profil mardiansyah Geo UNP ’04

Lahir di Kerinci Maret 1985 dengan nama awal Dian Kurniawan, waktu lulus TEKA diganti menjadi Mardiansyah.Makanan favorit: cabi kpanjang,cabi truasam,cabi ikelaut,cabi pnylang,iken bada,daun kayu slada,kubik,thung,bua langgu. Waktu agi ESDE paling suai mandi dayi gdang (mandi branyut,mandi ‘trjun,trjun kali silo, mandi siluncu) dan mna ipung2…la mangka itom kabak bntuk kbau suda ngubang…tat kalo maso itu kalu mani dayi gdang bainan payah nala tpakso mandi branyut paki akit batong pisang.Dikalo maso itu balik jak sikula pgi mandi dayi gdang same nalak lauk…nangguk,nauh…suda mandi pgi naek k lang,’nyhet uak,nagang,maen sigilin,maen gasin,nalak guang butanduk ntuk di adu…suda itu maen ball…waktu itu idk samu dinge anak minin, ball nyu la iluk2 molten/mikasa/adidas…kami dulu ball getah bukarang paki krteh asoy.Malam maen cirimancik…snang ugo ati…nyado mabukny…oh masa kecilku…arak truh…la ESEMPE ESEM A hobi naki gunung…la ltih badan naki gunung bae idak tau je nak ngato,litak, kdingin,knyamuk, krujen,kpani,…la pueh baden ini idak tkao agi naki gunung…

Iklan

Rabu ,14 Januari 2009, PEMBACAAN KEPUTUSAN HAKIM KONSTITUSI ATAS SENGKETA PILKADA KERINCI

Rabu ,14 Januari 2009 14:00 s/d SelesAI, akan diadakan pembacaan keputusan oleh mahkamah konstitusi RI tentang sengketa PILKADA KERINCI. itu adalah sidang ketiga, setelah sebelumnya pada sidang pertama pembacaan tuntutan pemohon. Sidang kedua mendengarkan seterangan saksi. Sidang ketiga pembacaan keputusan atas sengketa pilkada kerinci tersebut. Untuk diketahui keputusan MK adalah final dan mengikat. tidak ada banding atas keputusan MK. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk masyarakat kerinc.

AMIEN…

Sidang perdana SENGKETA PILKADA KABUPATEN KERINCI

Rabu , 24 Desember 2008 11:13:39
Para Pemohon menggugat Surat Keputusan Termohon Nomor 109 15-Desember-2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kerinci Putaran II (Kedua) Tahun 2008 yang memenangkan pasangan nomor urut 6, H. Murasman, S.Pd. MM, dan Drs. H. MOHD. Rahman.

Menurut Pemohon telah terjadi pelanggaran penghitungan suara yang dilakukan Termohon karena telah salah dalam melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara, dengan data sebagai berikut:
a. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 1 atas nama Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP., M.Si. Memperoleh sejumlah 80.559 suara;
b. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemilihan Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi dengan Nomor Urut 6 atas nama H. Murasman, S.Pd. MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM memperoleh sejumlah 96.768 suara

Selain itu, Pemohon juga menilai kesalahan hasil penghitungan suara itu terjadi di semua wilayah pemilihan, yaitu Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Pesisir Bukit, Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kecamatan Gunung Tujuh.

Selain pelanggaran dalam penghitungan suara, terjadi pula intimidasi dan pemaksaan yang dilakukan kepada masyarakat pemilih di berbagai tempat. “Hal ini mengakibatkan banyaknya masyarakat yang enggan karena takut untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” terang Kuasa Hukum Pemohon, Zainuddin Paru, S.H. Zainuddin memperkuat keterangannya dengan bukti berupa print hasil SMS yang dikirim kepada salah satu pendukung Pemohon.

Berdasarkan hal-hal tersebut Pemohon meminta MK menyatakan tidak sah dan batal demi hukum keputusan a quo Termohon, atau setidak-tidaknya menyatakan tidak sah dan batal demi hukum semua hasil penghitungan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kerinci; Menetapkan hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2008 sah adalah Pemohon, Ir. H. Ami Taher dan Dianda Putra, S.STP., MSi, sebesar 103.2992 sedangkan H. Murasman, S.Pd. MM dan Drs. H. Mohd. Rahman, MM, memperoleh sejumlah 96.768 suara.

