehingga tidak bisa digunakan lagi, termasuk ada yang kabur juga. Sebagai penggantinya, akan diambil dari surat suara cadangan yang jumlahnya 2,5 persen atau 7.925 surat suara.

Ditambahkannya lagi pendistribusain surat suara kepada PPK sesuai dengan jumlah mata pilih yang ada di setiap TPS, ditambah 2,5 persen untuk cadangan surat suara. Untuk diketahui jumlah mata pilih dalam pilkada Kerinci sebanyak 238.672 ditambah cadangan 2,5 persen dan totalnya sebanyak 246.957 lembar. (wdo/cr04)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s