Menanggapi Permohonan itu, Hakim Panel Maruarar Siahaan bertanya, “apakah saudara sudah mengajukan laporan kepada Panwaslu atau Kepolisian, terkait teror melalui sms?” Zainuddin menjelaskan, bahwa pihaknya belum melaporkan hal tersebut, baik kepada Panwaslu ataupun Kepolisian. “Namun hal ini sudah tercantum dalam keberatan yang tertulis pada berita acara,” katanya. Selain itu, aku Zainuddin, orang yang menerima SMS ancaman hingga saat ini mengalami ketakutan.

Sidang yang turut membacakan Perbaikan Perkara ini akan dilanjutkan Selasa (30/12) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi masing-masing pihak serta jawaban dari Termohon. (Andhini Sayu Fauzia)

Foto: Dok. Humas MK/Andhini SF

sumber http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=2067

GALAU OH GALAU

ditulis Oleh pak “Singal”

(mohon maaf jika terjadi kesalahan penulisan nama)

Untuk masa sekarang sepertinya “banyak orang” sudah malas membicarakan politik di Kerinci … apalagi masalah Kota Sungai Penuh … biarlah maunya apa dan bagaimana ?

Semua pasti ada ujung dan akhirnya… semua titipan Ilhahi…

Jujur “banyak orang” merasa perasaan yang tidak keruan melihat kampung halaman kita Sakti Alam Kerinci… ada … rasa… kesal…marah… bercampur dengan sedih.. kasihan kepada masyarakat Kerinci.

Kesal dan marah melihat ulah segelintir tokoh-tokah masyarakat dan elite politik yang tetap adem ayem melihat kondisi yang ada di Kerinci karena pribadi mereka menikmati suguhan yang justeru merugikan masyarakat Kerinci.

Kesal dan marah karena ulah elite Politik di Kerinci sehingga Kerinci ini jadi begini…. kaccaauuuu. Mereka tidak berpihak kepada rakyat tapi kepada kepentingan penguasa demi kepentingan pribadi !!! sesaat.

Sedih dan kasihan…. masyarakat yang mendambakan pembaharuan… masyarakat yang mendambakan kemajuan… mendambakan kemakmuran dan kesejahteraan melalui Pilkada ini di kotori oleh invisible hand melalui jaringan-jaringannya yang notabene tokoh masyarakat, tokoh politik yang tidak mengerti akan peranannya dalam pemerintahan…tidak mengerti artinya mereka sebagai wakil rakyat, tapi mereka mengerti peranannya dalam meningkatkan kepentingan pribadi dan keluarganya.

Sedih dan kasihan… melihat kepribadian segelintir ( saya ulangi segelintir masyarakat di Kerinci) selama 5 tahun terakhir ini tidak ada yang berani memulai….. revolusi itu….semua berbicara dibelakang… bahkan beberapa nya ada musang yang berbulu ayam…. demi sebuah HP… selembar pulsa HP dan selembar dua lembar kertas berwarna biru atau merah.

Pemilu dan Pilkada yang seharusnya merupakan togak untuk memberikan hak untuk memilih Pimpinan yang terbaik bagi Negara dan Kepala daerah dala era demokrasi ini… tapi bagi Kerinci dari pra Pilkada penuh dengan skenario…. penuh dengan sandiwara dengan sutradara yang tidak profesional tapi ditakuti dan harus diikuti keinginannya oleh segelintir elite politik… akan kemanakah Kerinci ini dibawa ???? Selesaikah sandiwara ini ?… belum selesai karena ada beberapa skenario yang belum dimunculkan.

Skenario I penjegalan beberapa balon agar HH bisa unggul, yang maju bisa maju Balon yang diperkirakan tidak akan unggul dibandingkan dengan HH… tapi apa yang terjadi ? masyarakat sudah bosan yang lama… masyarakat ingin pembaharuan .. siapapun… dan muncullah Kuda-kuda Hitam yang memang tidak diperhitungkan sebelumnya…muncul MR dan AD…selesai…

Skenario II…ternyata Skenario I tidak sukses tidak seperti yang diperkirakan, usaha untuk pemenangan dan peng-unggulan HH… yang gagal… masyrakat mau yang baru terserah siapaun diantara yang ada… pada posisi ini muncul istilah dalam masyarakat “tidak ada rotan akarpun jadi” asal jangan yang lama…

Masuk Skenario III… peresmian dan pelantikan Wako Sungai Penuh untuk memecah suara /masda pilih AD…gagal…,

Skenario IV… gagalkan Pilkada putaran kedua dengan kecurangan2 kalau perlu perang antar wilayah yang di skenario.

Skenario IV ini berhasil… dengan unggulnya MR yang sangat dramatis….dan mengejutkan !!! sehingga AD maju ke MK. Berhasil skenario ini untuk memperpanjang kekuasaan karena 2009 tidak ada kegiatan Pilkada…. sampai usai pemilihan Presiden RI…. Hati2 dalam 2009 akan diskenario untuk menuntaskan Kota Sungai Penuh…. sesudah Pemilu 2009… dgn eksekutif dan legislatifnya terbentuk … nah walaupun MK menetapkan ada Pilkada ulang (*seharusnya di daerah yang terdapat kecurangan saja) tapi kemungikinan akan diulang semua karena pada saat itu Kota Sungai Penuh tidak memiliki hak pilih untuk Pilkada Kerinci !!!

(Dua skenario berhasil … jelas …)

Pilkada putaran kedua amat mengagetkan dan amat terlihat permainan … dan rentak tarinya… syukur perang tidak terjadi…tapi kekuasaan masih berlangsung sampai dengan awal…2010…

Bangkitlah masyarakat Kerinci…. Maju… maju …

Selamat berkarya dan salam

Duet Hasani-Afrizal.Zubir-Danil Kalah di TPS Sendiri

Friday, 17 October 2008

Di Lapas, Suara AD-MR Imbang

TAK semua Cabup dan cawabup menang di TPS tempat mencoblos kemarin ( 16/10). Cabup incumbent Hasani Hamid – Afrizal (H2A) dan pasangan cabup Zubir Muchtar-Dahnil Miftah yang diunggulkan justru mengalami kekalahan ditempatnya masing-masing.

Seperti halnya untuk cabup Hasani Hamid yang melakukan pencoblosan di TPS 5 Desa Gedang Kecamatan Sungaipenuh, harus menelan kekalahan dan mendapatkan suara kedua terbanyak setelah pasangan Cabup Herman Muchtar-Mulyadi Raf yang mendapatkan perolehan 108 suara.

Meskipun demikian kekalahan pasangan H2A juga tipis yakni 101 suara, disusul kemudian diurutan tiga pasangan Ami-Dianda 95 suara, Nuzran – Julizarman 22 suara, Murasman-Rahman 6 suara dan pasangan Zubir-Dahnil hanya mendapatkan suara.

Demikian pula halnya di TPS Desa Hamparan Pugu Kecamatan Air Hangat, kediaman sekaligus tempat cawabup Afrizal HS mencoblos juga mengalami kekalahan dan unggul di TPS tersebut adalah pasangan Ami Taher-Dianda dengan perolehan 242 suara.

Sementara untuk pasangan H2A mendapatkan 37 suara, disusul pasangan Nuzran-Julizarman 4 suara, pasangan Murasman-Rahman 2 suara, Herman-Mulyadi 1 suara serta pasangan Zubir-Danil tidak mendapatkan suara sama sekali.

Sebaliknya pasangan incumbent lainya yakni Zubir Muchtar yang mencoblos di TPS 1 Kelurahan Pondok Tinggi juga mengalami kekalahan dan perolehan suara terbanyak di TPS tersebut adalah pasangan Ami-Dianda yakni 169 suara, sedangkan pasangan Zubir-Dahnil hanya terpaut 6 suara.

Khusus di posisi kedua di TPS I Kelurahan Pondok Tinggi lokasi Zubir mencoblos yakni pasangan Nuzran-Julizarman dengan 25 suara, disusul pasangan Herman-Mulyadi 23 suara, Hasani-Afrizal 20 suara serta pasangan Murasman-Rahman 14 suara.

Selain itu, dari laporan yang didapatkan koran ini menyebutkan pasangan Ami-Dianda khususnya cabup Ami Taher yang mencoblos di TPS 2 desa Air Tenang Kecamatan Air Hangat, dalam penghitungan suara pasangan AD berhasil mengungguli telak pasangan lainnya dengan perolehan suara AD meraih suara 311 suara, Nuzran-Jul 6 suara, Herman-Mul 2 suara, H2A 17 suara, Zubir-Danil 2 suara, dan Murasman-Rahman 6 suara.

Pasangan Murasman juga unggul di TPS tempat mencoblos Di TPS 1 desa Senimpik Kecamatan Siulak, berdasarkan pantauan hasil perhitungan suara pasangan AD memperoleh suara 1, pasangan Nuzran-Jul 19 suara, pasangan Herman-Mul 1 suara, pasangan H2A 13 suara, pasangan Zubir-Danil 1 suara, dan pasangan Murasman –Rahman unggul telak dengan perolehan 460 suara.

Sementara itu, Nuzran juga menang telak di TPS tempat dirinya mencoblos, yakni di TPS 1 desa Maliki Air Kecamatan Hamparan Rawang, Nuzran berhasil meraih suara telak 335 suara. Sedangkan pasangan AD 1 suara, pasangan Herman-Mul 1 suara, pasangan H2A tidak mendapat suara, pasangan Zubir- Danil 30 suara, serta pasangan Murasman-rahman 1 suara.

Khusus di TPS Bupati H Fauzi Siin, pasangan H2A unggul dari lima kandidat lainnya dengan perolehan sebanyak 85 suara. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Syafei ketua PPS setempat, Bupati yang didampingi Ibu Hj Djasri Murni Fauzi yang diantar oleh rombongan dan petugas pengamanan Bupati, datang untuk menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 7.30 dan merupakan pemilih yang ke 51, dan disusul oleh Ibu Bupati menjadi pemilih yang ke 52.

Dimana di TPS tersebut dan tiga TPS lainnya yang ada di desa setempat diungguli oleh pasangan Hasani Hamid dan Afrizal HS dengan perolehan 85 suara dari 180 suara sah.

Sementara berada pada urutan kedua pasangan Ami Taher dengan Dianda Putra yang berhasil memperoleh suara 39, kemudian menyusul pasangan Murasman dengan Rahman dengan perolehan asura 20, Zubir Muchtar dan Daniel Miftah 15 Suara, Nuzran Joher dan Julizarman 11 suara, dan menyusul Herman Muchtar dengan Mulyadi Raf 10 suara. Dari total keseluruhan mata pilih 186, sedangkan yang enam mata pilihnya dinyatakan tidak sah.

Imbang

Persaingan antara pasangan Ami Taher-Dianda Putra (AD) dan Murasman-M Rahman (MR) juga terjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sungaipenuh. Duet AD yang maju lewat jalur perseorangan ini memperoleh 24 suara sama yang diperoleh duet MR.

Suara kedua diperoleh oleh pasangan Nuzran-Julizarman yang mendapat 15 suara, disusul pasangan Herman-Mulyadi 6 suara, pasangan Hasani-Afrizal sebanyak 3 suara, dan Zubir-Danil mendapat 2 suara.

Sapto kepala Lapas Sungaipenuh ini adalah merupakan pesta demokrasi dan ini merupakan pemilihan seara langsung yang pertama di Kerinci, dan untuk Lapas Sungaipenuh masyarakatnya yang menyoblos sebanyak 58 orang, tapi semuanya yang menyoblos di TPS Khusus Lapas Sungaipenuh sebanyak 75, karena ditambah dengan saksi masing-masing KPPS penjaga dan staf.

Sapto juga mengatakan bahwa pihak KPU pada beberapa waktu yang lalu telah melakukan sosialisasi seputar pemilihan bupati Kerinci di LP. “Sebelumnya pihak KPU juga telah melakukan sosialisasi, tapi kalau kampanye di Lapas itu memang dibolehkan,” jelasnya

Dari hasil pemungutan suara yang dilakukan dari 75 pemilih di TPS khusus Lapas pasangan Ami-Dianda dan Murasman-Rahman unggul dengan perolehan suara yang sama (24 suara) sedangkan suara yang rusak cuma 1 orang. (wdo)

sumber jambi ekspres